Laman

Rabu, 24 Agustus 2016

Anambas Berkembang Jika Jadi KEK Pariwisata

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebutkan solusi tercepat agar Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau lebih berkembang adalah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.

“Dengan KEK, maka investor akan masuk, infrastruktur pemerintah juga masuk, insentif fiskal dan pajak, dan cepat membuat daerah itu hidup. Saat ini sedang dibangun akses, berupa airport agar bisa didarati pesawat-pesawat komersial,” ujar Menpar Arief Yahya, dalam Diskusi Publik “Formulasi Strategi Kebijakan Pengembangan Wilayah Batam dan sekitarnya, sebagai Wilayah Berdaya Saing Tinggi secara Ekonomi yang diinisiasi Bank Indonesia (BI) beberapa waktu lalu.

Diskusi itu juga diikuti oleh Gubernur BI Agus Martowardjojo, Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, Menpan RB Asman Abnur, Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Wagub Sumbar Nasrul Abit, dan Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro. Saat Rakor, Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi. 

Lokasi Anambas lebih menjorok ke utara, arah Laut China Selatan, dekat dengan Pahang dan Terengganu, Malaysia. Jika dibuat direct flight, juga paling dekat dengan Ho Chi Mihn-Vietnam, Bangkok-Thailand, Kamboja, Laos dan kota-kota di semenanjung Malaysia. Setelah airport jadi, maka Anambas perlu dibangun CIQP –Costume, Immigration, Quarantine, Port--- sendiri.

“Dengan begitu, wisatawan mancanegara bisa langsung terbang dan dilayani di Anambas. Tidak perlu mampir dulu ke Batam atau Bintan, baru terbang lagi ke Anambas. Terlalu jauh, lebih dari 150 mill, bisa 8 jam dengan perahu cepat,” kata Arief Yahya.

Ia mengakui, lokasinya relatif jauh, dan masih lemah, terutama Akses dan Amenitas. Hambatan infrastruktur sangat mendasar. “Kalau soal atraksi alam, dengan wisata baharinya sangat bagus, berani bersaing dan sudah level dunia. Saya tidak merasa khawatir akan keindahan terutama baharinya,” jelas Arief Yahya sambil menampilkan slide bergambar Pulau Jemaja.

Menpar menambahkan, pariwisata adalah penyumbang PDB, devisa dan lapangan kerja yang paling mudah dan murah. “Kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional atau product domestic bruto adalah 10%, dan itu nominalnya tertinggi di ASEAN. Jarang-jarang kita punya angka tertinggi di ASEAN dalam hal yang positif seperti ini,” kata Arief Yahya. [*]


Anambas Berkembang Jika Jadi KEK Pariwisata
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar