Laman

Kamis, 31 Januari 2019

Cara Atasi Anak Sulit Makan


INILAHCOM, Jakarta - Ada beberapa cara untuk mengatasi anak yang sulit makan. Apa saja?

Mengutip dari akun instagram @ibupedia_id, Jumat, (01/02/2019), masalah susah makan pada anak kerap dialami banyak orangtua. Hal ini bukan masalah yang ringan. Karena, dengan anak sulit makan, akan mempengaruhi berat badan anak.

Berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi hal tersebut.

1. Jangan dimarahi

Udah dimasakin, terus enggak mau makan, pasti bawaannya ngomel ya? Sabar ya, anggap aja memang sedang dalam fasenya. Kalau orangtua ngomel, justru anak bisa trauma dan semakin susah makan.

2. Makan bareng

Jangan cuma menyuapi anak, tapi coba makan bareng dengan anak. Siapa tahu dia semakin semangat makan marena mau meniru apa  yang orangtua makan.

3. Jadikan rutinitas

Tetapkan jadwal makan di jam yang sama setiap hari. Batasi waktu makan 30 menit dan rapikan makanan meski anak belum selesai makan.

4. Coba lagi

Anak terus menolak untuk makan. Misalnya ketika anak tidak mau makan wortel. Coba berikan lagi sampai 20 kali hingga akhirnya anak mau mencicipinya. 


Cara Atasi Anak Sulit Makan
Baca Selanjutnya

Menilik Paes Ageng Kanigaran Yogyakarta

INILAHCOM, Jakarta - Menelaah pernikahan bernafaskan adat Jawa, ada beberapa hal yang menarik perhatian. Salah satunya adalah Paes Ageng Kanigaran Yogyakarta.

“Paes Ageng Kanigaran Yogyakarta menjadikan pengantin laksana raja dan ratu dalam prosesi pernikahan. Begitu indah, unik dan rinci serta harus dijalani penuh kekuatan dan kesabaran. Riasan dan busana pengantin menjadi ciri khas utama adat ini, dimana terdapat rangkaian pakem atau aturan yang harus dipatuhi dan tidak boleh dilakukan secara sembarangan," kata Rostantri sebagai marketing SISS The Wedding, Jakarta, Kamis, (31/01/2019).

Masih menururnya, karena setiap daerah di Pulau Jawa memiliki pakem masing-masing, maka sangat penting untuk memperhatikan detail perbedaan karena makna yang hadir akan berbeda.

Seperti paes pengantin putri, busana kain jawa dan aksesoris yang dikenakan kedua pengantin, beberapa diantaranya bermakna kesucian, kehormatan, persatuan, dan harapan kebahagiaan.

"Keseluruhan pernikahan Paes Ageng Kanigaran menampilkan pernikahan yang berkesan mewah, gagah, bijaksana dan agung," tambahnya.(tka)
 


Menilik Paes Ageng Kanigaran Yogyakarta
Baca Selanjutnya

Hadirkan Asmaradana Pengantin Jawa

INILAHCOM, Jakarta - Gebyar Pernikahan Indonesia 10th Edition dengan mengangkat tema Asmaradana Pengantin Jawa. Diadakan selama tiga hari berturut-turut pada 8-10 Februari 2019 di Kartika Expo Center, Balai Kartini.

Pameran ini untuk umum sehingga seluruh masyarakat dapat menikmati dan menyaksikan rangkaian acara yang kaya akan budaya adat Jawa dan seluruh Indonesia.

Melalui pengalaman bertahun-tahun dalam menyelami adat budaya Indonesia, Parakrama memahami bahwa masyarakat Jawa memiliki tradisi yang demikian beragam dalam perhelatan hari besar, salah satunya pernikahan.

Sebagai momen yang dianggap sakral, menyatunya dua insan dirayakan masyarakat Jawa melalui sebuah seremoni dengan tata cara spesifik, runut, kaya makna di setiap langkah, gerakan serta sarat estetika.

Daerah Istimewa Yogyakarta adalah daerah dengan tradisi istimewa, dimana Paes Ageng Kanigaran Yogyakarta menjadi primadona bagi calon pengantin yang mendambakan perayaan pernikahan megah dan sakral. 

Setiap detail upacara pernikahan mengandung arti mendalam, mulai dari make up dan baju adat kedua pengantin dan keluarga besar, pranata cara atau pembawa acara, susunan acara yang sesuai adat, dekorasi gebyok khas Jogjakarta, menu jamuan yang disajikan bagi keluarga dan tamu undangan, hingga musik dan hiburan yang mengiringi sepanjang acara turut mendukung terciptanya kesempurnaan bagi pernikahan bertema Paes Ageng Kanigaran.

“Sembilan kali mengadakan Gebyar Pernikahan Indonesia adalah prestasi yang kami syukuri, dan eksibisi yang kesepuluh kali ini menjadi bukti bahwa Parakrama terus berkomitmen menjaga adat tradisional Indonesia terus dicintai masyarakat melalui berbagai eksibisi pernikahan tradisional," kata Arief Rachman, Marketing Director Parakrama Organizer, Jakarta, Kamis, (31/01/2019).

Masih menurutnya, mengangkat tema Asmaradana Pengantin Jawa, Gebyar Pernikahan Indonesia 10th Edition mengulas dengan seksama Paes Ageng Kanigaran nan anggun, megah, sakral, yang dahulu kala hanya digunakan di kalangan keraton.

Selama tiga hari berturut-turut, eksibisi akan bernuansa adat Jawa khususnya Yogyakarta, mendominasi panggung utama, area pameran hingga menjangkau sudut ruangan. Didukung lebih dari 150 vendor pernikahan mulai dari venue, catering, dekorasi, busana, aksesoris, tata rias adat, undangan, fotografi, paket honeymoon hingga entertainment, seluruhnya menghadirkan berbagai informasi pernikahan yang membantu calon pengantin adakan pernikahan impian.(tka)


Hadirkan Asmaradana Pengantin Jawa
Baca Selanjutnya

Dukung Karya Positif dari Generasi Muda Indonesia

INILAHCOM, Jakarta - Kini, semakin banyak tercipta generasi muda Indonesia yang berani berkarya dan konsisten menjadikan kreativitas sebagai kekuatan untuk bertumbuh.

Karena itu, TOP Generation Challenge 2.0 mengambil tema “Muda Kaya Karya” untuk mendorong semangat kreativitas kaum muda di Indonesia dan mempresentasikan diversitas karya anak muda Indonesia.

Hal ini dimaksudkan agar para anak muda tidak lagi takut dan ragu untuk menghasilkan suatu karya yang positif. Ajang ini menjadi wadah anak-anak muda kreatif untuk bisa berkumpul bersama demi menciptakan karya seni yang menginspirasi dan memiliki rasa serta mengintegrasi pengalaman seni menjadi sebuah karya untuk Indonesia.

“Kami menyadari bahwa anak-anak muda Indonesia memiliki potensi luar biasa yang berasal dari kreativitas. Hal ini bisa dilihat dari pesatnya pertumbuhan industri kreatif di tanah air. Berangkat dari hal tersebut, TOP Generation Challenge 2.0 diharapkan dapat menjadi wadah eksistensi yang menghubungkan gelombang kreatifitas dan semangat para anak-anak muda untuk berani mengeksplorasi diri demi menghasilkan karya terbaik,” ujar Edward Christian Djaja, Product Manager TOP Coffee, Jakarta, Kamis, (31/01/2019).

Untuk para generasi muda usia 17 - 35 tahun bisa medaftarkan diri ke website yang ada. Tersedia 2 kategori bagi para calon peserta untuk menentukan pilihan berkarya, yakni kategori Art Maker yang terdiri dari kriya, fotografi, arsitektur, desain komunikasi visual, desain produk, dan seni rupa, serta kategori Content Creator yang terdiri dari aplikasi & pengembangan permainan, film animasi & video, musik, pertunjukan, youtuber, dan vlogger.

Acara ini akan digelar di enam kota yakni Bandung, Yogyakarta, Jakarta, Malang, Surabaya, Denpasar dan bekerja sama dengan komunitas-komunitas kreatif yang ada di kota-kota tersebut. Beberapa komunitas tersebut antara lain Ruang Rupa (Jakarta), Street Stage, Cushcush Gallery dan Serbuk kayu (Surabaya), Ruang MES 56 (Yogyakarta) serta Penahitam (Malang).

Karya yang disertakan harus mengandung unsur seni, tidak memiliki muatan SARA, sesuai dengan norma sosial di Indonesia. Seluruh karya yang masuk kedalam TOP Generation Challenge 2.0 akan dinilai oleh satu kurator yakni Yustiansyah Lesmana (Direktur Artistik Teater Gantha) serta Andi Yusuf Bachtiar (sutradara) untuk kategori Content Maker dan kategori Art Maker, dan Muchlis Fachri (Muklay) sebagai role model seniman muda.

“Acara ini merupakan bentuk apresiasi bagi anak-anak muda yang berani menghasilkan karya seni yang berangkat dari kreatifitas. Oleh karena itu seluruh acara dalam roadshow di setiap kota dipersiapkan khusus agar dapat dinikmati, sekaligus mampu memberikan inspirasi dan insight bagi para anak muda tersebut, terutama dalam berkarya dalam bentuk apapun,” tambah Edward Christian Djaja.(tka)


Dukung Karya Positif dari Generasi Muda Indonesia
Baca Selanjutnya

Indonesia Peringkat ke-6 Negara Terindah di Dunia

INILAHCOM, Jakarta - Indonesia menempati peringkat keenam negara terindah di dunia versi publisher ternama Inggris Rough Guides yang melakukan jajak pendapat kepada netizen yang berasal dari berbagai negara di dunia.

Rough Guides yang berpusat di London, Inggris, menyusun daftar 20 negeri terindah di dunia dari hasil jajak pendapat pengguna internet secara global dan menempatkan Indonesia pada posisi keenam di bawah Afrika Selatan, Italia, Selandia Baru, Kanada, dan Skotlandia yang berada di urutan pertama.

Indonesia melampaui negara-negara di Benua Asia lainnya seperti India berada di peringkat ke-13 dan Vietnam di peringkat ke-20. Melalui laman www.roughguides.com, penyedia guidebook yang berdiri sejak 1982 itu membuat rekomendasi tentang negeri-negeri indah yang patut dikunjungi.

Indonesia dianggap memiliki daya tarik tinggi sebagai negeri yang menyajikan suasana perdesaan, ketenangan pulau-pulau terpencil, hingga puncak gunung yang menjulang. Dari poling pembacanya, Indonesia dianggap sangat menarik karena memiliki 17.508 pulau yang membentang dari barat ke timur serta memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang luar biasa.

Tidak hanya itu, adat istiadat, kuliner, dan lebih dari 500 bahasa daerah juga menjadi daya tarik lain bagi Indonesia. Pesona Bali dan Lombok sebagai daya tarik alam dan budaya juga menjadi salah satu magnet lainnya.

Bali dikenal karena kuil-kuilnya dan titik selancar kelas dunia, sedangkan Lombok karena pantai-pantainya yang memesona. Di utara ada Kalimantan yang menawarkan kesempatan untuk melihat satwa liar orang utan di habitat aslinya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik predikat peringat keenam negeri terindah di dunia bagi Indonesia dalam laman "Rough Guides" yang selama ini menjadi salah satu rujukan utama travellers dunia.

"Posisi ini sangat membanggakan bagi Indonesia, kita bisa menunjukkan kepada dunia bahwa tak ada negeri yang kaya dengan beraneka ragam pemandangan alam yang indah dan keragaman budaya yang memesona selain di sini," kata Menpar Arief, Jakarta, Kamis, (31/01/2019).

Menpar Arief juga mengatakan posisi Indonesia yang dinobatkan Rough Guides sebagai negeri terindah dunia sudah tentu menguatkan aspek 3C (Confidence, Credibility, Calibration) berbagai destinasi wisata di Indonesia khususnya Pulau Dewata Bali dan Lombok.

“Penghargaan ini semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai destinasi wisata kelas dunia. Ini juga memberikan optimisme baru bagi sektor pariwisata di Tanah Air,” tutupnya.(tka)


Indonesia Peringkat ke-6 Negara Terindah di Dunia
Baca Selanjutnya

Jumlah Kasus DBD di Indonesia Semakin Meningkat

INILAHCOM, Jakarta - Jumlah kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) saat ini di Indonesia semakin meningkat.

Menurut data yang didapatkan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, sesuai dari laporan 34 Provinsi sebanyak 15.132 orang dan 145 orang meninggal dunia. Provinsi yang mempunyai tren tinggi kasus suspect dengue adalah Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTT, Sulut, Lampung, dan DKI Jakarta.

"Daerah yang menyatakan KLB saat ini adalah kota Kupang, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ponorogo dan Provinsi Sulawesi Utara," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat drg. Widyawati, MKM, di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Kamis, (31/01/2019).

Masih menurutnya, upaya yang dilakukan Kemenkes adalah dengan memberikan surat edaran Kemenkes kepada semua Gubernur tentang kesiapsiagaan peningkatan kasus DBD. Kemudian, penggerakkan masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk 3M Plus (PSN-3M PLUS), dan mengaktifkan Pokja DBD di setiap Kabupaten / Kota.

"Kabupaten / Kota yang melapor kasus DBD sebanyak 380 dari 33 provinsi dan 259 Kabupaten / Kota mengalami peningkatan kasus DBD," tambahnya.(tka)


Jumlah Kasus DBD di Indonesia Semakin Meningkat
Baca Selanjutnya

Ibu Hamil Tidak Disarankan Konsumsi Kopi

INILAHCOM, Jakarta - Kopi memang salah satu minuman yang saat ini sedang tren dan banyak disukai masyarakat. Namun, ternyata, Ibu hamil tidak disarankan konsumsi kopi. Mengapa?

Karena, menurut dr. Riani F. Suganda, M.Kes, SpGK, asupan air harus dipenuhi oleh Ibu hamil. Hal ini untuk memproduksi air ketuban yang mendukung kehamilan sang Ibu. Karena itu, konsumsi kopi harus benar - benar dibatasi.

Kopi dibatasi karena sifatnya diuretik. Ini akan menyebabkan Ibu hamil mengalami buang air kecil yang sering. Padahal, Ibu hamil sangat membutuhkan asupan mineral yang banyak.

"Kopi dan teh akan mengikat zat besi, padahal saat hamil, yang dibutuhkan adalah pembentukan sel darah merah yang berasal dari zat besi," kata Riani saat ditemui di acara Teman Bumil, Jakarta, Kamis, (31/01/2019).

Masih menurutnya, kekurangan zat besi pada Ibu hamil akan mengakibatkan terjadinya anemia. Ini yang seharusnya dihindari oleh para Ibu hamil.

"Anemia pada Ibu hamil akan berakibat pada kebutuhan nutrisi anak," tambahnya.

Jadi, bagi Ibu hamil, asupan mineral yang dibutuhkan bisa dipenuhi dengan air mineral bukan dengan teh dan kopi.(tka)


Ibu Hamil Tidak Disarankan Konsumsi Kopi
Baca Selanjutnya

Kebutuhan Kalori untuk Ibu Hamil dan Menyusui

INILAHCOM, Jakarta - Kebutuhan kalori pada Ibu hamil perhari meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan.

Menurut dr. Riani F. Suganda, M.Kes, SpGK, pada trimester pertama, kebutuhan kalori pada Ibu hamil mencapai 1500 + 100 kalori. Kemudian, pada trimester kedua, 1500 + 300 kalori.

"Mungkin dengan makan dua gorengan sudah terpenuhi kalorinya. Tapi, apakah itu yang dibutuhkan? Ternyata, itu tidak mencukupi asupan kalori yang sesungguhnya. Ibu hamil tetap membutuhkan karbohidrat, protein, dan lemak. Ini gunanya untuk perkembangan janin dan organ di dalam janin," kata Riani saat ditemui di acara Teman Bumil, Jakarta, Kamis, (31/01/2019).

Kemudian untuk trimester tiga, asupan kalori yang dibutuhkan adalah 1500 + 300 kalori. Kebutuhan itu semakin meningkat ketika Ibu harus menyusui anak. Sekitar 1500 + 600 kalori. Ini bisa dua kali lipat kebutuhan kalorinya.

"Jadi tidak ada alasan ketika sibuk mengurus bayi baru lahir dan tidak punya waktu untuk makan. Karena, Ibu menyusui perlu asupan protein dan mineral untuk memproduksi Air Susu Ibu (ASI)," tambahnya.

Banyak kasus yang ditemukan, ketika seorang Ibu sibuk mengurus anak, dia tidak memperhatikan asupan makanan yang bergizi.

"Ada yang asal saja, makan nasi pakai telor ceplok, tambah kerupuk dan sambal. Selesai. Itu tidak mencukupi kandungan gizi seimbang," ujarnya.(tka)


Kebutuhan Kalori untuk Ibu Hamil dan Menyusui
Baca Selanjutnya

Efek Malnutrisi Saat Kehamilan

INILAHCOM, Jakarta - Ibu hamil kerap tidak menyadari alami malnutrisi. Padahal, seorang Ibu yang sedang mengandung, sangat berperan penting dalam kontribusi memberikan nutrisi yang terbaik untuk calon buah hatinya.

Menurut dr. Riani F. Suganda, M.Kes, SpGK, beberapa efek yang akan terjadi ketika seorang Ibu mengalami nutrisi yang kurang saat hamil adalah akan melahirkan bayi yang kecil.

"Berat badan bayi kurang, ketika kekurangan nutrisi dalam kandungan. Kemudian, efek lainnya adalah bayi akan lahir sebelum waktunya," kata Riani saat ditemui dia cara Teman Bumil, Jakarta, Kamis, (31/01/2019).

Nutrisi sangat penting untuk 1000 hari pertama kehidupan anak. Mulai dari konsepsi hingga usia anak 2 tahun.

"Jika seorang Ibu ingin melakukan program hamil dan berniat untuk hamil, harus benar - benar diperhatikan asupan protein, asam folat, dan zat besi," tambahnya.(tka)


Efek Malnutrisi Saat Kehamilan
Baca Selanjutnya

Ini Angka Kejadian Penyakit Kanker di Indonesia

INILAHCOM, Jakarta - Angka kejadian penyakit kanker di Indonesia adalah 136,2 per 100.000 pernduduk, berada pada urutan delapan di Asia Tenggara.

Sedangkan di Asia, Indonesia menempati urutan ke 23. Angka kejadian di Indonesia untuk laki - laki adalah kanker paru yaitu sebesar 19,4 per 100.000 penduduk dengan rata - rata kematian 10,9 per 100.00 penduduk.

"Kemudian, diikuti dengan kanker hati sebesar 12,4 per 100.000 penduduk dengna rata - rata kematian 7,6 per 100.000 penduduk. Sedangkan angka kejadian untuk perempuan yang tertinggi adalah kanker payudara yaitu sebesar 42,1 per 100.00 per 100.000 penduduk dengan rata - rata kematian 17 per 100.000 penduduk yang diikuti kanker leher rahim sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan 13,9 per 100.000 penduduk kematian," kata Anung Sugihantono, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Kamis, (31/01/2019).

Berdasarkan data Riskesdas, prevalensi tumor atau kanker di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan dari 1,4 per 1000 penduduk di tahun 2013 menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018.

Prevalensi kanker tertinggi adalah di provinsi DI Yogyakarta 4,86 per 1000 penduduk, diikuti Sumatera Barat 2,47 per 1000 penduduk dan Gorontalo 2,44 per 1000 penduduk.

"Kita tidak bisa melihat satu sisi makin banyak, jumlah memang makin meningkat tapi aksesbilitasnya makin meningkat juga. Dulu susah berobat sekarabg kan ada JKN orang punya akses untuk tatalaksana kanker," tambahnya.

Untuk pencegahan dan pengendalian kanker di Indonesia, khususnya dua jenis kanker terbanyak di Indonesia, yaitu kanker payudaran dan leher rahim.

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya antara lain deteksi dini kanker payudaran dan kanker rahim, pada perempuan usia 30 - 50 tahun dengan menggunakan metode Pemeriksaan Payudara Klinis (Sadanis) untuk payudara, dan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) untuk kanker leher rahim. (tka)


Ini Angka Kejadian Penyakit Kanker di Indonesia
Baca Selanjutnya

Cegah Kanker, Tingkatkan Deteksi Dini di Puskesmas

<B>INILAHCOM, Jakarta - Deteksi dini harus terus ditingkatkan untuk mencegah terjadinya kanker. Hal ini bisa dilakukan di tingkat pelayanan kesehatan primer, yaitu Puskesmas. </B>

Menurut Prof. Dr. dr. Soehartati GW, Sp.Rad(K), Onk.Rad, ada enam pengetahuan yang diharapkan terdapat di pusat pelayanan kesehatan Primer. Untuk pencegahan dan pengendalian kanker di Indonesia, khususnya dua jenis kanker terbanyak di Indonesia, yaitu kanker payudaran dan leher rahim.

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya antara lain deteksi dini kanker payudaran dan kanker rahim, pada perempuan usia 30 - 50 tahun dengan menggunakan metode Pemeriksaan Payudara Klinis (Sadanis) untuk payudara, dan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) untuk kanker leher rahim.

"Kemudian, deteksi dini Kanker kulit dengan Sakuri.

Deteksi dini Kanker mulut Rahim dengan IVA test.

Deteksi dini Kanker usus dengan pengecekan darah yang samar, kemudian pemeriksaan mata dengan retinoblastoma.

Kemudian deteksi dini Kanker prostat dengan colok dubur. Enam kemampuan yang dapat dilakukan di Puskesmas," kata Soehartati, di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Kamis, (31/01/2019).

Masih menurutnya, kanker yang sulit terdeteksi adalah kanker paru. Hal ini hanya bisa dilihat dari gejala.

"Ketika pasien yang batuk dan tidak sembuh - sembuh, ini bisa dirujuk ke rumah sakit untuk mengatasi dan mengetahui apakah terdapat kanker paru atau tidak," tambahnya.

Berdasarkan data Riskesdas, prevalensi tumor atau kanker di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan dari 1,4 per 1000 penduduk di tahun 2013 menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018.

Prevalensi kanker tertinggi adalah di provinsi DI Yogyakarta 4,86 per 1000 penduduk, diikuti Sumatera Barat 2,47 per 1000 penduduk dan Gorontalo 2,44 per 1000 penduduk. (tka)


Cegah Kanker, Tingkatkan Deteksi Dini di Puskesmas
Baca Selanjutnya

Rabu, 30 Januari 2019

Stimulasi Penting pada Pertumbuhan Anak

<B>INILAHCOM, Jakarta - Psikolog anak dan keluarga, Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi, yang disapa dengan Bunda Romy, memaparkan sisi lain yang harus diperhatikan dalam momen emas pertumbuhan anak. Penasaran seperti apa?</B>

“Untuk membahas pertumbuhan buah hati terutama di 1000 hari pertama kehidupan mereka, sebenarnya tidak terlepas dari kondisi psikologis sang Ibu, baik saat mengandung sampai setelah melahirkan," kata Bunda Romy, Jakarta, Selasa, (29/01/2019).

Sangat wajar jika pada ibu timbul kecemasan. Nah, kecemasan ini yang harus diatasi dengan baik supaya tidak berpengaruh menjadi overstimulasi pada buah hati atau bahkan menjadi sebaliknya. Cara mengatasinya adalah Ibu harus memperbanyak pengetahuan, memilah informasi yang mereka terima, dan melakukan stimulasi yang tepat yang tidak berdasarkan tren yang ada.

"Stimulasi perlu dilakukan untuk mengembangkan kemampuan kognitif, fisik, dan sosial emosi anak. Stimulasi saat 270 hari pertama dapat dilakukan lewat suara maupun sentuhan atau tekanan lembut. Sedangkan stimulasi anak di usia 0-24 bulan, dapat dilakukan melalui aktivitas bermain maupun keseharian, misalnya saat menyusui(breastfeeding), dan sebagainya," tambah Bunda Romy.

Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan Ibu untuk menstimulasi anak di usia 0 – 24 bulan, diantaranya:

1. Cek apakah tumbuh kembang anak sudah sesuai usianya. Jika belum, konsultasikan lebih lanjut ke psikolog maupun dokter tumbuh kembang

2. Gunakan aktivitas keseharian maupun bermain untuk media stimulasi yang dapat mengembangkan keseluruhan potensi anak

3. Sesuaikan cara stimulasi dengan karateristik dan tugas perkembangan anak

4. Dampingi dan responsif terhadap setiap tindakan atau pertanyaan anak

5. Berikan kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungan tanpa banyak larangan dengan tetap menjaga keamanan

6. Kerjasama Ayah dan Ibu diperlukan dalam proses stimulasi agar anak sehat dan berkembang optimal.(tka)


Stimulasi Penting pada Pertumbuhan Anak
Baca Selanjutnya

Penting, Orangtua Pantau Pertumbuhan Anak

<B>INILAHCOM, Jakarta - Pertumbuhan dan perkembangan anak di 1000 hari pertama kehidupannya, yaitu dimulai dari 270 hari masa kehamilan dan 730 hari (2 tahun) pertama
setelah dilahirkan merupakan masa yang penting. </B>

Pada periode itu, terjadi perkembangan otak yang sangat pesat sehingga masa 1000 hari pertama kehidupan tersebut sering disebut sebagai momen emas pertumbuhan sang buah hati atau anak.

Yang perlu diperhatikan oleh orangtua pada momen emas tersebut adalah nutrisi yang seimbang dan stimulasi yang tepat, karena dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Imunisasi dan perawatan yang tepat juga dibutuhkan untuk kesehatan anak. Selain nutrisi dan stimulasi, perawatan kulit sang buah hati juga memerlukan perawatan khusus
karena kulit bayi khususnya yang baru lahir sangat halus dan lembut, sehingga penting bagi Ibu untuk menjaga kebersihan kulit dan memilih produk yang ramah terhadap kulit bayi.

“1000 hari pertama kehidupan buah hati dimulai dari 270 hari di dalam kandungan dan 730 hari setelah lahir. 730 hari ini pun dibagi kembali ke dalam fase 0-12 bulan dan 12-24 bulan. Ini adalah masa penting bagi perkembangan otak sang buah hati, serta pertumbuhan dan perkembangan buah hati sehingga disebut sebagai momen emas,” kata dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), MPH, Jakarta, Selasa, (29/01/2019).

Nutrisi yang seimbang dan stimulasi yang tepat dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain itu, kondisi kesehatan kulit bayi juga memerlukan perawatan khusus, karena kulit bayi berbeda dengan orang dewasa.

"Kulit bayi lebih tipis dan lebih sensitif dibandingkan kulit dewasa, sehingga pada momen emas tersebut, penting bagi Ibu untuk menjaga kebersihan kulit dan memilih produk yang ramah dengan kulit bayi yang sensitif.” lanjutnya.(tka)


Penting, Orangtua Pantau Pertumbuhan Anak
Baca Selanjutnya

Oriental Blossom GI Angkat Nuansa Pink

INILAHCOM, Jakarta - Tema Oriental Blossom diangkat Grand Indonesia untuk menyemarakkan tahun baru Imlek 2019. Seperti apa?

Ada beberapa rangkaian acara menarik yang dapat pengunjung nikmati sambil berbelanja. Mulai dari dekorasi bernuansa pink yang menghiasi area mal hingga beragam pertunjukan menarik yang siap menghibur para pengunjung di tahun shio Babi Tanah ini.

Pertunjukan utama yang akan memeriahkan event The Oriental Blossom kali ini yaitu berupa weekend attractions bertajuk Enchanting Orient Show akan berlangsung di Main Atrium – East Mall lantai 1 dan Fountain Atrium – West Mall lantai 3A setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu mulai pukul 15.00 – 20.00 WIB. Atraksinya berupa Shanghai Jazz, Barongsai, Liong Dance, Shaolin Show, Chinese Gods Parade dan masih banyak lagi.

Shopping program kali ini mengajak para customer untuk mencoba keberuntungan mereka melalui permainan fortune stick di booth Discover Your Fortune yang terletak di area Skybridge lantai 1 mulai tanggal 26 Januari – 10 Februari 2019, dengan cara melakukan minimum transaksi senilai Rp.8 juta, customer berkesempatan untuk mendapatkan hadiah berupa Trip to Taipei / Hongkong / Bangkok / Kuala Lumpur / Singapore dan berbagai hadiah menarik lainnya.

"Untuk Customer Grand Indonesia yang ingin mengabadikan moment imlek bersama keluarga dan orang terkasih, jangan lewatkan program social media yaitu Pose, Post & Win yang berlangsung mulai tanggal 25 Januari – 10 Februari 2019," kata Dinia Widodo selaku Public Relations Manager Grand Indonesia, Jakarta, Rabu, (30/01/2019).

Caranya sangat mudah, yaitu mengupload foto terbaik di area dekorasi The Oriental Blossom Grand Indonesia ke social media, lalu tag @grandindo dan sertakan hash tag #OrientalBlossomGI. Foto yang paling unik dan menarik akan mendapatkan hadiah menarik dari Grand Indonesia.(tka)


Oriental Blossom GI Angkat Nuansa Pink
Baca Selanjutnya

Banyuwangi Siapkan 99 Acara Unggulan

INILAHCOM, Jakarta - Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, tahun ini Banyuwangi menyiapkan 99 event unggulan yang dikemas sebagai Majestic Banyuwangi Festival 2019.

“Majestic Banyuwangi Festival 2019 ini ibarat rangkuman bagi segenap potensi yang ada di Kabupaten Banyuwangi mulai dari seni budaya, kekayaan alam, dan kreativitas masyarakat sekaligus mengukuhkan Banyuwangi sebagai kota festival yang terkenal di Indonesia karena keberhasilannya dalam menyelenggarakan Banyuwangi Ethno Carnival,” kata Bupati Abdullah Azwar Anas, Jakarta, Selasa, (29/01/2019).

Abdullah Azwar Anas mengatakan, peluncuran Majestic Banyuwangi Festival 2019 memberi semangat pada masyarakat Banyuwangi untuk melakukan perubahan antara lain lebih ramah, bersih, dan sejahtera.

“Bila semula PAD (Pendapatan Asli Daerah) pariwisata Banyuwangi sebesar Rp.90 miliar, kini mencapai Rp.460 miliar dan ini dinikmati langsung oleh masyarakat,” tambah Abdullah Azwar Anas.

Menpar Arief Yahya mengapresiasi ‘Majestic Banyuwangi Festival 2019’ yang menampilkan 99 event di antaranya event digital dan milenial.

“Ada 30 persen sebagai event digital dan milenial di antaranya, Festival Juragan Pintar,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Festival Juragan Pintar menghadirkan start up Warung Pintar yang merupakan warung dikawinkan dengan teknologi dalam pengelolaannya sehingga memberikan  kemudahan bagi pemilik warung serta kenyamanan bagi para pelanggannya. Teknologi ini bisa digunakan sebagai alat promosi pariwisata di Indonesia berbasis digital.

Tahun 2012, Banyuwangi baru memiliki 12 event, tahun 2018 lalu melonjak 75 event, dan tahun ini menjadi 99 event. Semua event ini melibatkan seluruh potensi masyarakat Banyuwangi.

Banyuwangi memiliki daya tarik wisata alam kelas dunia antara lain Kawah Ijen yang populer dengan blue fire, Taman Nasional Baluran, dan Pantai G-Land  yang banyak diminati wisman. Posisi geografis Banyuwangi yang dekat dengan Bali, menjadikan pariwisata Banyuwangi cepat menuju go international.

Jumlah kunjungan wisman ke Banyuwangi tahun 2017 sebanyak 98.970 orang, sedangkan wisnus sebanyak 4,83 juta. Tahun 2018 kunjungan wisman diproyeksikan sebanyak 100.000 wisman, dan wisnus sekitar 5 juta. (tka)


Banyuwangi Siapkan 99 Acara Unggulan
Baca Selanjutnya

Ini Tiga Strategi Percepat Destinasi Banyuwangi

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, tiga strategi telah dilakukan pemerintah bersama stakeholder pariwisata untuk mempercepat destinasi Banyuwangi go international. Seperti apa?

Pertama, memperkuat atraksi budaya, Banyuwangi memiliki atraksi budaya berkelas dunia antara lain Gandrung Sewu, Banyuwangi Ethno Carnival, International Tour de Banyuwangi Ijen yang masuk dalam 100 Events Wonderful Indonesia. Kedua, menjadikan Bandara Banyuwangi sebagai bandara internasional.

“Sejak 19 Desember 2018, Bandara Banyuwangi telah ditetapkan sebagai bandara internasional dan akan terus dievaluasi hingga Maret 2019. Untuk ini seat capacity penerbangan ke sana harus di tingkatkan agar di atas 60 persen," kata Arief Yahya di Kementerian Pariwisata, Jakarta, Selasa, (29/01/2019).

Ketiga, Banyuwangi harus menjadi UNESCO Global Geopark (UGG). Dengan menjadi UGG promosi Banyuwangi akan mendunia.

Masih menurut Arief Yahya ketika meresmikan Calender of Event Banyuwangi Majestic Banyuwangi Festival 2019 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, didampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, penetapan Banyuwangi menjadi UGG diperkirakan sekitar tahun 2021, karena tahun lalu Banyuwangi baru saja dikunjungi Sekjen UNESCO Global Geopark, Guy Martini untuk penilaian geopark di sana.

“Kita bisa belajar dari China yang mampu memanfaatkan geopark miliknya untuk menggaet sebanyak 21 juta pengunjung,” ujar Arief Yahya.

Tiga destinasi di Banyuwangi Taman Nasional Alas Purwo,  Gunung Ijen, dan Pantai Pulau Merah telah ditetapkan sebagai kawasan Geopark Nasional dan telah diusulkan menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG).(tka)


Ini Tiga Strategi Percepat Destinasi Banyuwangi
Baca Selanjutnya

Jangan Lupa, Cegah Demam Berdarah dengan 3M Plus

INILAHCOM, Jakarta - Pencegahan demam berdarah yang paling efektif dan efisien sampai saat ini adalah kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus.

Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, saat ditemui di acara temu media, Jakarta, Rabu, (30/01/2019), ada beberapa tahapan yang bisa Anda lakukan di lingkungan rumah.

1. Menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti: bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain

2. Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti: drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya

3. Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular Demam Berdarah

Adapun yang dimaksud dengan Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan lainnya seperti:

1. Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan. misalnya water toren, gentong/tempayan penampung air hujan, CHI.

2. Menggunakan kelambu saat tidur

3. Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk

4. Menanam tanaman pengusir nyamuk

5. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di-
dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain

6. Menggunakan anti nyamuk semprcrt maupun oles bila diperlukan.

"Kementerian Kesehatan menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk turut peduli dalam upaya mencegah penyebaran DBD antara lain dengan menjaga kebersihan lingkungan, melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) minimal di lingkungan tempat tinggalnya masing - masing, tempat kerja, sekolah dan tempat ibadah," kata Siti, Jakarta.

Untuk mewujudkan hal tersebut di atas diperlukan komitmen dan upaya yang luar biasa dari pemerintah daerah, sektor swasta dan peran serta aktif masyarakat untuk bersama-sama dalam melakukan langkah-langkah pencegahan penularan penyakit DBD.

"Caranya melalui kegiatan pemantauan jentik secara berkala dan PSN 3M Plus, karena saat ini kita masih menghadapi musim penghujan, bahkan pola curah hujan yang tak menentu pada awal tahun 2019 ini, sehingga masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan DBD dengan cara menggiatkan gerakan PSN 3M Plus serentak," tambahnya. (tka)


Jangan Lupa, Cegah Demam Berdarah dengan 3M Plus
Baca Selanjutnya

Beberapa Faktor Pengaruhi Munculnya DBD

INILAHCOM, Jakarta - Ada beberapa faktor yang mempengaruhi munculnya Demam Berdarah Dengue (DBD) saat ini.

Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, salah satu faktor munculnya DBD adalah rendahnya status kekebalan kelompok masyarakat.

"Kemudian, kepadatan populasi nyamuk penular karena banyaknya tempat perindukan nyamuk yang biasanya terjadi pada musim penghujan dimana banyak timbul genangan-genangan air di sekitar pemukiman seperti talang air, ban bekas, kaleng, botol, plastik, gelas bekas air mineral, lubang pohon, pelepah daun dan lain-lain," kata Siti Nadia Tarmizi, Jakarta, Rabu, (30/01/2019).

Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus Dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes. Demam berdarah dengue banyak dijumpai terutama di Daerah tropis dan sering menimbulkan kejadian luar biasa (KLB).

Menurut Data Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD pada 2019 terdapat sekitar 600 kasus yang berasal dari 2 provinsi, jumlah penderita dengan jumlah kematian sekitar 16, hingga Januari ini.

"Gejala awal demam berdarah dengue antara lain, demam tinggi mendadak berlangsung sepanjang hari, nyeri kepala, nyeri saat menggerakan bola mata dan nyeri punggung, kadang disertai adanya tanda-tanda perdarahan, pada kasus yang lebih berat dapat menimbulkan nyeri di ulu hati, perdarahan saluran cerna, syok, hingga kematian," tambahnya.(tka)


Beberapa Faktor Pengaruhi Munculnya DBD
Baca Selanjutnya

Jangan Panik, Ini Cara Atasi DBD

INILAHCOM, Jakarta - Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus Dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes. Jika terserang DBD, jangan panik, Anda bisa mengatasi hal itu dengan berbagai cara.

Demam berdarah dengue banyak dijumpai terutama di Daerah tropis dan sering menimbulkan kejadian luar biasa (KLB).

Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, masa inkubasi demam berdarah 3 sampai 14 hari tetapi pada umumnya 4 sampai 7 hari.

"Beberapa upaya pertolongan awal terhadap penderita dapat dilakukan antara lain istirahat, perbanyak asupan cairan atau banyak minum sekurangnya 2 liter per hari, kompres hangat, bila demam tinggi dapat diberikan obat pereda demam (antipiretik) seperti parasetamol," ujar Siti Nadia, Jakarta, Rabu, (30/01/2019).

Bila 2-3 hari gejala semakin memburuk seperti pasien tampak makin lemas, muntah-muntah, gelisah atau timbul pendarahan spontan seperti mimisan, perdarahan gusi, perdarahan saluran cerna dan lain sebagainya diharapkan agar segera dibawa ke rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan setempat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.(tka)
 


Jangan Panik, Ini Cara Atasi DBD
Baca Selanjutnya

Awal 2019, Terdapat 13.683 Kasus DBD di Indonesia

INILAHCOM, Jakarta - Pada 2019 data yang masuk sampai 29 Januari, tercatat jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) sebesar 13.683 penderita, dilaporkan dari 34 Provinsi dengan 132 kasus diantaranya meninggal dunia.

Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan Januari tahun sebelumnya (2018) dengan jumlah penderita sebanyak 6.167 penderita dan jumlah kasus meninggal sebanyak 43 kasus.

"Kemudian, pada awal tahun 2019 ini tercatat beberapa daerah melaporkan Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD diantaranya Kota Manado (Sulawesi Utara) dan 7 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu Sumba Timur, Sumba Barat, Manggarai Barat, Ngada, Timor Tengah Selatan, Ende dan Manggarai Timur," kata Siti Nadia Tarmizi, Jakarta, Rabu, (30/01/2019).

Sedangkan beberapa wilayah lain mengalami peningkatan kasus namun belum melaporkan status kejadian luar biasa.

Dalam rangka mengantisipasi terjadinya peningkatan kasus DBD pada akhir tahun 2018 dan awal tahun 2019 ini, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan telah menghimbau kepada seluruh jajaran pemerintah daerah melalui surat edaran Menteri Kesehatan RI nomor PV. O2. O1/Menkes/721/2018 tanggal 22 November 2018 perihal Kesiapsiagaan Peningkatan Kasus DBD.

Dalam surat tersebut Menteri Kesehatan menghimbau pemerintah daerah untuk:

1. Meningkatkan upaya penggerakan masyarakat dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui kegiatan menguras, menutup dan memanfaatkan kembali barang bekas, plus mencegah gigitan nyamuk (3M plus), dengan cara mengimplementasikan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J).

2. Memeningkatkan surveilans kasus dan surveilans faktor risiko terhadap kejadian demam berdarah dengue, diantaranya melalui kegiatan Pemantauan Jentik Berkala (PJB) dan mengaktifkan Juru Pemantau Jentik (Jumantik)

3. Mengaktifkan kembali Kelompok Kerja Operasional penanggulangan DBD (Pokjanad DBD) pada berbagai tingkatan RT/RW, desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota dan provinsi.

4. Meningkatkan kapasitas sumber daya pencegahan dan pengendalian DBD, meliputi peningkatan kapasitas SDM, biaya serta bahan dan peralatan.

5. Menerbitkan Surat Edaran Gubernur kepada Bupati dan Walikota dalam rangka kesiapsiagaan peningkatan kasus DBD.

Disamping itu, Kementerian Kesehatan juga telah melakukan upaya:

1. Melalui surat edaran Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit nomor PV.02.01/4/87/2019 tanggal 11 Januari 2019 kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi seluruh Indonesia untuk ikut mendukung dan menggerakan pelaksanaan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus di wilayahnya serta mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk upaya antisipasI dan penanggulangan KLB DBD.

2. Sosialisasi kepada masyarakat untuk melaksanakan kegiatan PSN 3M Plus melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik.

Dukungan Tim Terpadu kementerian Kesehatan dalam asistensi upaya penanggulangan KLB di beberapa daerah.

"Mendistribusikan dukungan bahan dan alat pengendalian vektor keseluruh provinsi berupa insektisida, larvasida, Jumantik Kit, Mesin fogging," ujarnya. (tka)


Awal 2019, Terdapat 13.683 Kasus DBD di Indonesia
Baca Selanjutnya

Kasus DBD di Jakarta Selatan Paling Tinggi

INILAHCOM, Jakarta - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan virus Dengue terjadi di Jakarta dengan peningkatan kejadian yang tinggi. Salah satunya terjadi di Jakarta Selatan.

Inda Mutiara selaku Kepala Seksi Penyakit Menular Vektor dan Zonatik Dinkes Provinsi DKI Jakarta menjelaskan, sebagaian besar kasus DBD di Jakarta adalah didominasi para anak usia Sekolah. DKI Jakarta, populasi jiwa mencapai 10,3 juta.

"Tren tertinggi DBD akan ada pada saat April mendatang. Mungkin karena perpindahan dari musim hujan ke musim kemarau. Kalau untuk kasus di 2019, Jakarta Selatan itu tertinggi insiden ratenya sekitar 4,9 persen," kata Inda saat ditemui di Temu Media, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Rabu, (30/01/2019).

Kemudian, sekitar 4,1 persen di Jakarta Barat, Jakarta Timur 2,5 persen, Jakarta Pusat 1, 5 persen, dan Jakarta Utara 1,4 persen.

Masih menurutnya, upaya Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk menangani wabah DBD ini adalah dengan melakukan berbagai penyuluhan DBD di berbagai pertemuan warga.

"Misalnya dalam arisan rumah tangga, perkumpulan karang taruna, untuk mempercepat sosialisasi pencegahan dan penanganan DBD. Dari rumah ke rumah juga kami sosialisasikan," tambahnya.

Hingga kini, untuk mengobati pasien DBD yang berdomisili di Jakarta, mereka bisa mengakses rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS. (tka)


Kasus DBD di Jakarta Selatan Paling Tinggi
Baca Selanjutnya

Tips Terapi Mengatasi Sakit Perut

UNTUK mereka yang memiliki masalah dengan sakit perut, ada beberapa tips mudah yang bisa dilakukan. Seperti sakit maag, perut kembung, mual, nafsu makan hilang, nyeri, badan berkeringat banyak, degdegan atau perasaan cemas bisa disembuhkan atau diringankan dengan menstimulir merangsang refleksi lambung dan usus.

Untuk mengatasi menyembuhkan luka lambung dan luka usus 12 jari organ yang dirawat ditekan titik refleksi lambung dan usus. Disamping itu perlu dirangsang atau dipijat juga area refleksi gastroktosis, usus 12 jari dan pancreas. Termasuk meredian usus besar dan meridian lambung sebaiknya juga dirangsang.

Terapi menghilangkan mengatasi gangguan pencernaan bisa dilakukan dengan memijat atau menekan keras, kuat titik zona refleksi di atas cekungan telapak kaki. Indikasinya, melancarkan sirkulasi darah, mempercepat apsorsi dan memperbaiki peradangan.

Selain itu juga dapat mengatasi luka usus, menyempurnakan oksidasi, mengeluarkan membuang toksin  dan memperlancar pencernaan. Termasuk juga menghilangkan sakit perut dan badan menjadi sehat, lebih kuat.


Tips Terapi Mengatasi Sakit Perut
Baca Selanjutnya

Selasa, 29 Januari 2019

Hindari Gawai, Beri Stimulasi Nyata untuk Anak


<B>INILAHCOM, Jakarta - Memberikan stimulasi kepada anak sangat Penting. Tetapi, tidak jarang saat ini para orangtua sering memberikan gawai (gadget) kepada anaknya. </B>

Menurut psikolog Dr. Rose Mini A.Prianto, M.Psi, jangan memberikan gawai kepada anak untuk menemani perkembangan anak. Karena, pada dasarnya, seorang anak hanya butuh stimulasi yang nyata.

"Saya selalu menyarankan mencari hal sesuatu yang nyata untuk stimulasi anak Dan menjauhkan gadget. Harus dari benda yang asli dan ada di rumah," kata Rose Mini saat ditemui di Jakarta, (29/01/2019).

Salah satu contoh yang paling mudah adalah ketika mengenalkan warna. Banyak orangtua yang mengenalkan warna dengan video. Padahal, untuk mengenalkan warna, bisa dengan benda saja.

"Misalnya dengan botol minum berwarna, toples berwarna, boneka. Tidak harus terpaku dengan balon dan video," tambahnya.


Hindari Gawai, Beri Stimulasi Nyata untuk Anak
Baca Selanjutnya

Peran Suami Penting Ketika Istri Hamil

<B>INILAHCOM, Jakarta - Peran suami saat Istri hamil sangat diperlukan. Hal ini untuk mendukung kenyamanan yang dimiliki seorang calon Ibu. </B>

"Salah satu bentuk dukungan suami kepada istrinya yang sedang hamil adalah dengan mengantar Istri ke dokter kandungan. Dari situ terlihat adanya kepedulian seorang suami kepada Istri," kata Dr. Rose Mini A.Prianto, M.Psi, saat ditemui di Jakarta, Selasa, (29/01/2019).

Masih menurutnya, dengan kepedulian seorang suami, sang istri merasa nyaman dan anak di dalam kandungan bahagia. Ketika calon Ibu merasakan kontraksi, calon Ayah bisa mengusap perutnya.

"Dengan mengusap perut calon Ibu, ini juga akan menjadi bentuk dukungan," tambahnya.

Prilaku tersebut menunjukkan bahwa seorang suami peduli dengan Istri. Calon Ibu pun tidak merasa berjuang sendiri untuk calon bayinya.(tka)


Peran Suami Penting Ketika Istri Hamil
Baca Selanjutnya

Anak Tidak Bisa Diatur, Bisa Dilihat Saat Hamil?

<B>INILAHCOM, Jakarta - Terkadang, ada orangtua yang menghadapi masalah ketika anaknya sulit diatur. Ternyata, hal ini bisa dilihat saat sang Ibu hamil. Seperti apa? </B>

Menurut Dr. Rose Mini A.Prianto, M.Psi, tidak jarang ditemukan orangtua yang mencari solusi ketika anaknya tidak bisa diatur. Ketika menemukan kasus tersebut, sebenarnya bisa dirunut saat sang Ibu hamil.

"Anak masih kecil usia 3 tahun. Kita lihat dulu, standard orangtuanya seperti apa. Ketika anak dianggap hiperaktif, dilihat saat di dalam kandungan. Misalnya ketika mengandung, sang Ibu sedang diambang perceraian. Ini bisa berpengaruh," kata Rose Mini, Jakarta, Selasa, (29/01/2019).

Keadaan tersebut bisa menjadikan sang Ibu tidak nyaman saat mengandung. Ketika Ibu merasa tidak nyaman, ini akan berdampak pada psikologis anak.

"Ketika Ibu mengalami masalah keluarga, dia akan berpikir tentang masalah tersebut. Sehingga kebutuhan nutrisi, misalnya, yang seharusnya diperlukan anak di dalam kandungan, tidak terpenuhi," ungkapnya.(tka)


Anak Tidak Bisa Diatur, Bisa Dilihat Saat Hamil?
Baca Selanjutnya

Princess Cruises Siap Manjakan Turis Asia Tenggara

INILAH.COM, Jakarta-Liburan di kapal pesiar kini menjadi trend baru bagi para pelancong. Saat ini kapal pesiar super mewah Princess Cruises tengah gencar promosi di Asia Tenggara. Kapal ini siap memberikan pengalaman berlibur di atas hotel mewah terapung di laut.

Princess Cruises telah melayani sekitar dua juta turis setiap tahunnya di atas 17 kapal pesiar mewah ke 360 destinasi global yang penuh pesona. Sehubungan dengan perayaan hari jadi ke-5 peluncuran rute Princess Cruises dari Singapura ke Asia Tenggara, Farriek Tawfik selaku Direktur Asia Tenggara Princess Cruises mengaku siap menjelajahi Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Berdasarkan data Princess Cruises, sekitar 46.700 turis Indonesia berwisata pesiar di 2017 dan tumbuh sekitar 40 persen dari tahun sebelumnya. Tetapi, di antara total 4 juta turis Asia yang berlayar di 2017, jumlah turis pesiar dari Indonesia hanya 1,2 persen.

"Kami masih perlu untuk terus memperkenalkan dan meningkatkan kesadaran akan pelayaran sebagai pilihan liburan menarik. Itulah sebabnya kami bekerja sama dengan mitra agen perjalanan lokal untuk memberikan edukasi bahwa berwisata pesiar merupakan sebuah pilihan liburan nyaman, mudah, terjangkau, mewah, dan cocok untuk semua anggota keluarga," kata Farriek dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/1/2019).

Farriek menambahkan, yang membuat para turis senang berwisata dengan kapal pesiar ini karena mereka mendapat pelayanan terbaik, termasuk hadirnya OCEAN Medallion, perangkat teknologi nirkabel canggih perdana seukuran koin yang dapat dikenakan sebagai gelang, liontin, atau cukup disimpan di saku atau tas.

Para tamu dapat menggunakannya untuk membuka kunci pintu kabin, mempercepat durasi keberangkatan, memesan makanan dan minuman, melakukan pembayaran, mendapatkan informasi waktu pertunjukan dan hiburan, memesan perjalanan wisata darat, dan masih banyak lagi.

OCEAN Medallion tersedia di atas kapal Carribean Princess. Mulai Februari 2019, akan tersedia di atas kapal Regal Princess. Kedua kapal pesiar tersebut berbasis di Florida, Amerika Serikat, dan akan berlayar di sekitar Kepulauan Karibia.

Sementara, mulai November 2019 hingga Februari 2020, Princess Cruises menawarkan pelayaran dengan durasi 3 malam hingga 13 malam dari Singapura ke sekitar Asia Tenggara. Salah satu pengalaman langka ini yang dihadirkan adalah kesempatan untuk melihat Annular Solar Eclipse dari Selat Malaka.

"Pelayaran jangka pendek dari Singapura ini menawarkan kenyamanan dan nilai lebih yang sangat menarik bagi turis Indonesia, khususnya bagi para keluarga wisatawan pesiar yang belum pernah memiliki pengalaman berpesiar sebelumnya," paparnya.

Saat ini, Princess Cruises akan terus bekerja sama dengan agen perjalanan lokal terpercaya di Indonesia yang berlokasi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Palembang, Jawa Tengah, dan Bandung.

"Selain itu, kami juga akan hadir menjumpai para calon turis Indonesia dengan berpartisipasi dalam beberapa acara wisata besar Indonesia untuk memperkenalkan fasilitas MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions) kepada para penyelenggara acara," demikain Farriek Tawfik. [adc]


Princess Cruises Siap Manjakan Turis Asia Tenggara
Baca Selanjutnya

Tips, Atasi Masalah Berat Badan Anak Menurun

INILAHCOM, Jakarta - Ada beberapa tips untuk mengatasi masalah berat badan anak menurun. Orangtua bisa mengatasi dengan tepat dan cepat jika mengetahui adanya gangguan yang tidak beres pada pertumbuhan anak.

Menurut DR. Dr. Conny Tanjung, Sp.A(K), pemantauan berat badan anak bisa dilakukan mulai dari cara memberikan makan. Asupan makanan juga sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Mengapa? Karena, komposisi makanan anak terutama asupan protein sangat berperan dalam menstimulasi perkembangan otak dan pertumbuhan anak.

"Cara memberikan makan juga sangat penting. Ini akan menjadikan kebiasaan pada anak agar tetap memiliki selera makan," kata Conny saat ditemui di Jakarta, Selasa, (29/01/2019).

Berikut adalah beberapa tips yang bisa orangtua simak ketika menghadapi masalah terkait berat badan anak.

1. Disiplin untuk makan pada jam makan

"Kalau setengah jam enggak habis sudah jangan diteruskan lagi. Setengah jam sudah habis tunggu jam makan berikutnya. Karena nanti anak akan minta makan sendiri," ujar Conny.

2. Jangan kasih gadget

"Karena itu lebih ke arah disktraksi. Jadi gadget adalah suatu hal yang sangat menyenangkan untuk anak. Jadi kalau dikasih makan, makanannya menjadi hal yang sangat mengganggu kesenangannya," tambahnya.

3. Jangan kasih camilan

"Itu yang ditunggu anak, camilan. Setelah makan tiga puluh menit, jangan dikasih camilan. karena jika dikasih camilan, dia akan malas makan," paparnya.

4. Coba makanan terlebih dahulu

"Sebelum diberikan ke anak, lebih baik makanannya dicoba dulu oleh orangtuanya. Kalau tidak ada rasanya, sudah pasti anak tidak suka makanannya," tambahnya. 

5. Jangan lupa konsumsi protein

"Konsumsi makanan berprotein adalah sangat baik. misalnya, anak dikasih makan nasi dan tiga sayur. Ini tidak ada proteinnya. Padahal protein adalah hal yang menjadi sumber perangsang pertumbuhan anak," katanya. (tka)


Tips, Atasi Masalah Berat Badan Anak Menurun
Baca Selanjutnya

Cari Tahu Sebab Berat Badan Anak Menurun

INILAHCOM, Jakarta - Berat badan adalah salah tolak ukur untuk tumbuh kembang anak. Ini yang biasa menjadi pembicaraan antar para orangtua ketika bertemu.

Tidak perlu bersedih ketika berat badan anak mengalami penurunan. Hal yang paling penting adalah cari tahu sebab mengapa berat badan anak bisa menurun atau berada di bawah rata - rata.

Menurut  DR. Dr. Conny Tanjung, Sp.A(K), ada beberapa tata laksana yang bisa Anda lakukan untuk mengatahui sebab berat badan anak berubah. Ini bisa Anda pantau di rumah bersama dengan pasangan Anda.

"Ada beberapa cara yang bisa dilakukan orangtua. Yang jelas, orangtua harus mau dan cari tahu sebabnya," kata Conny, Jakarta, Selasa, (29/01/2019).

Berikut adalah poin penting yang bisa Anda lakukan sebagai orangtua untuk memantau tumbuh kembang anak melalui berat badan.

1. Ukur berat badan Dan tinggi badan

Lihat faktor lain, misalnya di bawah 6 bulan. asupan Air Susu Ibu (ASI) apakah sudah cukup atau tidak.

"Kalau ASI nya cukup atau salah cara menyusuinya akan menjadi penyebab penurunan berat badan pada anak," tambah Conny.

2. Konsumsi MPASI (Makanan Pendamping ASI)

Apakah konsumsi MPASI anak baik atau tidak? Ini harus dilihat apa yang diberikan kepada anak seperti asupan protein sudah cukup atau tidak.

"Kemudian jika tidak berhasil meningkatkan berat badan, bisa diberikan supplement atau bantuan vitamin. Bisa juga diberikan protein lewat susu. Tentu semua itu harus melalui konsultasi dokter terlebih dahulu," papar Conny.

3. Cari penyebab lain

"Ketika anak tidak naik berat badan, bisa terjadi misalnya anak mengalami inveksi saluran kemih atau sakit batuk dan pilek. Ini hal yang juga sering menjadi penyebab," ujarnya. (tka)


Cari Tahu Sebab Berat Badan Anak Menurun
Baca Selanjutnya

Asupan Makanan jadi Penentu Tumbuh Kembang Anak

INILAHCOM, Jakarta - Pada usia tumbuh kembang anak, pada dasarnya dia belum bisa menentukan sendiri apa yang baik untuk dikonsumsi. Maka orangtua adalah penentu dalam memilih asupan dan pola makan yang baik bagi anak.

Untuk itu, penting bagi orangtua untuk memilki persepsi yang benar dalam menghadapi masalah berat badan kurang pada anak.

“Upaya perbaikan gizi memerlukan peran aktif keluarga, terutama orangtua dan dukungan penuh dari lingkungan sekitar. Selain memperhatikan pola makan dengan aktif mencari informasi dan mengkreasikan menu untuk membuat anak tertarik mengkonsumsi makanan bergizi, dalam perspektif pola asuh, orangtua juga perlu turut andil memberikan contoh kebiasaan pola makan yang baik di rumah dan menyediakan waktu makin bersama yang berkualitas dengan anak," kata Psikolog Ajeng Raviando, saat ditemui di acara saat ditemui di acara danone cekberatanak.co, Jakarta, Selasa, (29/01/2019).

Pada usia balita, anak menyerap apapun dengan cepat. Karena itu, orangtua juga perlu menyampaikan kalimat dengan positif agar tertanam afirmasi yang baik di benak mereka tentang makanan.

Sayangnya, banyak orangtua tidak menganggap masalah berat badan anak mereka sebagai masalah yang besar. Orangtua juga seringnya tidak siap untuk melakukan perubahan untuk mengatasi masalah tersebut. Beberapa orangtua cenderung menghindari percakapan tentang masalah berat badan anak agar tidak menjadi beban psikologis bagi diri mereka sendiri.

“Pola pikir orang tua juga harus dibentuk dengan positif dan mencari solusi secara bijak. Penting bagi orangtua untuk berpikir terbuka dalam menerima masukan dari lingkungan dan objektif dalam menerima rekomendasi ahli kesehatan untuk mengikuti petunjuk pemulihan gizi yang disarankan”, tambah Ajeng.

Nyatanya, banyak orangtua yang kesulitan menghadapi masalah tumbuh kembang anak seperti berat badan kurang. Banyak Ibu di Nutriclub.co.id secara aktif mengakses dan mencari informasi mengenai cara menghadapi anak dengan berat badan kurang.

Seringkali, kita melupakan bahwa selain dukungan untuk anak dalam hal pemenuhan nutrisi dan pemantauan berat badan ideal, keluarga, umumnya orangtua, juga perlu memiliki kesiapan secara psikologis untuk menghadapi masa tumbuh kembang anak.(tka)


Asupan Makanan jadi Penentu Tumbuh Kembang Anak
Baca Selanjutnya

Ketahui Berat Badan Anak dengan Tepat

INILAHCOM, Jakarta - Masalah anak dengan berat badan kurang hingga kini masih menjadi tantangan di Indonesia. Lantas bagaimana cara mengatasinya?

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan satu dari lima anak Indonesia mengalami berat badan kurang. Jika kondisi ini terjadi pada anak dalam usia tumbuh kembang dan tidak segera diintervensi, maka anak dengan berat badan tidak ideal terancam menjadi wasting (gizi kurang), bahkan stunting (tubuh kerdil).

Keluarga, khususnya orang tua, perlu mencermati kondisi berat badan dan tinggi badan anak dan memberikan asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan setiap tahap usia mereka sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Berdasarkan data Riskesdas 2018, presentase underweight (berat badan kurang) dan severe underweight (berat badan sangat kurang) pada kelompok balita di Indonesia mencapai 17,7 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa angka anak yang menderita kekurangan gizi di Indonesia ternyata masih tinggi di atas angka ambang batas yang ditetapkan badan kesehatan dunia (WHO) yaitu 10 persen. 

Walau berat badan kurang adalah kondisi yang serius dan perlu segera ditangani, sayangnya banyak orang tua belum menyadari bahwa tubuh anak yang tampak kurus membutuhkan perhatian dan penanganan yang khusus. 

“Status gizi kurang merupakan salah satu permasalahan pertumbuhan yang mengacu pada kondisi berat badan yang ideal menurut tinggi badan. Kondisi ini dapat diakibatkan oleh asupan gizi yang kurang, penyakit kronis, masalah kesulitan makan, praktek pemberian makan yang salah dan ketidaktahuan orangtua,” kata DR. Dr. Conny Tanjung, Sp.A(K), saat ditemui di acara danone cekberatanak.co, Jakarta, Selasa, (29/01/2019).

Kondisi berat badan kurang pada balita akan menyebabkan berbagai dampak yang merugikan baik dalam jangka pendek, maupun jangka panjang. Risikonya antara lain, penurunan sistem kekebalan tubuh sehingga rentan terhadap penyakit, anak tidak tumbuh optimal dan cenderung tumbuh pendek, serta gangguan perkembangan otak dan fisik seperti gangguan daya pikir hingga interaksi social, serta berbagai penyakit degeneratif.

Orang tua perlu lebih mewaspadai kondisi anak dengan berat badan kurang dan memantau berat badan, serta tinggi badan anak secara cermat. Sayangnya, kesadaran masyarakat untuk memantau berat badan dan tinggi badan anak secara rutin cukup rendah karena nyatanya selama tahun 2018 baru sekitar 54,6 persen anak balita yang dibawa ke fasilitas kesehatan untuk ditimbang dan diukur tinggi sesuai standar, yaitu paling sedikit 8 kali dalam setahun sebagai upaya deteksi dini gangguan pertumbuhan.

“Selain mengupayakan pemenuhan nutrisi yang dibutuhkan untuk mengejar berat badan ideal (sesuai tinggi badannya), orang tua juga perlu untuk aktif melakukan pemantauan rutin pertumbuhan anak di layanan kesehatan yang paling mudah dijangkau, untuk memantau status gizi dan mendeteksi dini terjadinya gangguan pertumbuhan. Jika berat badan anak sudah terdeteksi berada di bawah kurva pertumbuhan, maka orang tua perlu segera mencari bantuan penanganan yang tepat dari tenaga kesehatan untuk memperbaiki status gizi anak”, jelas dr. Conny. (tka)


Ketahui Berat Badan Anak dengan Tepat
Baca Selanjutnya

Tren Busana Muslim 2019

<B>INILAHCOM, Jakarta - Tren busana muslim pada tahun 2019 kini tidak jauh berubah. Pastinya, tetap menegakkan syariat Islam. </B>

Menurut Arfiani desainer sekaligus pemilik Hurrem by Fia, busana muslim 2019 kini lebih bervariatif. Hal tersebut karena banyak muslimah yang semakin mengeksplorasi tentang fashion busana muslim.

"Untuk tren busana muslim di tahun 2019 ini tak jauh berubah dan tetap sesuai pakem. Saya melihat tren tahun 2019 akan lebih variatif, lebih berani dengan warna-warna berani atau terang," kata Arfiani, Jakarta, Selasa, (29/01/2019). 

Masih menurutnya, busana muslim kali ini semakin memperlihatkan corak dan motif. Beragam corak dan motif ditampilkan untuk mengesankan tampilan yang simple dan elegan.

“Tetap didominasi warna-warna pastel, ditambah dengan motif bordir dan bulu, serta bahan brokat,” ujar Arfiani.

Tak hanya itu, Arfiani menambahkan akan ada beberapa produk terbaru hurrem by fia di awal tahun ini, semua masih on proses. Kali ini saya menggunakan beberapa jenis bahan dipadu padankan.

"Modelnya lebih variatif namun tetep simple dan elegan. Insya Allah tahun ini Hurrem by Fia akan ikut beberapa show di Indonesia dan di beberapa negara. Mohon doanya semoga kami bisa membawa nama baik indonesia harapnya," tambahnya. (tka)


Tren Busana Muslim 2019
Baca Selanjutnya

Senin, 28 Januari 2019

Serunya Belanja & Berkesempatan Bawa Banyak Hadiah

INILAH.COM, Jakarta-Meningkatnya trend belanja via daring atau online tidak menurunkan minat belanja secara konvensional di sejumlah pusat perbalanjaan atau mal. Terlebih banyak mal yang hadir dengan konsep one stop shopping.

Seperti Seasons City yang memanjakan pelanggan dengan beragam hadiah setiap tahunnya lewat program TM Vaganza.

"Meski dikatakan pasar Indonesia sedang loyo, tetapi di Seasons City masih sangat menggairahkan. Terbukti pengunjung Seasons City pada 2018 mencapai 40 ribu orang perhari, jumlah itu meningkat dibanding tahun 2017 sekitar 30 ribu orang," ungkap Mualim Wijoyo, General Manager Seasons City disela acara TM Vaganza 2019 di Seasons City, Jakarta Barat, Sabtu (26/1/2019).

TM Vaganza merupakan program yang diberikan mal tersebut sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas pelanggan. Pelanggan cukup menukarkan poin dengan minimal belanja Rp100 ribu dan kelipatannya.

Tahun ini, TM Vaganza memasuki periode ketiga dengan memberikan hadiah total yang mencapai lebih dari Rp200 juta kepada para pelanggan. Program ini diundi sebanyak dua kali pada 7 Juli 2018 lalu dan 26 Januari 2019.



Tak tanggung-tanggung hadiah yang diberikan pun beragam mulai dari handphone, laptop, logam mulia, sepeda motor, mobil, hingga paket liburan selama 4 hari di Bali.

"Saya memang suka belanja di situ, tapi apa benar saya yang menang. Rasanya masih enggak percaya," kata Ervianti, usai menerima hadiah utama mobil Toyota Calya.

CEO TM Seasons City Bambang Setiobudi menambahkan, pihaknya sangat berterimakasih kepada setiap pengunjung dan tenant yang telah memberikan kontribusi untuk keberlangsungan TM Seasons City.

"Ini merupakan komitmen kami untuk membantu para pelaku UKM dalam mengembangkan bisnis di mall ini. Dan kami belajar bahwa pengunjung tidak melihat dari nilai hadiahnya saja, tapi lebih bagaimana apresiasi pengelola kepada mereka," kata Bambang.


Serunya Belanja & Berkesempatan Bawa Banyak Hadiah
Baca Selanjutnya