Laman

Jumat, 31 Agustus 2018

Yuk Berburu Souvenir Khas Pacu Jalur Kuansing

INILAH, Kuansing--Keseruan benar-benar tersaji dalam Festival Pacu Jalur 2018. Atraksi yang sudah berusia  ratusan tahun ini mampu menyedot ratusan ribu pengunjung. Mereka memadati seluruh tribun yang ada di Tapian Narosa, Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, tempat pacu jalur berlangsung.

Tingginya antusiasme masyarakat untuk menyaksikan Festival Pacu Jalur, ternyata berimbas positif pada perekonomian masyarakat.

Buktinya, banyak masyarakat memanfaatkan event ini untuk berjualan. Yang dijajakan pun beragam. Ada dodol khas Kuansing yang terbungkus anyaman, ada juga lamang lengkap dengan tapai ketan. Para pedagang ini memadati Taman Jalur yang berada di areal lomba.

Ketua Pelaksana Calendar of Event Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuty, mengaku senang dengan perhelatan ini.

"Ini sebuah situasi yang sangat baik. Karena Festival Pacu Jalur mampu menghadirkan pengunjung dalam jumlah yang sangat besar. Selain itu, impact-nya juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Khususnya bagi perekonomian warga," papar Esthy.

Diantara deretan pedagang di Taman Jalur, kita juga bisa mendapatkan souvenir khas Festival Pacu Jalur 2018. Seperti kaos bermotif perahu,  serta miniatur perahu yang dalam bahasa setempat disebut dengan jalur.

Miniatur ini dijual dengan bentuk dan harga beragam. Ada yang dijual dengan harga Rp 25.000 hingga Rp 2 juta.

Bedanya, miniatur perahu yang Rp 25.000 berukuran lebih kecil. Sedangkan yang seharga Rp 2 juta lebih detail. Yaitu perahu lengkap dengan para pendayungnya. Replika ini juga disimpan di box kaca.

Sekadar informasi buat kalian yang belum tahu, perahu atau jalur terbuat dari satu pohon utuh. Makanya sebuah jalur bisa berisi 40 hingga 60 pedayung.

"Ini kan luar biasa, sebuah event seperti Pacu Jalur, bisa menggerakkan kreativitas warga. Contohnya melalui replika perahu. Ini tidak sembarangan. Butuh ketelitian dan kesabaran dalam membuatnya. Apalagi bentuknya juga samgat detail. Tak heran kalau harganya pun mahal,” tutur Esthy,  yang juga Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata.

Respons serupa diberikan Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Masruroh.

"Pacu Jalur termasuk dalam sport tourism yang luar biasa. Karena, mampu mengerakkan perekonomian warga. Potensi untuk dikembangkan sangat terbuka. Apalagi masyarakat selalu menyambut antusias event ini, meski telah berusia ratusan tahun," paparnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga sependapat. Menurutnya, pariwisata adalah sektor yang mampu menggairahkan ekonomi.

"Pariwisata bisa memajukan ekonomi dan ini terbukti. Event seperti Pacu Jalur juga mempunyai dampak bagus bagi perekonomian warga. Mudah-mudahan perhelatan selanjutkan akan lebih baik lagi," ujarnya. [*]


Yuk Berburu Souvenir Khas Pacu Jalur Kuansing
Baca Selanjutnya

Jogjakarta-Solo-Semarang Bikin Bangkok Bahagia

INILAHCOM, Bangkok--Jogjakarta-Solo-Semarang (Joglosemar) ternyata sangat oke di mata Thai people. Pilihan wisatanya banyak. Sangat familiy friendly. Murah. Dan,  yang paling penting, wisata religi bernuansa Budha-nya juga sangat komplit.

Tak ada satupun yang bisa menyanggah semua fakta tadi. Puluhan buyers yang hadir di Sales Mission Wonderful Indonesia Bangkok, langsung senyap.  Vice President Thailand Travel Agents Association (TTAA)  Yuttachai Suntornrattavert diam.  Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Edy Wardoyo juga sama. Begitu juga Dodo Sudrajat selaku Minister Konselor Penerangan Sosial dan Budaya KBRi Bangkok. Semua dibuat terdiam saat video presentasi seputar Jogjakarta, diputar di Hotel Lotus Sukhumvit di Hotel Lotus Sukhumvit, Kamis (30/8) sore.

"Ini adalah perjalanan peradaban manusia di Jawa dari zaman kuno. Kejayaan kerajaan Jawa. Juga kedatangan orang-orang Asia dan Eropa ke era sekarang," tutur Wakil Ketua Tim Percepatan Sejarah, Religi, Tradisi dan Budaya Kemenpar Tendi Nuralam, Kamis (30/8).

Pilihan perjalanan wisatanya diarahkan untuk dimulai dari Borobudur, sebuah kuil Budha Mahayana yang terdaftar di UNESCO yang dibangun selama masa dinasti Sailendra sebagai penguasa yang kuat pada abad ke-8.

Keindahan dan kemegahan Candi Borobudur jangan ditarya lagi. Sudah pasti wow. Situs yang kerap memuat artikel dan foto geografi, sejarah, dan budaya terkemuka di dunia, National Geographic, sampai ikutan menobatkan Borobudur di top 3 Iconic Adventure dunia.

Presiden ke-44 Amerika Serikat, Barack Obama sudah pernah menginjakkan kaki ke Borobudur. Begitu juga pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, aktor Richard Gere, pesepak bola David Beckham, hingga aktor Charlie Chaplin.

"Anda bisa mempelajari tembikar Borobudur yang terkenal yang diwariskan dari generasi ke generasi di Desa Klipoh. Bisa berwisata ke Candi Mendut dan Pawon. Bisa juga berinteraksi dengan Buddhis di Jawa. Bahkan mengunjungi biara dekat Mendut serta yang ada di kota Jogjakarta," tambah Tendi.

Yang mau cari warna lain? Highlight-nya masih banyak. Antrean destinasi kerennya masih panjang. Yang suka heritage, bisa mampir ke Royal Palace Jogjakarta. Yang suka shopping, bisa ke Malioboro. Sementara yang ingin hunting wisata religius, bisa ke Vihara Buddha Prabha.

“Di Semarang bisa melanjutkan ke Kota Lama Semararang, Watugong, dan Kuil Sam Po Kong,” tambah Tendi.

Nah, bagi buyers yang tertarik, pilihan paketnya pun sudah disiapkan. Ada paket wisata 5 hari yang bisa dimasukkan ke dalam itenarary liburan Thai people.

Hari pertama, Jakarta-Jogjakarta. Dari bandara, Thai people bisa langsung ke Royal Palace, menikmati welcome lunch dan beribadah di Vihara Buddha Prabha.

"Setelah itu baru check in hotel. Paketnya sudah termasuk sarapan, makan siang dan makan malam dengan menu vegetarian," urainya.

Hari keduanya, bisa langsung menjelajah ke Candi Mendut, Pawon dan Borobudur. Aktivitasnya dijamin seru. Di Borobudur, Thai people bisa ikut menikmati sunrise. Di Mendut, ada "Buddha Vairocana Throne", sementara di Pawon, ada Sleeping Buddha dan Buddhist Monestary.

Hari ketiganya, Borobudur-Semarang. "Setelah check out hotel bisa membuat tembikar di Desa Klipoh. Setelah itu ke Semarang, dan langsung check in hotel," paparnya lagi.

Dan hari keempat, langsung menjelajah Semarang. Kuil Watugong dan Sam Po Kong yang ada di sana, diyakini bisa membuat Thai people happy. Setelahnya, di hari kelima, ada Gereja Blenduk, Kota Lama dan Taman Srigunting.

"Semua akan memberikan banyakexperience untuk wisatawan Thailand," tambahnya.  

Rayuan paket tadi langsung dikomentari Vice President Thailand Travel Agents Association (TTAA)  Yuttachai Suntornrattavert. Orang kedua di semacam ASITA-nya Thailand itu menilai paket yang ditawarkan sangat pas dengan kultur wisatawan Thailand. Apalagi, bandara baru Jogjakarta sedang dibangun di Kulon Progo. Dan bandaranya, siap diresmikan Presiden Joko Widodo pada Maret 2019.

"Ini akan membuat penerbangan Bangkok bisa langsung mengarah ke Jogjakarta. Kalau ini rampung, saya yakin Thai people akan makin massif ke Jogjakarta," ucap Yuttachai.

Menpar Arief Yahya menyebut juga seirama. Dia mengibaratkan, jika Borobudur adalah ikon pariwisata Joglosemar, lalu Bali adalah ikon Indonesia, maka Thailand adalah ikon pariwisata ASEAN.

“Karena itu, sudah benar jika menjaring orang Thailand untuk berkunjung ke Indonesia. Yang paling efektif adalah menampilkan ikon Borobudur," ungkap Menpar Arief Yahya. [*]


Jogjakarta-Solo-Semarang Bikin Bangkok Bahagia
Baca Selanjutnya

Payung Warna-warni Bakal Percantik Candi Borobudur

INILAHCOM, Jakarta - Ada yang beda di Festival Payung Indonesia 2018 ini. Setelah pada tahun lalu digelar di Solo, kali ini festival akan hadir dengan anggun pada tempat asalnya, Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah pada 7-9 September 2018.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi pelaksanaan festival ini. Menpar mengatakan, banyak wisatawan mancanegara (wisman) kepicut untuk menyambangi atraksi-atraksi baru di Borobudur. Bila candi yang berada di Magelang ini sering menjadi tempat berbagai atraksi, bukan tak mungkin kawasan Borobudur akan semakin dipadati wisatawan.

"Borobudur itu sudah kami tetapkan sebagai destinasi prioritas dengan program ‘Joglosemar’. Ini merupakan salah satu langkah positif untuk mengundang wisatawan datang ke Candi Borobudur. Apalagi Borobudur merupakan sumber inspirasi yang sudah diakui dunia. Warisan budaya dunia dengan logo UNESCO," kata Menpar Arief Yahya, kemarin.

Menurutnya, keberadaan atraksi akan semakin mengoptimalkan potensi Candi Borobudur. Dimana area ini terbagi dalam empat Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Wilayah yang bersinggungan dengan Borobudur diantaranya Yogyakarta, Dataran Tinggi Dieng, Semarang, dan Solo.

“Kawasan Candi Borobudur sangat strategis dengan didukung dengan faktor 3A yang baik. Yaitu Akses, Amenitas dan Atraksi. Pembentukan sentra meditasi  ini semakin mengukuhkan atraksi kelas dunia yang dimiliki Borobudur,” tegas Arief Yahya lagi.

Selama tiga hari pelaksanaan, akan ada berbagai ragam payung Nusantara. Tema yang diangkat adalah Lalitavistara. Tema diambil dari kisah yang terpapar pada relief Borobudur. Tepatnya yang merayakan payung sebagai penanda kelahiran, berbagai tahap kehidupan, keagungan dan kematian. Payung menjadi simbol sekaligus penanda dalam siklus kehidupan dan perekat keberagaman.

“Candi Borobudur simbol inspiratif. Sebuah tempat yang pas untuk mencari inspirasi baru. Kami ingin memfasilitasi itu. Sehingga Borobudur menjadi pemersatu beragam latar belakang agama, politik, sosial, dan budaya. Semua melebur berharmonisasi di sini, Asisten Deputi Pemasaran 1 Regional II Kemenpar, Sumarni di Jakarta, Kamis (30/8).

Sumarni juga menjelaskan, Borobudur dipilih sebagai penyelengaraan FPI bukan tanpa alasan. Sebagai salah satu dari UNESCO Heritage Site, Candi Borobudur memancarkan aura yang tidak biasa. Candi Buddha terbesar di Dunia terlihat begitu anggun dan megah. Sebanyak 2.672 ukiran relief dan 600 patung dan stupa Buddha yang ada di sana dinilai sebagai keajaiban karya manusia. Tak bisa ditemui di belahan dunia manapun. Harmonisasi kehidupan bersatu begitu menenangkan.

Festival ini menjadi perayaan rakyat terbesar yang dihadiri berbagai kalangan masyarakat. Perayaan kehangatan yang digelar dalam ‘Sepayung Indonesia’.

Sementara Itu Kabid Pemasaran Area I Wawan Gunawan mengatakan, partisipan festival tidak hanya dari dalam negeri. Ada juga melainkan juga dari Jepang, India, Pakistan dan Thailand. Untuk delegasi Thailand memang sudah rutin selalu hadir. Karena Festival Payung Indonesia dan Bo Sang Umbrella Festival (Tonpao, Provinsi Chiang Mai,  Thailand) sudah melakukan hubungan sister-festival sejak 2016. Visinya pun sama. Yaitu menuju Asian Umbrella Community.

“Nantinya akan dibuka oleh Arak-Arakan Payung Nusantara yang mengelilingi Borobudur, menapaki kembali jalan purba yang dilalui para peziarah dunia bersama masyarakat sekitar. Pagi, siang, dan sore hari terdapat pentas tari dan musik, workshop pembuatan payung, workshop payung ecoprint, dan pameran payung lontar,” kata Wawan.

Sedangkan Ketua Penyelenggara yang juga inisiator Festival Payung Indonesia, Heru Mataya menjelaskan, selain festival payung, juga ada sajian kuliner. Wisatawan nantinya  diajak menjelajahi citarasa sajian kuliner klasik Rasakal, yang meramu kembali kekayaan rasa yang digali kembali dari artefak sunyi Borobudur. Malam hari para wisatawan diajak mendengarkan lantunan sunyi Ata Ratu dari Sumba Timur, Ada juga suara Semesta Ayu Laksmi dari Bali, dan kidung kontemporer dari Endah Laras.

Di puncak acara, terdapat Anugerah Payung Indonesia untuk Ibu Syofyani Yusaf, maestro tari dari Padang; Ata Ratu, maestro musik Jungga (alat musik tradisional  Sumba Timur), dan Mukhlis Maman, maestro musik Kuriding (alat musik tradisional Kalimantan Selatan).

Festival Payung Indonesia merupakan festival rakyat yang diselenggarakan, didukung dan diperuntukan bagi masyarakat kreatif. Komunitas lokal dilibatkan sejak dalam perencanaan dan bersama-sama menyelenggarakan dan menyambut pengunjung dengan terbuka.

Kemeriahan juga diselenggarakan di lima Balkondes (Balai Perekonomian Desa) yang tersebar di Wanurejo, Ngadiharjo, Borobudur, Karangrejo dan Bumiharjo.  “Pada penyelernggarakn ini kami targetkan 15.000 orang wisatawan nusantara per hari dan 1.000 orang wisatawan mancanegara per hari,” ujar Heru.

Selama tiga hari pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai ragam tradisi payung dari pelosok tanah air : Jepara, Banyumas, Tasikmalaya, Tegal, Kendal,  Malang, dan Juwiring (Klaten). Beragam grup tari, musik, fashion dan komunitas kreatif  dari  Lumajang, Padang, Makassar, Banjarbaru (Kalsel), Bengkulu, Lampung Utara, Sumba Timur, Bali, Malang, Surabaya, Solo, Jakarta, Yogyakarta dan berbagai daerah lainnya berpartisipasi – juga para perancang busana muda.

Festival Payung Indonesia mempertemukan perajin payung, seniman, pekerja seni dan komunitas kreatif untuk melestarikan payung tradisional Indonesia dan mengeksplorasi tradisi payung Indonesia hingga batas terjauhnya dengan melibatkan partisipasi beragam masyarakat. [*/par]


Payung Warna-warni Bakal Percantik Candi Borobudur
Baca Selanjutnya

Euforia Asian Games 2018 Baik untuk Kesehatan

INILAHCOM,Jakarta - Perhelatan Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta - Palembang sejak 18 Agustus lalu, membuat masyarakat Indonesia merasakan euforia yang luar biasa.

Seakan semua masyarakat tidak rela melepaskan setiap momen besar pesta olahraga Asia itu.  Lantas, apa kaitannya dengan hormon kebahagiaan? 

Menurut Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, euforia dari sudut kesehatan mental merupakan suatu hal yang positif. Euforia merupakan bentuk rasa senang dan orang yang mengalami euforia secara kejiwaan berada dalam keadaan baik.

"Euforia ini bisa membuat kita lupa sesaat akan berbagai permasalahan yang menekan. Rasa senang akan keberhasilan merupakan faktor kejiwaan yang positif," kata Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, Jakarta, Jumat, (31/08/2018).

Masih menurutnya, rasa euforia inilah yang sering diharapakan para pemakai narkoba untuk melupakan  permasalahan yang dialami pemakai narkoba tersebut. Euforia timbul karena adanya pelepasan hormon endorphin (morfin endogen).

"Endorphin biasanya dilepaskan saat kita berolahraga, kegembiraan, mengkonsumsi makanan yang pedas, perasaan cinta dan orgasme," tambahnya.

Endorphin akan bekerja seperti opiod yaitu sebagai penghilang rasa sakit dan menimbulkan  rasa senang.

"Makin kita tereksitasi terhadap euophoria ini misal dengan tertawa terbahak-bahak membuat pelepasan endorphin ini semakin banyak," ujarnya.

Dia menambahkan, euforia yang terlalu berlebihan juga bisa menyebabkan seseorang menjadi sensitif, hiperaktif dan gelisah.

Hingga kini, prestasi Indonesia pada ajang olah raga Asia pada Asian Games 2018 sangat membanggakan. Sampai saat ini Indonesia sudah meraih emas 30 emas dan memantapkan diri di posisi ke-4.

Pencapaian emas yang luar biasa ini menjadi prestasi terbaik Indonesia sepanjang Asian Games dan melebihi target yang telah ditetapkan sebelumnya yang hanya menargetkan 16-18 emas.
Prestasi tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara di bawah 3 macan Asia China, Jepang dan Korea Selatan.(tka)


Euforia Asian Games 2018 Baik untuk Kesehatan
Baca Selanjutnya

GERD Dapat Sembuh, Asalkan?

INILAHCOM, Jakarta - Penyakit GERD adalah salah satu gangguan yang timbul dari organ lambung. Penyakit ini akan sembuh asalkan pasien tertib melakukan beberapa hal.

Menurut Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, para pasien GERD harus mengetahui pencetus penyebab masalah penyakit tersebut. Misalnya, jika terlalu banyak konsumsi makanan yang mengandung lemak, cokelat, dan keju, ini sangat buruk bagi lambung karena membuat lambung bekerja lebih lamban.

"Lemak, cokelat, dan keju, menyebabkan pengosongan lambung yang padat dan lamban bekerja," papar Ari Fahrial Syam, Jakarta, Jumat, (31/08/2018).

Kemudian, pasien yang terlalu sering konsumsi fastfood. Ini termasuk dalam gaya hidup yang tidak sehat. Masih menurut Ari, seperti namanya, Fastfood, dikonsumsi dengan terburu - buru.

"Fastfood umumnya makannya dengan buru - buru. Ini kita memberikan beban kepada lambung bekerja lebih lama," tambahnya.

Gaya hidup konsumsi fastfood kini mewabah hingga ke anak - anak. Ini sangat membahayakan. Bahkan, budaya konsumsi fastfood kini menjadi sarapan pagi.

"Lebih baik, ganti sarapan pagi dengan makanan buatan sendiri," ujarnya.

Selanjutnya, GERD bisa sembuh dengan menurunkan berat badan. Jika memiliki kecenderungan obesitas pada pasien GERD, lebih baik menurunkan berat badan dengan konsisten.

"Ini juga berkaitan dengan gaya hidup yang diubah," tegasnya.

Selain itu, yang paling penting adalah kepatuhan dalam mengkonsumsi obat. Biasanya, pasien GERD sudah merasa gejala penyakit hilang dan tidak melanjutkan konsumsi obat.

Padahal, kepatuhan konsumsi obat sangat berpengaruh pada kesembuhan yang dalam jangka panjang.

"Pada umumnya, pasien GERD mengkonsumsi obat selama sebulan penuh. Kepatuhan ini banyak yang tidak dilaksanakan. Biasanya ketika pasien sudah merasa enak pada dua minggu awal, mereka meninggalkan konsumsi obat. Padahal harus dihabiskan selama satu bulan. Ini yang bisa menyebabkan penyakit berulang," paparnya.(tka)


GERD Dapat Sembuh, Asalkan?
Baca Selanjutnya

Waspada, Merokok Dapat Merusak Kesehatan Lambung

INILAHCOM,Jakarta - Merokok tidak hanya dapat merusak kesehatan organ paru, tetapi ternyata dapat merusak lambung. Mengapa?

Menurut Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, mengisap rokok itu tidak hanya masuk ke dalam paru - paru, tetapi juga masuk ke dalam lambung. Ketika menghisap, lambung melakukan tarikan sehingga asap bisa masuk ke dalam lambung.

"Ini juga akan mengakibatkan gangguan pada lambung," ujar Ari Fahrial Syam, Jakarta, Jumat, (31/08/2018).

Senada dengan Ari, dr. Agastya Wisnu SpPD KGEH, ketua PGI (Perhimpunan Gastroenterologi Indonesia) Cabang Jakarta menjelaskan, jika dilihat seseorang gemar merokok, timbul komplikasi penyakit GERD, akan mengalami derajat yang lebih lanjut.

GERD adalah salah satu penyakit lambung yang disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat.

"Pada umumnya, jika diperhatikan, setiap orang yang sudah merokok sebelum makan, mereka makan tidak terlalu banyak. Berbeda dengan orang yang habis bekerja dan langsung makan, mereka makannya lebih banyak," ujar Agastya.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, penyakit yang berhubungan dengan gastrointestinal menduduki 10 besar penyakit terbanyak penderitanya di Indonesia. Mereka umumnya datang ke dokter dengan keluhan pada saluran pencernaan.

Jurnal Digestive Endoscopy pada tahun 2009 menampilkan studi yang dilakukan Prof. Dr. dr. Dadang Makmun, Sp.PD-KGEH. Hasil studinya menunjukkan bahwa diare, gastroenteritis, dispepsia dan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) menempati penyakit terbanyak yang menyebabkan pasien berobat rawat jalan. Penyakit tersebut sebenarnya dapat dikendalikan dengan gaya hidup sehat.(tka)


Waspada, Merokok Dapat Merusak Kesehatan Lambung
Baca Selanjutnya

Penyakit Gastrointestinal 10 Besar di Indonesia

INILAHCOM, Jakarta - Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, penyakit yang berhubungan dengan gastrointestinal menduduki 10 besar penyakit terbanyak penderitanya di Indonesia.

Mereka umumnya datang ke dokter dengan keluhan pada saluran pencernaan. Jurnal Digestive Endoscopy pada tahun 2009 menampilkan studi yang dilakukan Prof. Dr. dr. Dadang Makmun, Sp.PD-KGEH. Hasil studinya menunjukkan bahwa diare, gastroenteritis, dispepsia dan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) menempati penyakit terbanyak yang menyebabkan pasien berobat rawat jalan.

Penyakit tersebut sebenarnya dapat dikendalikan dengan gaya hidup sehat.

Menurut riset yang dilakukan Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD-KGEH, FINASIM, FACG, dkk dan dipublikasikan pada jurnal Asian Journal of Epidemiology pada tahun 2016, sebanyak 9,35 persen dari 278 peserta penelitian mengalami GERD. Selain itu didapatkan pula hubungan yang bermakna antara GERD dengan tingkat pendidikan, tingkat ekonomi dan penundaan pengosongan lambung. GERD sering ditemukan pada tingkat pendidikan dan berpenghasilan rendah.

Penyakit itu tidak hanya terjadi pada pasien, namun juga di kalangan medis. Prevalensi GERD, menurut hasil studi Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, dkk. terhadap dokter-dokter di Indonesia, didapatkan bahwa prevalensi GERD pada dokter-dokter di Indonesia mencapai 27,4 persen. Padahal apabila dibiarkan GERD dapat menyebabkan berbagai komplikasi.

"Bahkan, GERD dapat menyebabkan perubahan struktur dari dinding dalam kerongkongan yang menyebabkan terjadinya penyakit Barrett’s yang merupakan lesi pra kanker. Di luar saluran cerna, asam lambung yang tinggi dapat menyebar ke gigi, tenggorokan, pita suara, saluran pernafasan bawah, bahkan sampai paru-paru. Selain itu, penyakit gastrointestinal juga menempati 10 besar penyebab kematian akibat penyakit terbanyak di Indonesia," kata Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, saat ditemui di acara peluncuran Yayasan Gastroenterologi Indonesia (YGI), Jakarta, Jumat, (31/08/2018).

Demikian pula dengan kanker gastrointestinal yang menjadi momok bagi pasien dan dokter karena seringkali pasien datang terlambat untuk berobat. Padahal semakin dini kanker ditemukan, semakin tinggi pula kemungkinan pasien dapat pulih. Namun sayangnya banyak kasus kanker yang kerap ditemukan merupakan stadium lanjut yaitu stadium 3 atau 4.

"Terdapat beberapa kemungkinan yang menyebabkan pasien datang terlambat untuk berobat yaitu gejala kanker yang seringkali tidak terasa ketika stadium awal dan pelayanan deteksi dini yang belum merata di seluruh daerah Indonesia," tambahnya.

Dari latar belakang tersebut, maka Yayasan Gastroenterologi Indonesia (YGI) didirikan. YGI merupakan yayasan nonprofit yang didirikan oleh dokter-dokter spesialis konsultan gastroenterohepatologi (KGEH) yang juga merupakan pengurus besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI) dan Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PEGI). (tka)


Penyakit Gastrointestinal 10 Besar di Indonesia
Baca Selanjutnya

Pangan Bergizi dan Gaya Hidup Sehat Penting

INILAHCOM,Jakarta - Penyediaan pangan bergizi dan pendidikan pola hidup sehat sangat penting diterapkan sejak dini kepada masyarakat Indonesia.

Hal tersebut menjadi salah satu kontribusi pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat pedesaan di Indonesia yang dilakukan oleh Cargill. Selain dua fokus tersebut, ada penguatan dan pemberdayaan petani kecil serta perlindungan dan pelestarian ekosistem juga menjadi perhatian.
 
“Kami berkomitmen dan berupaya untuk senantiasa mengembangkan program yang mampu memberikan pengaruh positif bagi masyarakat di negara tempat kami beroperasi, khusunya bagi komunitas di pedesaan," kata Arief Susanto, Country Representative Cargill untuk Indonesia, Jakarta, Jumat, (31/08/2018).

Kotribusi tersebut menjadi fokus yang dilakukan sesuai dengan komitmen untuk mendukung United Nations - Sustainable Development Goals.

”Kontribusi kami juga diselaraskan dengan komitmen untuk mendukung United Nations - Sustainable Development Goals, melalui kerja sama dengan Pemerintah, LSM maupun pemangku kepentingan lainnya," tambahnya.

Beberapa program yang digarisbawahi meliputi :

1. Dukungan terhadap petani kakao, kelapa sawit dan kelapa melalui pelatihan Good Agricultural Practices (GAP), tumpang sari dan peningkatan kemampuan pengelolaan perkebunan yang membantu mereka lebih sukses dan berkelanjutan.

2. Program peningkatan gizi, yang dilakukan bersama oleh Cargill dan World Food Programme (WFP) yaitu Program makanan untuk anak sekolah - school meals programme menunjukkan hasil yang amat positif di dalam mendukung siswa sekolah dasar di Indonesia untuk meningkatkan gizi dan kebersihan. Sebanyak 76.000 paket makanan sehat dibagikan untuk anak sekolah di tiga propinsi. Program ini turut mendukung Program Gizi Anak Sekolah (PROGAS).

3. Selesainya program penanaman pohon di berbagai lokasi di Indonesia dengan  telah ditanamnya 150,000 pohon sejak tahun  2014. Berbagai jenis pohon tanaman produksi seperti kelapa, kakao maupun pohon buah-buahan telah ditanam.  Program ini memberikan dukungan terhadap keberlanjutan, keanekaragaman hayati dan keberlangsungan hidup masyarakat sekitar, serta dukungan terhadap ekosistem seperti persediaan air tanah.

4. Pengembangan ekonomi dan sosial masyarakat melalui transformasi pendidikan, kesehatan, penghidupan dan infrastruktur. Sebanyak 6000 murid-murid menikmati pendidikan di 42 Sekolah yang dikelola Cargill di Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat. Sejak 2014 Cargill telah mendonasikan 60,000 buku, merenovasi 101 sekolah dan 55 perpustakaan. Sedangkan di sisi ekonomi dilakukan pembinaan bagi peternak ayam, ikan, kambing dan budidaya sayuran. Di Jawa Timur juga dilakukan pengembangan desa Batik yang menghidupkan warisan seni tradisional berbasis pengrajin lokal. Di bidang pembangunan infrastruktur telah dibangun 400 km jalan, renovasi 43 fasilitas publik dan pembangunan 46 fasilitas air bersih.

5. Keterlibatan karyawan Cargill sebagai sukarelawan bekerjasama dengan mitra untuk melakukan perubahan. Karyawan terlibat dalam berbagai kegiatan seperti penanaman pohon dan bakau saat Hari Bumi, Pembersihan wilayah pantai di Amurang, Minahasa Selatan. Pendistribusian makanan sehat dan pelatihan gaya hidup bersih bagi para siswa SD. Para siswa tergabung dalam wadah Cargill Care Councils.

“Program Tanggung Jawab perusahaan maupun pembangunan berkelanjutan akan dapat membantu serta mendukung dan meningkatkan kehidupan masyarakat, kami mendorong organisasi-organisasi dan para pemangku kepentingan lain untuk saling bekerjasama, sehingga kita dapat memberikan hasil yang lebih besar dan cakupan yang lebih luas untuk Indonesia yang lebih baik”, tambah Arief Susanto.(tka)


Pangan Bergizi dan Gaya Hidup Sehat Penting
Baca Selanjutnya

Kemenpar Pulihkan Wisata Lombok Lewat Tiga Hal Ini

INILAHCOM, Lombok - Kementerian Pariwisata memiliki tiga langkah yang akan dilakukan dalam program recovery Lombok Bangkit. Untuk itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya memastikan semua berjalan sesuai rencana dengan mengunjungi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (30/8/2018). Menpar juga ingin memastikan pariwisata Lombok tetap aman setelah terkena musibah gempa.

Dalam kunjungannya ke Lombok, Menpar mengunjungi sejumlah lokasi. Pertama adalah Pusat Oleh-oleh Sentra Kerajinan Lombok Utara di Pelabuhan Teluk Nara. Di sini Menpar mendapati beberapa bangunan yang mengalami kerusakan.

“Kemenpar telah menyusun program Lombok Bangkit yang merupakan strategi pemulihan destinasi wisata terdampak dan promosi pariwisata tidak terdampak pasca-gempa Lombok,” ujar Menteri Arief Yahya.

Dari Pelabuhan Teluk Nara, Menpar yang ditemani Kadispar Provinsi NTB Muhammad L. Faosal dan rombongan, menyeberang ke Pulau Gili Trawangan. Tiba di Gili, Menpar Arief Yahya langsung menjalankan ibadah Sholat Taubat bersama para pengungsi dan aparat keamanan TNI/Polri.

Pada kesempatan ini, Menpar mengutip QS Al Insyira. Salah satunya berbunyi, setiap kesulitan, pasti ada kemudahan. Dia berharap masyarakat Lombok mampu untuk bersama-sama bangkit.

"Jika kita mengalami sakit, itu adalah cara Allah mengampuni dosa-dosa kita. Tergantung pada bagaimana cara kita menilai musibah. Trauma Healing terbaik adalah dengan berprasangka baik kepada Allah," tutur Arief Yahya.

Menpar menyampaikan, sesuai instruksi Presiden, pemulihan Lombok dilakukan mulai tanggal 1 September. Yaitu berdasarkan Inpres No. 5 Tahun 2018. Isinya tentang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Gempa Bumi di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kota Mataram, dan Wilayah Terdampak di Provinsi NTB lainnya.

Untuk itu, Kemenpar akan mendukung pemulihan Pariwisata di Lombok melalui 3 hal. "Pertama, manusianya. Terima kasih kepada TNI/Polri yang telah melakukan trauma healing kepada masyarakat dan industri, salah satunya dengan cara spiritual. Untuk pemulihan bagi Industri, Saya sudah bicara dengan Ketua OJK untuk relaksasi aturan, misal pengurangan bunga pinjaman," ungkap Menpar Arief Yahya.

Kedua, pemulihan Destinasi. Menpar mencontohkan di Pelabuhan Teluk Nara, agar segera diusulkan untuk perbaikan, pihak terkait dipersilakan kirim surat ke Menhub, tembuskan ke Menpar, nanti Menpar akan bantu.

"Ketiga, pemasaran. Promosi tetap dilakukan, NTB tetap dijual, anggaran sudah disiapkan Kemenpar, jumlahnya Rp 20 miliar," tambahnya. Menpar Arief sendiri telah menerbitkan Surat Keputusan Menteri Pariwisata tentang Tim Kerja Pemulihan Destinasi dan Promosi Pariwisata Pasca Gempa Lombok. Termasuk dukungan program dan anggaran Kemenpar untuk mengakomodir dan mendukung usulan program Lombok Bangkit dari Pemda NTB dan industri Pariwisata Lombok.

“Diharapkan dapat memacu semangat Pemda NTB dan industri pariwisata Lombok. Serta mempercepat program recovery destinasi pariwisata terdampak dan promosi pariwisata tidak terdampak di Lombok,” ujarnya.

Selain itu, Kemenpar juga melakukan Standar Mitigasi Bencana. Mulai dari Tahapan Tanggap Darurat, Tahapan Rehabilitasi dan Tahapan Normalisasi. Untuk tahapan tanggap bencana, Kemenpar telah melakukan Aktivasi Tim Crisis Center.

Tim ini dipimpin Kepala Biro Komunikasi Publik, Guntur Sakti. Kemenpar juga melakukan koordinasi dengan tim tanggap darurat, memberikan layanan informasi dan layanan wisatawan, Menunda Promosi, destinasi terdampak. Mengembalikan kepercayaan Industri pariwisata dan melakukan upaya recovery.

Di tahapan rehabilitasi, Kemenpar melakukan identifikasi dampak pariwisata, mendorong penyelenggaraan event pariwisata dan aktivitas seni budaya. Melakukan publikasi/promosi pariwisata destinasi yang tidak terdampak. Di tahapan Recovery, nantinya akan dilakukan penghitungan dampak krisis. Menyelenggarakan event internasional dan nasional serta Publikasi dan Promosi Pariwisata.

“Potensial kehilangan wisatawan asing sekitar 100 ribu orang. Dihitung melalui perbandingan antara jumlah wisman Bali dan Lombok 5:1, serta perbandingan masa bencana di Bali lebih lama dari Lombok 2:1. Jika di Bali pada 2017 berdampak 1 juta kunjungan wisman, maka gempa bumi Lombok berdampak 10% sebesar 100.000 orang. Dampak Ekonomi yang terjadi sebesar USD 100 juta dengan asumsi 1 wisatawan asing mengeluarkan USD 1000 per kunjungan,” ujar Menpar Arief Yahya.

Pemulihan Lombok akan dilakukan selama 6 bulan. Menpar Arief Yahya berdoa semoga pemulihan di Lombok selesai dilakukan selama 3 bulan. [*/par]


Kemenpar Pulihkan Wisata Lombok Lewat Tiga Hal Ini
Baca Selanjutnya

Kamis, 30 Agustus 2018

Banyuwangi dan Malaysia Siap Terkoneksi

INILAHCOM, Jakarta - Aksesibilitas ke Banyuwangi akan semakin terbuka semakin lebar. Sebab, direct flight internasional di Bandara Banyuwangi bertambah. Kali ini, melalui maskapai Citilink yang sedang mempersiapkan penerbangan perdana Banyuwangi-Malaysia. Penerbangan ini diyakini akan menaikan kunjungan wisman.

“Kami saat ini sedang melakukan pematangan. Ada beberapa hal yang harus disiapkan, terutama terkait dengan paket-paket wisatanya,” jelas General Sales Agent-Perwakilan Citilink Malaysia Heng Jee Lim, Rabu (29/8/2018).

Persiapan serius pembukaan rute Banyuwangi-Malaysia memang dilakukan Citilink. Heng Jee bahkan datang langsung dari Malaysia. Tujuannya, untuk membahas paket-paket wisata yang disiapkan. Kehadiran Heng Jee disambut oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Selasa (28/8/2018).

Heng Jee menambahkan, potensi pariwisata di Banyuwangi luar biasa. “Potensi pariwisata Banyuwangi ini sangat besar. Kami optimistis, rute ini akan berkembang. Sebab, alam dan budaya di Banyuwangi ini luar biasa. Sangat bagus,” lanjutnya lagi.

Potensi besar memang dimiliki Banyuwangi. Bumi berjuluk The Sun Rise of Java tersebut memiliki Tari Gandrung yang sangat terkenal. Mereka juga memiliki Banyuwangi Ethno Carnival, lalu ada beragam jenis angklung. Yaitu, Angklung Caruk, Tetak, Paglak, hingga Blambangan. Ada juga Mocoan Pacul Goang juga Tari Barong. Wilayah ini juga memiliki situs budaya Desa Wisata Osing Kampung Kemiren.

“Banyuwangi ini destinasi yang lengkap. Saya sudah dua hari berada di sini. Banyuwangi ini memang destinasi yang sangat menyenangkan. Kami sangat optimistis bisa membawa lebih banyak lagi wisaman ke Banyuwangi. Sebab, destinasi ini sangat eksotis,” kata Heng Jee lagi.

Tidak kalah eksotis, The Sun Rise of Java juga memiliki destinasi Kawah Ijen dan Blue Fire. Khusus Blue Fire, fenomena ini hanya ada dua di dunia. Selain Banyuwangi, Blue Fire juga dimiliki Islandia. Banyuwangi juga memiliki Taman Nasional Baluran, Taman Nasional Alas Purwo, Pantai Teluk Hijau, Pantai G-Land, dan masih banyak lagi. Heng Jee menjelaskan, karakter wisatawan Malaysia suka tantangan.

“Wisatawan Malaysia ini suka dengan destinasi alam. Banyuwangi ini memiliki banyak sekali destinasi alam dan semuanya bagus. Mereka itu senang berfoto di destinasi dengan view terbaik. Mereka itu juga suka dengan hiking. Kawah Ijen dan pantai indah di sini sangat ideal bagi wisatawan Malaysia.

The Sun Rise of Java juga memiliki kuliner yang luar biasa. Destinasi wisata Banyuwangi disempurnakan dengan menu pecel pitik, sego cawuk, sego tempong, rujak soto, juga sego bungkus. Di sini ada juga mie kuah, rawon, pecel rawon, botok tawon, nasi kalak, juga klemben. Heng Jee kembali menjelaskan, kuliner Banyuwangi identik dengan Malaysia.

“Wisatawan Malaysia sangat suka dengan kuliner. Banyuwangi ini banyak memiliki kuliner yang luar biasa. Komposisi alam, budaya, dan kuliner milik Banyuwangi sudah ideal bagi wisatawan Malayasia. Kondisi kotanya juga sangat bersih. Hal ini akan semakin membuat wisatawan nyaman berada di kota ini. Yang jelas rute Malaysia-Banyuwangi ini akan ramai,” jelas Heng Jee lagi. Selain warga Malaysia, Citilink juga akan menarik kunjungan dari wisatawan Tiongkok.

Sementara Senior Manager Sales Support Citilink Imam Kamal Faris menerangkan, rute ini akan siap beroperasi dalam beberapa bulan ke depan. “Kami masih menunggu kesiapan bandara untuk penerbangan internasional. Begitu itu selesai, kami akan langsung mengajukan permohonan rute Kuala Lumpur-Malaysia ke Kementerian Perhubungan. Dan, nantinya bukan hanya warga Malaysia, kami juga akan dorong wisatawan Tiongkok berkunjung ke Banyuwangi,” terang Imam.

 Di-upgrade jadi internasional, persaiapan matang terus dilakukan Bandara Banyuwangi. Seperti menyiapkan layanan imigrasi dan lainnya. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menegaskan, rencana flight internasional Bandara Banyuwangi sangat positif. “Kehadiran travel agent Malaysia ini penanda kemajuan positif. Jadi akan banyak rute yang masuk ke Banyuwangi,” tegasnya.

Bandara Banyuwangi saat ini melayani rute Jakarta-Banyuwangi. Durasinya lima kali sehari. Ada juga rute Surabaya-Banyuwangi dengan frekuensi dua kali per hari.

Semakin dekatnya rencana terhubungnya Malaysia dengan Banyuwangi pun disambut positif Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Sebab, kenaikan jumlah kunjungan wisman akan berdampak positif bagi perekonomian Banyuwangi. Apalagi, wisman rata-rata memiliki kemampuan spending lebih tinggi dari wisnus.

“Keseriusan yang dilakukan Citilink ini harus diapresiasi. Posisi Kuala Lumpur memang vital, apalagi banyak wisman yang transit di sana. Kami tentu berharap, wisman bisa langsung menuju Banyuwangi. Sebab, aspek 3A-nya memang luar biasa. Atraksi, aksesibilitas, dan amenitas di Banyuwangi sangat bagus,” tutupnya. [*/par]


Banyuwangi dan Malaysia Siap Terkoneksi
Baca Selanjutnya

Pariwisata Turunkan Defisit Transaksi Berjalan

INILAHCOM, Yogyakarta - Pemerintah terus berupaya untuk mendongkrak devisa. Caranya, dengan mendorong pengembangan destinasi pariwisata prioritas. Hal terungkap dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah (Rakorpusda) Bank Indonesia bersama seluruh stakeholder pemerintah yang digelar 27-30 Agustus

Pada kesempatan itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan, pariwisata adalah pilihan tepat untuk memperkuat ekonomi Indonesia. Karena, pariwisata mampu meningkatkan cadangan devisa negara yang terus tergerus sejak Februari lalu. Selain itu, sektor pariwisata diyakini mampu menekan defisit neraca transaksi berjalan (Current Account Deficit) di Indonesia.

"Perlu diakselerasi dan sinergi kebijakan antara pemangku kepentingan. Karena, pariwisata penyumbang devisa ketiga terbesar, setelah kelapa sawit dan batu bara. Potensi ke depan sangat besar untuk menyumbang devisa. Dengan mendorong pariwisata bisa menurunkan defisit transaksi berjalan dan memperkuat ketahanan ekonomi ke depan," kata Perry Warjiyo dalam jumpa pers usai Rakorpusda, di Hotel Royal Amburrukmo, Yogyakarta, Rabu (29/8/2018).

Untuk mendorong hal tersebut, Rakorpusda mengeluarkan 9 strategi kebijakan yang akan diterapkan terhadap destinasi wisata prioritas. Seperti Danau Toba, Borobudur-Joglosemar, Mandalika, Labuan Bajo, Bali, Jakarta, Banyuwangi, Bromo, dan Kepulauan Riau. Sehingga percepatan dapat dilakukan.

Yang pertama, penetapan strategi pencapaian kinerja pariwisata melalui peningkatan aksesibilitas, keragaman atraksi, kualitas amenitas, didukung oleh penguatan promosi, dan peningkatan kapasitas pelaku pariwisata (3A2P).  Kedua, penguatan data dan informasi pariwisata melalui penetapan nomenklatur klasifikasi jenis usaha yang termasuk dalam bidang pariwisata.

Ketiga, peningkatan akses pembiayaan bagi kegiatan usaha di sektor pariwisata melalui penetapan ketentuan umum penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Keempat, penerapan intensifikasi layanan sistem pembayaran dan ekonomi digital serta ekosistemnya di semua destinasi wisata.

Kelima, penguatan sinergi promosi destinasi pariwisata antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia. Keenam, Penguatan akses/konektivitas darat dan udara menuju destinasi wisata.

Ketujuh, pengembangan atraksi yang terintegrasi di destinasi wisata, antara lain paket wisata Borobudur-Joglosemar, dan paket wisata Bali-Banyuwangi. Kedelapan, peningkatan amenitas di destinasi wisata, melalui percepatan penyelesaian penataan area Kampung Ujung di Labuan Bajo. Percepatan penyelesaian proses sertifikasi lahan untuk pembangunan fasilitas pendukung di sekitar Danau Toba. Selanjutnya peningkatan manajemen penanganan sampah dan limbah, serta penyediaan fasilitas air bersih pada wilayah-wilayah destinasi wisata.

Kesembilan, peningkatan kualitas SDM dan usaha pariwisata melalui pendidikan vokasi kepada pekerja di sektor pariwisata. "Ditargetkan pada 2019 jumlah wisman 20 juta orang dengan devisa 17,6 miliar US dolar, naik dibandingkan tahun sebelumnya sekitar 14 miliar US dolar," terang Perry.

Selain itu monitoring dan evaluasi pun dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan OJK. Monitoring dan evaluasi ini dilakukan secara periodik terhadap pelaksanaan strategi kebijakan pengembangan sektor pariwisata yang menjadi kesepakatan prioritas bersama. "Diharapkan dampak positif lainnya pada penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif," tutur Perry.

Menteri Pariwisata Arief Yahya yang menjadi salah satu narasumber pada Rakorpusda mengatakan, sektor pariwisata telah ditetapkan menjadi core ekonomi bangsa. Nantinya akan menjadi sumber devisa terbesar Indonesia. Hal ini bukanlah tanpa sebab. Dengan potensi keindahan alam yang dimiliki Indonesia tentu hal ini dapat segera tercapai.

"Maka tidak lah heran jika Presiden Joko Widodo memutuskan untuk menjadikan pariwisata sebagai core ekonomi bangsa. Pariwisata harus digenjot karena merupakan satu-satunya sektor jasa yang paling potensial menyumbang devisa. Apalagi, pariwisata tidak terpengaruh pergerakan harga komoditas di pasar dunia. Sektor ini perlu kami garap bersama agar bisa menghasilkan devisa secara cepat," ujar Arief Yahya.

Menpar juga menambahkan, pariwisata juga memberikan multiplier effect bagi sektor ekonomi lainnya. Baik yang memiliki kontribusi langsung maupun tidak langsung terhadap pariwisata. Sehingga peningkatan perekonomian dapat dirasakan bersama.

"Pariwisata memiliki dampak besar bagi perkembangan sektor lainnya. Karena kegiatan pariwisata menciptakan permintaan, baik konsumsi maupun investasi yang pada gilirannya akan menimbulkan kegiatan produksi barang dan jasa. Selama berwisata, wisatawan berbelanja, sehingga secara langsung menimbulkan permintaan pasar barang dan jasa. Imbasnya tentu peningkatan perekonomian Indonesia," tambah Menteri asal Banyuwangi tersebut. [*/par]


Pariwisata Turunkan Defisit Transaksi Berjalan
Baca Selanjutnya

Mau Tahu Pestanya Pecinta Seni? Datang Aja ke SIPA

INILAHCOM, Solo - Seorang seniman selalu memiliki cara unik berpesta. Bukan kemegahan yang mereka tampilkan. Melainkan karyanya yang luar biasa. Kalau tidak percaya, datang saja ke Kota Solo. Di sana, ada Solo International Performing Art (SIPA) 2018. Acara ini akan digelar di Benteng Vastenburg, 6-8 September 2018.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, SIPA 2018 akan menjadi "Pekan Raya" para pencinta seni pertunjukan. Selama 3 hari, pengunjung akan dimanjakan tontonan yang menakjubkan di panggung yang spektakuler.

"SIPA merupakan pertunjukan yang menghadirkan berbagai mahakarya seni budaya dari berbagai belahan dunia. Perhelatannya selalu dinanti bukan saja pencinta seni dalam negeri tetapi juga dari luar negeri. SIPA semakin mempertegas Solo sebagai kota seni dan budaya," ujar Menpar Arief Yahya, Selasa (29/8/2018).

Menginjak tahun penyelenggaraan ke-10, SIPA 2018 mengusung tema “We Are The World – We Are The Nations”. Tema tersebut menjadi pesan moral yang akan digelorakan di panggung pertunjukan. “Biarlah perbedaan bahasa, warna kulit, adat dan tradisi dan bangsa itu menjadi satu dalam kekuatan kebersamaan.”

Soal pengisi acara sudah tak perlu diragukan. SIPA selalu melibatkan seniman lintas benua, Asia, Australia, Eropa, Afrika dan Amerika. Setiap sajian selalu kolosal, dengan memanfaatkan panggung spektakuler. Begitu megah dengan panjang 20 meter dan lebar 16 meter. Panggung ini pun akan menjadikan Benteng Vastenburg yang sebagai latarnya.

Selain panggung utama yang menyajikan aneka kesenian, SIPA 2018 juga menghadirkan Bazaar yang buka mulai sore sampai malam hari selama acara digelar. Terdapat 30 stand yang ikut berpartisipasi, mulai dari bazaar non kuliner mulai dari pameran produk, distro batik, handcraft hingga stand khusus kuliner yang akan menjual makanan-makanan dan minuman khas dari Solo ataupun di luar Solo.

"Jangan lupakan pula dengan upacara pembukaan dan penutupannya yang selalu megah dan mewah. Diwarnai dengan koreografi yang indah, kembang api yang hingar-bingar, dan melibatkan pula ribuan penonton yang hadir. Sudah pastu membuat suasana malam di Benteng Vastenburg terasa begitu megah, mewah dan mempesona. Sudah pasti menyesal jika melewatkannya," ucap Menteri asal Banyuwangi tersebut.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kementerian Pariwisata, Sumarni, ikut memuji penyelenggaraan SIPA 2018. Menurutnya SIPA secara konsisten memberikan sebuah bentuk event seni yang berkelas. Ini menjadikan SIPA menjadi salah satu atraksi yang baik bagi pariwisata.

"Terbukti SIPA telah menjadi pelaksanaan yang ke 10 kalinya dan rutin setiap tahun digelar. Selain itu selalu mampu menyedot wisatawan untuk datang menikmatinya. Untuk itu SIPA masuk kedalam Top 100 Calendar of Event Wonderful Indonesia," ujar Sumarni.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pemasaran Area I Wawan Gunawan mengatakan, SIPA merupakan cerminan seni budaya Indonesia. Semangatnya tak sekedar memfungsikan seni pertunjukan untuk persoalan kesenian saja. Namun seni pertunjukan, baik itu dari wilayah tradisi atau pun dari wilayah modern, harus bisa menjadi sarana untuk memunculkan semangat kebersamaan.

"Penyelengaraan SIPA bertujuan sebagai ruang pertemuan beragam seni pertunjukan dari berbagai latar belakang budaya. Sudah selayaknya SlPA tak hanya berbicara tentang persoalan panggung pertunjukan di wilayah budaya, tetapi juga menyuarakan kebersamaan," ujar Wawan Gunawan yang juga Dalang Wayang Ajen itu. [*/par]


Mau Tahu Pestanya Pecinta Seni? Datang Aja ke SIPA
Baca Selanjutnya

Inilah Peluang Baru dari Sales Mission Thailand

INILAHCOM, Chiang Mai - Ada oleh-oleh keren dari Sales Mission Wonderful Indonesia di Thailand, 27-30 Agustus 2018. Dari mulai Chiang Mai, Phuket hingga Bangkok, semuanya sepakat menggalang kerja sama antar Online Travel Agent (OTA) dua negara. Digital online platform inilah yang diprediksi bakal menjadi masa depan bisnis tour and travel Thailand dan Indonesia.

“Sekarang travel agent besar di Thailand dikuasai Online Travel Agent. Di Chiang Mai saja jumlahnya ada 30. Semua big name di Thailand,” tutur Managing Director Global Union Express Chiang Mai, Jedsada Owatwaroj, di sela Sales Mission Chiang Mai, Selasa (28/8/2018).

Trend wisatawan Thailand memang mengarah ke digitalize. Orang-orangnya sangat hobi memanfaatkan digital. Mulai dari memantau jadwal keberangkatan, atraksi yang ada di lokasi wisata, memesan hotel, dan transportasi, semua mereka lakukan secara digital. “Dan ini sangat memudahkan mereka,” katanya.

Angka outbond-nya pun terus tumbuh. Size-nya juga sangat besar. Dari data Ministry of Tourism and Sports Thailand, di 2016 saja angka outbond Thai people mencapai 8,2 juta. Di 2017, angkanya naik menjadi 10 juta orang.

“Jepang paling banyak dicari travellers Thailand. Setelah itu Taiwan,” tambahnya. 

Lantas bagaimana dengan Indonesia?

Dave Chang, Managing Director Asia MICE Planner Phuket meyakini peluangnya masih sangat terbuka lebar. Kans untuk menggaet Thai people masih sangat terbuka. Alasan pertama, karakter Thai people tidak suka dengan penerbangan di atas tiga jam. “Alasan kedua, Thai people hanya punya sedikit waktu. Liburannya pendek. Biasanya hanya saat long weekend. Kalau mereka Bangkok resident, biasanya mereka ke Singapura, Malaysia, Kamboja, Laos, Myanmar, Vietnam dan Filipina,” ungkapnya.

Indonesia diyakini masih bisa naik. Masih bisa di upgrade lagi. Syarat utamanya massif di OTA. Indonesia gencar menjual pasar via online. “Kalau 30 big name OTA Thailand dengan top 10 OTA di Indonesia dipertemukan, saya yakin hasilnya akan bagus sekali,” paparnya.

Wakil Ketua Tim Percepatan Sejarah, Religi, Tradisi dan Budaya Kemenpar Tendi Nuralam yang ikut hadir di Sales Mission Thailand terlihat setuju dengan Owatwaroj dan Dave Chang. Baginya, digital lifestyle adalah sebuah keniscayaan. Tren saat ini baik personal, mobile dan interactive sudah serba digital.

“Ini menarik. Selama ini Sales Mission belum menyentuh OTA. Kita punya Traveloka, TripAdvisor, pegipegi dan booking.com. Kita juga punya Triponyu yang meraih juara dalam kategori UNWTO Award 2017. Kalau ketemu, pasti akan matching. Akan timbul banyak paket baru. Demand baru. Dan ini akan efisien karena saling berbagi dalam memanfaatkan aset atau resources,” ungkap Tendi.

Menpar Arief Yahya yang didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I Masruroh, juga seirama. Menjaring wisatawan melalui online yag mencari info paket wisata dan destinasi, baginya adalah keharusan. “Aneh kalau tidak digital. Costumer kita sudah berubah, 70 persen search and research sudah digital. Wisatawan bisa melakukan look-book-pay di mana saja, kapan saja. Kalau kita tidak segera masuk ke digital online platform seperti ini, pasti akan tertinggal dan sulit bersaing di level global. More digital more professional, more digital more personal, more digital more global,” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI. [*/par]


Inilah Peluang Baru dari Sales Mission Thailand
Baca Selanjutnya

Penanganan Gangguan Urologi Semakin Canggih

INILAHCOM, Jakarta - Selain kemajuan penangan kesehatan jantung dan pembuluh darah, penanganan gangguan urologi juga semakin berkembang, gangguan batu ginjal, batu saluran kemih, atau pembesaran prostat semakin banyak.

Masalah-masalah urologi kini dapat ditangani dengan pembedahan minimal invasive bahkan non-invasive.

“Pada kasus batu di saluran kemih, pemilihan tindakan yang dilakukan pada pasien ditentukan berdasarkan lokasi, ukuran dan jenis batu yang terbentuk. Beberapa tindakan yang biasa dilakukan seperti Extracorporeal Shockwave Lithrotripsy (ESWL). ESWL ini adalah tindakan non-invasif yang memanfaatkan gelombang kejut untuk menghancurkan batu. Jadi, tidak ada sayatan sama sekali pada tubuh pasien," kata Dokter Hery Tiera, Sp. U, dokter spesialis bedah urologi yang berpraktik di RS Pondok Indah – Pondok Indah dan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, Jakarta, Rabu, (29/08/2018).

Masih menurutnya, tetapi, apabila batu yang terbentuk ukurannya lebih besar dan lokasinya lebih sulit, maka diperlukan tindakan yang berbeda, seperti Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL), Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS), Uretheroscopy (URS), atau Litotripsi. Pemeriksaan awal dengan CT-urologi sangat dibutuhkan untuk menegakkan diagnosa dan menentukan tindakan penanganan yang tepat untuk pasien.

Selain batu ginjal dan saluran kemih, pembesaran prostat merupakan masalah yang sering dialami pria khususnya yang berusia di atas 50 tahun. Pemeriksaan awal untuk gangguan pembesaran prostat dilakukan dengan pemeriksaan riwayat kesehatan pasien, pemeriksaan laboratorium untuk melihat fungsi ginjal, dan pemeriksaan pencitraan prostat dan saluran kemih menggunakan ultrasonografi (USG).

Penanganan gangguan pembesaran prostat yang ringan dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan, tetapi untuk kasus lanjutan, tindakan minimal invasive seperti Transurethral Resection of Prostate (TURP) dapat dilakukan. Tindakan ini dilakukan dengan teknik endoskopi tanpa sayatan, menggunakan kamera yang masuk melalui lubang berkemih.

Kemudian, jaringan prostat di reseksi atau di evaporasi dari dalam menggunakan elektroda ataupun laser fiber dengan visualisasi langsung (direct vision). Pilihan tindakan penanganan untuk kasus gangguan urologi bersifat individual, dan menyesuaikan kondisi masing-masing pasien.(tka)


Penanganan Gangguan Urologi Semakin Canggih
Baca Selanjutnya

Masalah Pembuluh Darah Juga Bisa Diatasi

INILAHCOM, Jakarta - Tidak hanya pada jantung, masalah pada pembuluh darah juga dapat ditangani dengan teknik minimal invasive, misalnya varises.

Varises merupakan kasus kelainan pembuluh darah yang dapat berisiko menimbulkan serangan jantung. Hal ini terjadi apabila gumpalan darah yang terbentuk akibat varises terlepas kemudian mengikuti aliran darah kembali ke jantung.

“Varises ringan dapat ditangani dengan penggunaan perban elastis atau stocking khusus untuk mengurangi risiko varises menjadi lebih parah. Namun, untuk kondisi varises yang sudah parah tindakan minimal invasive seperti Endo Venous Laser Ablation (EVLA) dapat dilakukan," dr. Achmad Faisal, Sp. BTKV, dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular, Jakarta, Rabu, (29/08/2018).

Masih menurutnya, tindakan ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil untuk memasukan kamera dan laser fiber yang akan bekerja untuk melengketkan varises dari dalam kulit. Dengan EVLA, pasien hanya memerlukan anestesi lokal pada daerah varises yang akan ditangani dan hanya memerlukan satu hari perawatan di rumah sakit.

Untuk kasus penyakit-penyakit dalam rongga dada, seperti tumor paru, benda asing di rongga dada, akumulasi udara atau cairan dalam rongga dada, serta penyakit keringat berlebih (hiperhidrosis), saat ini dapat juga ditatalaksana dengan tindakan Video Assisted Thoracoscopic Surgery (VATS) atau lebih dikenal dengan key hole operation (operasi lubang kunci) dengan sayatan yang sangat minimal.(tka)


Masalah Pembuluh Darah Juga Bisa Diatasi
Baca Selanjutnya

Rabu, 29 Agustus 2018

Ini Tindakan Minimal Invasive untuk Jantung

INILAHCOM, Jakarta - Salah satu tindakan minimal invasive yang dilakukan untuk menangani masalah pada jantung adalah kateterisasi jantung atau pemasangan stent pada jantung.

Menurut Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan kardiologi intervensi, dr. Wishnu Aditya, Sp. JP (K), FIHA, terdapat dua aspek dari pelaksanaan kateterisasi jantung, yaitu diagnostik dan intervensi. Pada saat diagnostik, pemeriksaan memanfaatkan modalitas teknologi seperti X-ray atau C-Arm untuk menemukan lokasi terjadinya gangguan.

"Selanjutnya, kateterisasi juga bisa dilakukan untuk membuka jalan pemasangan stent atau ring jantung pada pembuluh darah yang tersumbat, sehingga aliran darah ke jantung pun dapat kembali normal. Tindakan minimal invasive lain yang biasa dilakukan untuk menangani masalah jantung adalah pemasangan alat pacu jantung atau pacemaker, serta penutupan kebocoran sekat jantung akibat kelainan jantung bawaan," papar Wishnu, Jakarta, Rabu, (29/08/2018).

Setelah dilakukannya tindakan minimal invasive ini, pasien biasanya menjalani masa pemulihan dengan waktu relatif singkat sekitar satu hingga tiga hari. Setelah itu pasien diharapkan dapat kembali melakukan aktivitas dengan normal.

Hal ini merupakan salah satu kelebihan dari tindakan minimal invasive, di mana pasien memerlukan waktu penyembuhan dan rawat inap di rumah sakit yang singkat. (tka)


Ini Tindakan Minimal Invasive untuk Jantung
Baca Selanjutnya

Nyaman dengan Tindakan Minimal Invasive

INILAHCOM,Jakarta - Tindakan minimal invasive memberikan kenyamanan dan masa pemulihan yang lebih singkat untuk pasien.

Hal tersebut berlaku untuk para penderita gangguan kesehatan pada jantung, pembuluh darah, ataupun urologi. Gaya hidup yang tidak sehat serta pertambahan usia, memicu timbulnya berbagai masalah kesehatan, seperti masalah kesehatan pada jantung, pembuluh darah, ataupun urologi.

Untuk menangani masalah kesehatan tersebut, diperlukan penanganan yang tepat dan komprehensif dengan dukungan teknologi terkini dalam bidang kesehatan, dari mulai diagnosa hingga menentukan tindakan yang tepat bagi setiap pasien. 

“Penanganan untuk berbagai masalah kesehatan ini bermacam-macam, harus disesuaikan dengan kondisi pasien, mulai dari terapi pengobatan hingga tindakan bedah. Seiring hadirnya inovasi teknologi di bidang kesehatan, solusi untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan dapat dilakukan dengan teknik minimal invasive," kata Chief Executive Officer (CEO) RS Pondok Indah Group, dr. Yanwar Hadiyanto, MARS, Jakarta, Rabu, (29/08/2018).

Masih menurutnya, minimal invasive surgery adalah tindakan bedah dengan luka sayatan yang lebih minimal. Setelah dilakukannya tindakan, pasien akan merasakan nyeri yang lebih sedikit, risiko komplikasi lebih rendah, serta masa pemulihan yang lebih singkat, bila dibandingkan dengan bedah konvensional.

Gangguan kesehatan pada jantung menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang sering terjadi. Permasalahan pada pembuluh darah koroner, katup-katup jantung, dan masalah pada sistem listrik jantung membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat pada periode emas. Jika tidak ditangani dengan cepat, dapat mengakibatkan kerusakan otot jantung, gagal jantung, bahkan kematian mendadak.

Penanganan masalah jantung saat periode emas, meningkatkan peluang kesembuhan pasien dan menghindari kerusakan otot jantung yang lebih parah.(tka)


Nyaman dengan Tindakan Minimal Invasive
Baca Selanjutnya

Pemandu Harus Kuasai Keistimewaan Ekowisatanya

INILAHCOM, Banyuwangi - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) benar-benar fokus menggarap Ekowisata Hutan (Pemandu Interprestasi) untuk pariwisata Indonesia. Buktinya, apa saja yang harus dilakukan Pengelola Hutan di Seluruh Indonesia dikupas serius dalam perhelatan Bimbingan Teknis Ekowisata Hutan (Pemandu Interpretasi) di Hotel Santika, Banyuwangi 28-30 Agustus 2018.

Asisten Deputi Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar menghadirkan Wiwien Wiyonoputri pada acara ini. Menurut Wiwien, seluruh peserta yang mayoritas disii pengelola kawasan lindung seperti Taman Nasional dan Taman Wisata Alam itu harus pandai menceritakan keistimewaan kawasan yang dikelolanya.

“Harus bisa mengenali apa keistimewaan kawasannya, mana yang penting diusung menjadi tema interpretasi yang kemudian digali dan dikuasai pengetahuannya untuk diceritakan kepada pengunjung,” kata Wiwien di hadapan puluhan peserta.

Wiwien melanjutkan, dengan terbatasnya waktu pengunjung di suatu kawasan, dan banyaknya sumber daya yang dimiliki kawasan lindung tidak mungkin seorang pemandu interpretasi menceritakan semua kepada wisatawan. Jadi, utamakan dulu yang menjadi keistimewaan kawasan yang kelola. Untuk dapat menyampaikan penjelasan secara menarik dan efektif, Pemandu Interpretasi tidak hanya harus paham dan menguasai sumber daya destinasi, namun juga paham tamu atau audiensinya, dan teknik-teknik interpretasi.

Para peserta menyimak dengan semangat. Mereka semua paham betul bahwa pariwisata saat ini merupakan sektor unggulan untuk mensejahterakan rakyat. Semua aktif bertanya, aktif berinteraksi dan saling tanya jawab dengan komunikatif. Untuk peserta Bimtek juga tidak sembarangan. Yang hadir adalah pengelola-pengelola dan praktisi. Di antaranya adalah Perhutani, TNBB Baluran (Situbondo), Alas Purwo (Banyuwangi), Meru Betiri (Banyuwangi/Jember). Selain itu, ada juga Taman Wisata Alam Kawah Ijen (Banyuwangi dan Bondowoso) dan Bromo Tengger Semeru.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Rizki Handayani didampingi Asisten Deputi Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Alexander Reyaan mengatakan, Ekowisata atau ekotourism merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.

”Jadi kita harus menjaganya bersama-sama untuk pariwisata berkelanjutan, ini butuh kerjasama semua pihak. Bapak Menteri Pariwisata Arief Yahya sering mengatakan bahwa ini perlu kerjasama unsur penthahelix yakni akademisi, bisnis, komunitas, peemerintah dan media,” ujar Rizki.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan, potensi yang dimiliki Taman Nasional di sekitar Jawa Timur memang sangat besar. Taman Nasional-Taman Nasional tersebut merupakan ekowisata sekaligus prototype bagi beberapa wilayah di Indonesia lainnya. Lima taman nasional tersebut diantaranya adalah Baluran (Situbondo), Alas Purwo (Banyuwangi), Meru Betiri (Banyuwangi/Jember). Selain itu, ada juga Taman Wisata Alam Kawah Ijen (Banyuwangi dan Bondowoso).Terakhir adalah TN Bromo Tengger-Semeru yang berada di wilayah Pasuruan, Malang, Lumajang, hingga Probolinggo.

“Posisi Banyuwangi sebenarnya menciptakan cross selling antara Bali dan Jawa Timur. Jadi, sudah sangat tepat menggelar Bimtek di Banyuwangi karena kemajuan Ekowisata di Jawa Timur juga nantinya akan berdampak terhadap daerah lainnya,”kata Menpar. [*/par]


Pemandu Harus Kuasai Keistimewaan Ekowisatanya
Baca Selanjutnya

Budaya Melayu Kuansing ada di Festival Pacu Jalur

INILAHCOM, Kuansing - Salah satu festival tertua di Indonesia, Festival Pacu Jalur di Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, resmi bergulir, Rabu (29/8/2018), di Lapangan Limuno, Teluk Kuantan. Berbagai atraksi budaya Melayu khas Kuansing disajikan. Salah satunya Tari Sombah Carano.

Sombah Carano adalah tarian untuk menyambut tamu. Tarian ini menampilkan sejumlah penari pria membawa pedang dan perisai. Mereka bergerak layaknya menjaga suasana. Tak lama, masuk para penari wanita.

Setelah melenggak lenggok dengan gemulai, para penari wanita ini kemudian menghampiri para tamu undangan. Yaitu Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman, Bupati Kuantan H Mursini, juga Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Esthy Reko Astuty. Tarian Sombah Carano menjadi pembuka rangkaian kegiatan. Festival Pacu Jalur 2018 sendiri dibuka secara resmi dengan memukul gong. Event ini akan berlangsung hingga 1 September 2018.

Menurut Esthy Reko Astuty, Kuantan Singingi dan Riiau sangat beruntung karena memiliki budaya Melayu. “Kebudayaan Melayu sangat dekat dan erat dengan negara-negara tetangga. Seperti Malaysia dan Singapura. Ini keuntungan. Sebab, dengan atraksi-atraksi terbaik wisatawan mancanegara bisa datang,” paparnya.

Esthy pun memuji Festival Paju Jalur yang mampu masuk dalam Calendar of Events Kementerian Pariwisata. “Masuk dalam Calendar of Events Kementerian Pariwisata tidak mudah. Sebab harus melewati kurasi terlebih dahulu. Tahun depan, kurasi akan lebih diperketat. Karenamelibatkan kurator-kurator  handal. Tapi dengan pelaksanaan yang baik, apalagi Festival Pacu Jalur sudah berusia ratusan tahun, saya yakin event ini akan masuk Calendar of Event 2019,” paparnya.

Dalam pembukaan Festival Pacu Jalur 2018, budaya melayu sangat menonjol. Selain Tarian Sombah Carano, ada juga penampilan Tari Manyokok yaitu menceritakan tentang kegiatan masyarakat dalam mencari ikan. Sajiannya menarik. Mampu menarik perhatian pengunjung.

Selain itu, ada juga aksi lempar pantun khas Melayu. Lempar pantun sudah diawali sejak Gubernur Riau dan Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural hendak menuju tribun kehormatan. Begitupun saat tamu-tamu undangan memberikan sambutan.

Acara pembukaan ditutup dengan aksi Tarian Rakyat Kolosal. Tarian ini menceritakan kehidupan sehari-hari. Menariknya, di akhir penampilan seluruh tamu undangan diajak menarik bersama di lapangan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik pelaksanaan Festival Pacu Jalur 2018. “Ini budaya tua. Pelaksanaannya pun keren. Setiap tahun selalu dipenuhi pengunjung. Pacu Jalur adalah salah satu festival terbaik di Indonesia,” katanya.

Hanya saja, Menpar mengingatkan agar aksesibilitas ditingkatkan. “Karena akses menjadi salah satu kunci untuk mendatangkan wisatawan. Semakin mudah lokasinya dijangkau,  akan semakin banyak wisatawan yang hadir,” katanya. [*/par]


Budaya Melayu Kuansing ada di Festival Pacu Jalur
Baca Selanjutnya

Cara Atasi Anak Ketika Tantrum di Depan Umum

<B>INILAHCOM, Jakarta - Orangtua kerap menghadapi situasi ketika anak tantrum di depan umum. Terkadang, situasi ini membuat Anda tidak nyaman. Lantas bagaimana cara mengatasinya? </B>

Mengutip dari akun instagram @mamapedia.id, Rabu, (29/08/2018), temper tantrum biasa terjadi pada balita usia 1-3 tahun. Menangis dan berteriak, hingga suka menendang serta memukul adalah cara anak berkomunikasi ketika sedang lelah, lapar, frustasi, dan tidak nyaman.

Hal tersebut biasanya dirasakan para orangtua. Apalagi, ketika hal ini terjadi di depan umum. Ada beberapa cara bagaimana mengatasi hal tersebut.

1. Secara perlahan coba peluk dan gendong anak

2. Berikan anak kesempatan untuk meluangkan emosinya sendiri namun pastikan tetap dalam jangkauan orangtua

3. Bawa anak ke tempat yang lebih sepi dan tenang

4. Pastikan tidak ada benda - benda yang berbahaya di sekitar si kecil

5. Coba alihkan perhatian dengan mainan atau hal lain yang dia suka

6. Ciptakan suasana empati lalu ajak anak bicara tentang apa yang dia rasakan. (tka)


Cara Atasi Anak Ketika Tantrum di Depan Umum
Baca Selanjutnya

Konektivitas Jadi Kunci Promosi Pariwisata Sulsel

INILAHCOM, Jakarta - Sulawesi Selatan mempunyai potensi yang sangat besar. Namun masih harus digali. Konektivitas masih menjadi masalah. Terutama direct flight. Menyikapi hal itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendorong stakeholder pariwisata yang ada di daerah untuk sama-sama membangun konektivitas. Baik dari maupun menuju Sulsel.

“Akses menjadi maha penting dan mendesak. Sehebat apapun berpromosi, tanpa disiapkan akses menuju Indonesia, hanya akan menjadi bottlenecking,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Kementerian Pariwisata, Dadang Rizki Ratman, didampingi Asisten Deputi Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata Kementerian Pariwisata, Indra Ni Tua, Selasa (28/8/2018).

Menyikapi hal itu konektivitas udara pun dikuatkan. Akses sendiri menyangkut 3A. Yaitu Airlines, Airports dan Authority. Dalam hal ini, melibatkan Air Navigation dan Kemenhub. Namun, Kemenpar tak segan mempertemukan para unsur 3A dalam forum group discussion “Konektivitas Transportasi Sulawesi Selatan”. Pertemuan  berlangsung 2018 di Hotel Novotel Grand Shayla, Makassar, 23-24 Agustus 2018.

“75% wisman masuk ke Indonesia melalui jembatan udara, sisanya via penyeberangan dan crossborder. Saya harus pastikan aksesnya cukup, karena dengan target 17 juta masih ada kekurangan 1,1 juta seats capacity,” ujar Asisten Deputi Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata Kementerian Pariwisata, Indra Ni Tua.

Indra menjelaskan, jumlah kedatangan wisman Sulawesi Selatan dalam 3 tahun terakhir meningkat. Khususnya yang menggunakan non direct flight ke Ujung Pandang. Dijelaskannya, akses udara sangat instrumental dalam meningkatkan kunjungan wisman. Dari serangkaian upaya yang di lakukan dengan key stakeholder pariwisata dapat di ketahui traffic penumpang maupun kargo dari atau ke Ujung Pandang masih dapat ditingkatkan.

Key stakeholder pariwisata Sulawesi Selatan siap mendukung semua rute internasional dari atau ke Makassar. Termasuk skema dukungan yang di sediakan, baik oleh pemda, airlines, Angkasa Pura dan Kemenpar,” ujarnya.

FGD sendiri dihadiri berbagai unsur. Dari Airlines ada Air Asia, Wings Air, Lion Ai, Batik Air, Nam Air, Sriwijaya Air, Citilink Indonesia, Garuda Indonesia. Dari Authority ada dari Dit. Angkutan Udara, Kemenhub PT. Pelindo IV dan Airport ada dari  PT Angkasa Pura I. Sementara mewakili Industri ada Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI). Hadir pula Syafruddin Rahim, Kabid promosi Disparprov Sulsel, Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Falatehan Hasudungan, Vice President Airport Operation PT. Angkasa Pura I Haruman Sulaksono dan GM Terminal Peti Kemas Makassar (PT. Pelindo 4) Yosef Benny Rohy.

Sedangkan Vice President Airport Operation PT. Angkasa Pura I Haruman Sulaksono mengatakan, pergerakan pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin pada 2017 mencapai 113.915 pesawat. AP I memprediksikan bakal bertambah 15.948 pesawat menjadi 129.863 pesawat pada 2018. Untuk itu, pihaknya telah menjalankan sejumlah program guna mendukung maksimalisasi pengelolaan dan pelayanan bandara.

“Adapun pengembangan bandara yang telah dijalankan antara lain perluasan dua apron, atau tempat parkir pesawat, dan perluasan terminal lama seluas 48 ribu meter persegi. Sejalan dengan itu, kita juga memprediksi penambahan jumlah penupang sekitar 10 persen," kata Haruman Sulaksono.

Pada 2017 realisasi penumpang bandara yang terletak di Mandai, Maros itu, mencapai 12.294.226 orang. Jumlah ini diprediksi akan bertambah 1,22 juta orang menjadi 13.523.648 orang.

Pemerintah telah mendorong agar inti ekonomi Indonesia ke depan adalah menyediakan jasa pelayanan pariwisata. Kementerian Pariwisata mendorong program besar untuk mendatangkan turis mamcanegara ke Indonesia dalam Foreign Tourist Arrival (FTA).

Terkait konetivitas, Menpar Arief Yahya punya pengalaman untung mendorongnya. Bagaimana caranya? Maskapai bisa mengoptimalkan pasar utama. Mengacu data Kemenpar, ada lima pasar yang bisa diekplorasi lagi oleh maskapai.

Ada pasar Tiongkok, Eropa, Australia, Singapura, juga India. Pada 2017, jumlah wisatawan Tiongkok 1,91 juta atau tumbuh 42,22%. Eropa ada 1,74 juta wisman, lalu tumbuh 14,12%. Australia (1,10 juta), Singapura (1,31 juta), dan India (434,19 ribu).

“Tiongkok sudah jadi pasar utama. Untuk Eropa dijadikan satu karena identik. Meski nomor dua, tapi pasar Eropa menjadi penyumbang devisa terbesar. India juga sangat unik. Pertumbuhannya besar 29%. Kondisi ini harus lebih dioptimalkan lagi. Malaysia, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang tetap menjadi market penting,” terang Menpar.

Selain pasar potensial, maskapai harus jeli dan terbuka melihat moment saat low season. Mengusung konsep sharing economy, low season bisa disikapi dengan discount. Besarannya adalah 30%-40%. Dan, penurunan harga ini berlaku menyeluruh. Berlaku untuk maskapai, akomodasi, bahkan destinasi. [*/par]


Konektivitas Jadi Kunci Promosi Pariwisata Sulsel
Baca Selanjutnya

Cara Mengatasi Anak Sembelit

INILAHCOM, Jakarta - Mengalami sembelit adalah suatu hal yang tidak membuat nyaman. Apalagi hal ini terjadi pada anak Anda. Lantas, bagaimana cara mengatasinya?

Mengutip dari akun instagram @ibupedia_id, Rabu, (29/08/2018), ada banyak cara untuk mengatasi masalah sembelit. Hal ini bisa menjadi solusi dari para orangtua yang sedang mengahadapi masalah tentang sembelit pada anak. Berikut adalah caranya.

1. Pijat perut bayi

Ukur selebar tiga jari di bawah pusarnya, dan lakukan tekanan dengan lembut dengan ujung jari Ibu. Tekan hingga jari Ibu menyentuh bagian dalam perutnya. Lakukan tekanan yang konstan dan lembut selama sekitar 3 menit.

2. Aktif bergerak

Jika anak sudah merangkak, stimulasi anak agar dia lebih sering merangkak. Jika belum, Ibu bisa memposisikan anak berbaring terlentang. Lalu, pegang dan gerakkan kakinya seperti gerakan mengayuh kakinya seperti gerakan mengayuh sepeda.

3. Susu Formula

Jika anak minum susu formula, berikan dia air putih yang lebih banyak. Pastikan takaran sufor sudah sesuai dengan instruksi. Kalau takaran sufor lebih banyak dari airnya, itu bisa membuat anak sembelit.

4. Menu MPASI

Untuk anak yang baru mulai MPASI, berikan air yang cukup dan makanan berserat, seperti pear, brokoli, plum, apel, dan lainnya.

5. Hubungi Dokter

Kalau menu MPASI sudah diganti dan anak sudah minum banyak cairan tapi sembeli tidak kunjung usai, maka segera hubungi dokter anak. (tka)


Cara Mengatasi Anak Sembelit
Baca Selanjutnya

Hal yang Tak Terduga Usai Ibu Melahirkan

INILAHCOM, Jakarta - Apakah Anda baru menjadi seorang Ibu? Nah, pastinya, Anda mengalami sesuatu yang tidak terduga ketika menemukan hal - hal yang jauh dari pemikiran Anda. Seperti apa?

Mengutip dari akun instagram @ibupedia_id, Jakarta, Rabu, (29/08/2018), ketika menunggu seorang anak lahir ke dunia, seorang Ibu baru sangat bersemangat untuk menunggunya. Setelah itu, perkembangan bayi dari hari ke hari menjadi suatu bagian yang tidak terpisahkan. Setiap perkembangan anak membuat Anda sangat bahagia.

Lalu, apa saja hal - hal yang tidak terduga yang Anda temui usai melahirkan? Berikut adalah faktanya.

1. Respon Bayi Lebih Dari yang Kita Kira

Newborn tak hanya bisa nangis dan tidur saja. Banyak bayi bisa tersenyum, merespon suara dan mengikuti gerakan benda dengan matanya di bulan - bulan pertama.

2. Bayi Tidak Tidur Selama 16 Jam

Katanya newborn itu lebih banyak tidurnya. Kenyataannya, banyak bayi tidak tidur selama itu. Jadi, enggak heran semua new moms pasti kurang tidur.

3. Menyusui Tidak Mudah

Menyusui tidak semudah kelihatannya. Kita perlu belajar cara mendekap bayi dengan nyaman, dan menemukan posisi menyusu terbaik.

4. Ibu Merasa Bahagia Tapi Sering Menangis

Untuk yang satu ini, Anda mengalami perubahan hormon. Tapi, kalau baby blues terjadi berminggu - minggu, segera cari bantuan karena dikhawatirkan post partum depression.

5. Takut Buang Air Besar

Apalagi ketika Ibu menjalani episiotomo. Agar tidak terlalu mengedan selama pup, perbanyak makan serat, minum air putih dan banyak berjalan. (tka)


Hal yang Tak Terduga Usai Ibu Melahirkan
Baca Selanjutnya

Raih Mimpi Anak Berlatih dan Belajar di Inggris

<B>INILAHCOM, Jakarta - Memiliki cita - cita atau keinginan yang tinggi bagi seorang anak sangat penting. Ini sangat berkaitan erat dengan menggali kemampuan diri untuk mendapatkan potensi yang tersembunyi. </B>

Salah satunya dengan mendapatkan pelatihan secara khusus tentang kemahiran dalam bermain sepak bola. Setiap anak laki - laki pasti memiliki keinginan untuk menjadi pemain bola seperti idola yang mendunia. Tidak jarang, mimpi tersebut dipupuk sejak dini dan berusaha meraihnya secara perlahan dengan berlatih setiap hari di rumah.

Untuk mewujudkan mimpi anak Indonesia itu, QNET melanjutkan program coaching clinic oleh Manchester City Football School tahun lalu di Jakarta.

Empat Anak Indonesia terpilih mengikuti pelatihan sepak bola dan bahasa lnggris oleh City Football & Language School di Manchester. Melanjutkan komitmennya di bidang olahraga, khususnya sepak bola, untuk mengembangkan minat dan kemampuan fisik anak Indonesia. Tahun ini QNET Indonesia menggandeng Yayasan Cinta Kasih Bangsa dalam proses seleksi untuk mendapatkan anak berbakat yang berlatih seperti pemain sepak bola profesional kelas dunia di Manchester, lnggris.

Sejak tahun 2017 lalu, QNET telah menyelenggarakan program QNETCity Coaching clinic bersama Manchester City di Jakarta. Ratusan anak dari berbagai rusun di Jakarta, mengikuti pelatihan sepakbola oleh pelatih profesional yang didatangkan langsung dari Manchester City Football School.

Tahun ini, 4 anak berbakat, Dimas Djati Pangestu, Gabriel Nicolas Honin, Maulana lchsan ArFIanto, dan Muhammad Sobri terpilih mewakili Indonesia untuk mengikuti program pelatihan sepakbola pada 29 Juli 11 Agustus 2018 lalu di Manchester, lnggris, setelah sukses menjadi pemain terbaik pada program coaching clinic yang diselenggarakan oleh QNET tahun lalu di Jakarta. Mereka bergabung dengan 60 anak lainnya dari seluruh dunia.

"Kami merasa bangga dapat mewujudkan mimpi anak-anak ini dengan memberikan pengalaman berlatih sepak bola secara profesional di Manchester," papar Ganang Rindarko selaku General Manager QNET Indonesia, Jakarta, Rabu, (29/08/2018).

Masih menurutnya, hal ini adalah bentuk untuk memberikan apresiasi kepada mereka yang ingin mewujudkan mimpinya melalui ketekunan dan kerja keras.

Selain mendapatkan pelatihan sepakbola dengan fasilitas modern, anak-anak juga diajarkan bahasa lnggris dan edukasi memanfaatkan perangkat teknologi.(tka)


Raih Mimpi Anak Berlatih dan Belajar di Inggris
Baca Selanjutnya

Mandiri BINR18 Dongkrak Pesona Nusa Dua Fiesta

INILAHCOM, Jakarta - Mandiri Badung International Night Run 2018 yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Badung bersama dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) akan berlangsung di Kawasan The Nusa Dua.

Hal ini guna memperingati HUT Kabupaten Badung ke 9 Mangupura. Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku BUMN pengembang kawasan The Nusa Dua, Bali dan the Mandalika, NTB akan menggelar lomba lari Mandiri Badung International Night Run 2018 (Mandiri BINR18) sebagai penutup rangkaian kegiatan Pesona Nusa Dua Fiesta 2018 yang berlangsung pada 28-30 September 2018.

Mandiri Badung International Night Run 2018 yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Badung bersama dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) akan berlangsung di Kawasan Pariwisata The Nusa Dua  Event ini juga merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dan ITDC dalam mendukung gaya hidup sehat dan menjadikan Kabupaten Badung sebagai Sport Tourism Destination.

Mandiri BINR18 ini sekaligus bertujuan untuk menjadikan Kabupaten Badung sebagai tujuan wisata olahraga bertaraf internasional untuk menarik pasar wisatawan mancanegara datang ke Badung khususnya ke Kawasan The Nusa Dua yang merupakan kawasan resort yang terletak di Kabupaten Badung.

The Nusa Dua dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena 17 perswn dari total kunjungan wisatawan ke Pulau Bali memilih Nusa Dua sebagai tempat untuk menghabiskan waktu liburan, dimana 80 persen wisatawan adalah turis mancanegara.

Bertemakan ”Run Accross The Sea Chasing The Sunrise”, Mandiri BINR18 menjadi lomba lari yang diadakan pada dini hari dengan target 3000 pelari dari kalangan professional dan pemula baik lnternasional maupun domestic.

Lomba lari dengan total hadiah mencapai setengah milyar rupiah ini mempertandingkan 4 kategori lari yaitu Full Marathon (FM), Half Marathon (HM), 10K dan 5K.

Registrasi Mandiri BINR18 dibuka mulai tanggal 2 Agustus 2018 melalui website wwww.badungnightrun.com dengan biaya registrasi sebesar Full Marathon Rp. 550 ribu, Half Marathon Rp. 450 ribu, 10K Rp.350 ribu, 5K Rp.250 ribu.

Kegiatan pengambilan Race Pack Collection dapat dilakukan pada tanggal 28 dan 29 September di areal Pesona NDF 2018 sehingga para pelari dapat sekaligus menikmati sajian performance kolosal Bali dan Nusantara, dan deretan artis bali dan nasional seperti GIGI, ADERA, IBNU JAMIL.

“Kabupaten Badung merupakan gerbang utama wisata Bali, sudah sepatutnya Badung memberikan banyak alternative pilihan atraksi wisata, salah satunya sebagai sport tourism destination dimana Badung memiliki potensi untuk itu," ujar Wakil Bupati Badung Bapak Drs. I Ketut Suiasa, SH, Jakarta, Rabu, (29/08/2018).

Direktur Konstruksi & Operasi ITDC Ngurah Wirawan menerangkan Mandiri Badung International Night Run 2018 ini tidak hanya mempromosikan Kawasan Pariwisata the Nusa Dua sebagai Resort destination bagi wisatawan tapi juga mempromosikan kawasan the Nusa Dua sebagai event destination.

Fasilitas yang dimiliki antara lain adalah resort bintang 5, lapangan golf internasional, pantai serta pulau peninsula yang merupakan icon dari Kawasan the Nusa Dua itu sendiri.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas menambahkan, Bank Mandiri sebagai bank terbesar di Indonesia dan sebagai sponsor utama penyelenggaran event ini, memiliki komitmen yang sama dengan ITDC dalam mendukung program pemerintah untuk mencapai target kunjungan wisatawan sejumlah 20 juta wisatawan pada tahun 2019.

Sementara itu, kegiatan Pesona Nusa Dua Fiesta 2018 (Pesona NDF 18) yang ditargetkan dapat dihadiri 30 ribu pengunjung ini guna mengambil peluang untuk mempromosikan keberagaman Indonesia dan kesiapan Bali sebagai tuan rumah untuk international event khususnya menyambut event Annual Meeting IMF-World Bank bulan Oktober mendatang.

Acara ini diharapkan dapat menarik perhatian para anggota delegasi Annual meeting IMF World Bank 2018 yang telah datang di Bali.(tka)


Mandiri BINR18 Dongkrak Pesona Nusa Dua Fiesta
Baca Selanjutnya

Meneropong Surga Tersembunyi Biak dari FBMW

INILAHCOM, Biak - Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) 2018 banyak menyimpan surga eksotis. Dengan nuansa khas pantai, Biak Numfor sangat kaya destinasi. Selain budaya, kawasan ini juga memiliki potensi alam yang unik lengkap dengan flora dan faunanya.

Mengunjungi FBMW 2018, belum lengkap bila tidak menyibak lebih dalam sisi lain dari Biak Numfor, Papua. Lokasi destinasinya juga tidak jauh dari venue festival. Aksesibilitas mudah, apalagi jalan mulus. Menjadi surga tersembunyi, Kali Biru layak menjadi destinasi yang harus didatangi. Sebab, destinasi ini memiliki keunikan dengan telaga air birunya yang jernih. Posisi telaga juga berada di mulut gua.

Berada di tepi jalan Desa Anggraidi, Distrik Biak Kota, destinasi Kali Biru sangat unik. Lokasinya berada di dalam cekungan (luweng) sedalam 30 meter. Posisi telaga berada di salah satu sudut luweng. Lebar dan kedalaman 12 meter. Warna airnya biru jernih. Apalagi, ada banyak stalagtit yang menggantung di langit-langit gua. Nuansa semakin eksotis dengan akar yang menyembul di dinding luweng.

“Warna biru karena faktor kedalaman. Telaga juga memiliki lorong di dalam air yang terhubung dengan goa lain di dalam bukit ini. Penyelam dari Russia yang sudah masuk ke sana. Telaga juga punya saluran khusus di bawah laut dan terhubung dengan Pulau Myoduref. Kalau air laut pasang, maka posisi air di sini ikut naik,” kata Pemilik Destinasi Kali Biru Biak Martinus Rumpaidus, Jumat (24/8/2018).

Kali Biru hanya berjarak 100 meter dari bibir pantai. Telaga ini didiami ikan gabus dan udang air tawar. Menariknya, kawasan luweng Telaga Biru ini juga memiliki tiga gua. Venue ini, dulunya dipakai sebagai tempat bersembunyi Tentara Jepang. Martinus menambahkan, luweng Kali Biru difungsikan dapur oleh tentara Jepang selain tempat menyimpan cadangan amunisi.

“Pada dinding tebing ini ada beberapa goa. Dahulu di sini banyak ditemukan sisa-sisa bom. Ada juga selongsong peluru. Selain itu, di sisi lain kawasan ini banyak ditemukan sisa-sisa peralatan kesehatan. Seperti, alat penyuntik. Destinasi ini cukup ramai. Setiap pekannya rata-rata dikunjungi 100 orang. Area ini bisa dikembangkan jadi komplek destinasi besar. Sebab, pantai memiliki pasir putih,” jelasnya.

Usai menikmati Kali Biru, wisatawan harus datang ke UPTD Taman Burung dan Taman Anggrek (TBTA) Biak. Lokasinya ada di Jalan Raya Bosnik Km 12, Kampung Ruar, Biak Timur. Destinasi ini jadi wahana konservasi pendidikan dan penelitian. UPTD TBTA Biak saat ini memiliki 95 ekor burung dari 29 spesies. Kesemuanya merupakan burung endemik Papua.

Burung-burung koleksi UPTD TBTA Biak terdiri dari, Nuri, Kakaktua Jambul Kuning, Mambruk, hingga Kasuari. Ada beragam jenis merpati. Di kawasan ini juga bisa dijumpai Mapi Sau Sau atau Cenderawasih Biak dengan bulu warna biru. Kepala UPTD TBTA Biak Alfrida Anna Mambaya mengatakan, burung di TBTA beasal dari alam yang ditangkarkan.

“TBTA ini cukup banyak memiliki koleksi burung dan flora yang langka. Burung diambil dari alam dan ditangkarkan. Khusus Mapi Sua Sua, mereka terbang bebas. Tapi, salah satu persinggahannya di TBTA ini. Yang jelas, kawasan ini rutin menjadi tempat praktek perguruan tinggi,” kata Alfrida.

Selain burung, kawasan seluas 28 Hektar juga menjadi habitat terbaik bagi anggrek. Beberapa anggrek koleksi TBTA adalah jenis Acriopsis, Bulbophylum, Coelogyne Dendrobium, Dipodium, Ephemerantha, Eria, Grammatophillum, hingga Spathoglottis. Ada juga Grammatophillum Stapeliflorum atau anggrek hitam khas Papua. Alfrida menerangkan, budidaya Grammatophillum Stapeliflorum dinilai kompleks.

“Kami punya dua rumpun Grammatophillum Stapeliflorum. Jenis anggrek khas Papua dengan karakter sensitif terhadap suhu panas. Wilayah Biak ini relatif panas. Anggrek ini juga sensitif terhadap pestisida. Yang jelas, jumlah pengunjung di sini cukup banyak,” jelasnya.

Sepanjang 2017, kawasan TBTA sudah dikunjungi oleh sekitar 3.000 wisatawan. Sepanjang 2018, TBTA sudah dikunjungi 1.879 wisatawan. Rinciannya, sebanyak 56 adalah wisman. Untuk wisnus terdiri dari 1.277 dewasa dan 546 anak-anak. “Pengunjung tertarik ingin melihat berbagai koleksi unik TBTA. Sejauh ini progressnya cukup positif,” kata Alfrida lagi.

Berada di poros Jalan Raya Bosnik, Biak juga menawarkan pesona Ekowisata Pantai Inofi (Segara Indah). Lokasinya berada di Desa Inof, Distrik Biak Timur. Ada beragam paket wisata yang disajikan, seperti snorkling, pengamatan biota laut di Spa Bia dan terumbu karang, hingga perahu wisata. Snorkling dan perahu wisata dikenai tarif Rp50 ribu per orang per jam.

Memiliki laut tenang dan air jernih, Pantai Inofi (Segara Indah) menjadi spot terbaik snorkling. Biota laut yang bisa dinikmati seperti Sponge, Cephalopoda, Sea Anemon, Kalamunat, juga Crinoidea. Jenis ikan yang bisa dijumpai, Cephalopolis Urodeta, Chaetodon, Pterois Antennata, dan Amphiprion Ccellaris. Ada juga jenis Balistoides Conspicilum, hingga Malacantus Latovittatus.

“Laut di sini masuk Atlantik dan profil ombaknya kecil. Seperti saat ini yang masih masuk musim teduh. Tiket masuk juga murah. Sepeda motor dikenai tiket Rp5.000 lau mobil Rp10.000. Jumlah itu termasuk parkirnya. Untuk fasilitas, di sini ada pondok untuk santai dengan sewa Rp50 ribu hingga Rp100 ribu,” kata Koordinator Pengelola Pantai Inofi (Segara Indah) Dominggus Inggamer.

Uniknya, destinasi ini dikelola oleh masyarakat Desa Inof yang terbagi dalam 4 marga. Setiap marga ini diberi kesempatan untuk mengelola destinasi selama sepekan. Marga itu adalah, Inggamer, Ronsumbre, Dimmara, Manggomboh. Dominggus menambahkan, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 300 orang per pekan. Destinasi ini kerap dikunjungi wisatawan Prancis, Belanda, Italia, Inggris, dan Asia Timur.

“Selain lokal, ada juga tamu dari mancanegara. Uang pengelolaan digunakan untuk pendidikan, kesehatan, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Dominggus.

Pariwisata memberikan manfaat ekonomi, senyum lebar pun ditunjukan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Baginya, pariwisata Biak harus terus didorong karena banyak memiliki potensi destinasi yang besar. “Biak iniluar biasa. Potensinya besar. Pemerintah daerah harus lebih aktif guna mengoptimalkan potensi yang ada. Kalau pariwisata maju, rakyat akan sejahtera. Perekonomian daerah juga terangkat,” tutupnya. [*/par]


Meneropong Surga Tersembunyi Biak dari FBMW
Baca Selanjutnya

Selasa, 28 Agustus 2018

Hutan Semakin Dilestarikan Semakin Mensejahterakan

INILAHCOM, Banyuwangi - Gong pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Ekowisata Hutan (Pemandu Interpretasi) akhirnya ditabuh, Selasa (28/8/2018). Kegiatan yang diinisiasi Asisten Deputi Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu digelar di Hotel Santika, Banyuwangi.

“Seperti yang selalu diungkapkan Menteri Pariwisata Arief Yahya, bahwa pariwisata itu semakin dilestarikan akan semakin mensejahterakan. Begitu juga terhadap Ekowisata Hutan kita. Hutan semakin lestari, maka masyarakat sudah dipastikan akan semakin sejahtera,” ungkap Asisten Deputi Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Alexander Reyaan saat membuka acara Bimtek tersebut.

Alex memastikan para pembicara sangat kompeten dan sangat bermanfaat untuk Ekowisata Hutan. Di hari pertama, ada nama Wiwien Wiyonoputri yang menjabarkan dasar-dasar interprestasi. Lalu, dilanjutkan Ary Suhandi yang menjelaskan pentingnya pemahaman pariwisata berkelanjutan. Dan, ditutup oleh Rifki Sungkar.

Pada sore harinya, para peserta diajak untuk praktek Modul yang terdiri dari identifikasi atribut penting, tema dan sasaran program interprestasi. “Jadi Bimtek ini harus bermanfaat. Bukan hanya saat Bimtek, namun juga harus bermanfaat setelah Bimtek dan Ekowisata Hutan akan semakin baik dan menjadi bagian kemajuan pariwisata di Indonesia,” harap Alex yang juga diamini Kepala Bidang Pariwisata Kemenpar Eiffy Efendy.

Menariknya, saat acara pembukaan, Banyuwangi sebagai tuan rumah langsung unjuk gigi. Seperti diketahui, daerah yang dekat dengan Pulau Bali itu menjadi contoh dari berbagai daerah atas prestasinya di bidang pariwisata.

“Kita berusaha merubah branding yang tadinya tidak tahu bagaimana itu Banyuwangi, dan sekarang Alhamdulillah menjadi salah satu daerah yang sukses mendorong pariwisatanya di tanah air,” ujar Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata Banyuwangi Dwi Marhen Yono.

Pria yang biasa disapa Marhen itu menjelaskan, yang pertama dilakukan pihaknya adalah membaca kondisi geografis dan demografis Kabupaten Banyuwangi. “Dengan luas wilayah 5.782,50 Km2, jumlah pulau 10, panjang garis pantai 175,8 Km dan luas wilayah laut 175 KM x 4 MIL makan kami percaya bahwa Banyuwangi akan terus maju dengan mendorong pariwisata,” ujar Marhen dalam paparannya.

Banyuwangi juga ditopang aksesibilitas terbaik. The Sun Rise of Java ini terhubung direct flight dengan poros Jakarta. Jumlah flightnya ada lima kali dalam sehari. Rinciannya, Garuda Indonesia sekali dan masing-masing dua kali untuk Citilink juga Nam Air. Waktu tempuhnya jga 1,5 jam.

“Aksesibilitas menuju Banyuwangi ini sudah bagus. Sebab, ada pilihan tiga maskapai dari Jakarta. Otomatis waktu tempuhnya lebih singkat. Bandingkan dahulu lewat darat dengan waktu tempuh 30 jam dari Jakarta,” tuturnya lagi.

Kata Marhen, dengan mendorong pariwisata, angka kemiskinan sangat menurun drastis. Marhen mengambil contoh pertumbuhan sebelum tahun 2010 dengan pertumbuhan di tahun 2015. Ketika Banyuwangi sudah mengkumandangkan Pariwisata sebagai unggulan, angka kemiskinan di Banyuwangi menurun dari 20, 09 persen menjadi 8,57 persen, sedangkan aksesibilitas tahun 2010 dulu menempuh perjalanan 8 Jam dari Surabaya ke Banyuwangi. Sedangkan sekarang hanya dengan 45 menit sudah sampai ke Banyuwangi dengan mendarat di Bandara Banyuwangi.

“Dan pertumbuhan-pertumbuhan yang lain. Jadi yakinlah bahwa pariwisata bisa mengangkat dan mensejahterakan masyarakat. Dan kami punya 4 kunci meningkatkan kinerja pariwisata dengan 3A dan 2 K yakni akses, amenitas, atraksi, dan K-nya adalah komitmen CEO dan kreatif yang terus memberikan inovasi agar pariwisata berkelanjutan. Begitu juga untuk Ekowisata Hutan yang bisa terus dikembangkan,” ujar Harmen.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan, semua harus cepat dan tepat dalam melaksanakan semua percepatan di pariwisata. “Kita semua dalam membangun pariwisata harus bekerja cepat, tidak lelet dan bisa menepati janji. Hanya visi, misi dan aksi yang bisa mengubah dunia. Visi tanpa Aksi itu fantasi, Aksi tanpa Visi itu sensasi! Alias kepentingan sesaat saja, hal ini harus dilakukan juga di Ekowisata Hutan,” kata Marketeer of The Year 2013 versi MarkPlus itu.

Dia sangat yakin pendekatan ecotourism adalah benchmark yang paling bagus untuk Sustainable Tourism Development (STD). Karena itulah yang tengah dikembangkan UN-WTO maupun standar penilaian tour and travel index competitiveness World Economic Forum (WEF). Memang pengembangan ekowisata itu tidak sama dengan mass tourism yang mengejar jumlah wisman. Di ecotourism ini lebih mencari kualitas wisman dengan value yang lebih besar.

“Kemenpar mengembangkan kedua konsep itu. Keduanya saling melengkapi, saling mendukung. Kita harus punya destinasi dengan mass tourism, kita juga terus mengembangkan atraksi untuk high end tourism,”kata Arief Yahya.

Target ekowisata, kata lulusan ITB, Surrey University Inggris dan Doktor Strategic Marketing Unpad Bandung itu adlah 10 persen dari total penghasilan pariwisata Indonesia. “Angkanya sekitar USD 2 Miliar, target pada 2019,”katanya. [*/par]


Hutan Semakin Dilestarikan Semakin Mensejahterakan
Baca Selanjutnya

Menpar Arief Yahya, Menteri Ber-DNA Digital

INILAHCOM, Jakarta - Pesatnya perkembangan digital, tidak pernah lepas dari pantauan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Hebatnya, menteri asal Banyuwangi ini mampu memanfaatkan dunia digital untuk menaikkan pariwisata Indonesia.

“Kita tidak bisa melawan zaman. Justru kita harus mengikutinya. Di masa sekarang, hampir semua memanfaatkan keunggulan digital. Baik untuk kehidupan sehari-hari, atau sebagai pemandu perjalanan, dan banyak lagi fungsinya,” tutur Menpar Arief Yahya, Selasa (28/8/2018).

Menurutnya, Kementerian Pariwisata juga memanfaatkan keunggulan digital ini. Sebab tren wisatawan nusantara dan mancanegara pun sudah beralih ke digital. “Wisatawan sekarang sangat memanfaatkan digital. Mulai dari memantau jadwal keberangkatan, atraksi yang ada di lokasi wisata, memesan hotel, dan transportasi, semua mereka lakukan secara digital. Dan ini sangat memudahkan mereka,” katanya.

Menpar Arief Yahya memang sangat peka terhadap dunia digital. Hal ini bisa dilihat dari #CEOMessage yang dikeluarkannya. Beberapa #CEOMessage membahas mengenai digital. Inspirasinya didapat dari mana saja. CDM contohnya. #CEOMessage mengenai hal ini didapatnya saat hadir di Internationale Tourismus Borse (ITB) Berlin 2018. Dari situ, mengetahui jika ada perkembangan baru yang bisa diterapkan di Indonesia yaitu CDM. Sebuah platform yang memungkinkan mendapat data traveller, memprofillingnya, dan mensegmentasinya.

Dalam #CEOMessage lain, Menpar juga mengingat jika digital memiliki banyak kelebihan. “More digital more professional, more digital more personal, more digital more global,” tulis Menpar dalam #CEOMessage ke-11.

Sedang trennya destinasi digital juga tidak lepas dari pantauannya. Menpar mengeluarkan #CEOMessage khusus mengenai destinasi besutan Generasi Pesona Indonesia itu. #CEOMessage mengenai digital lain yang dikeluarkan adalah war room, media digital Google, Baidu, Ctrip, Tripadvisor, dll), project management, ITX digital market place, more for less, hot deals, dan sebagainya.

Deretan #CEOMessage tersebut membuktikan jika Menpar bukan hanya mengikuti tren. Tetapi juga mengerti bagaimana mengimplementasikan ke dunia pariwisata. Sehingga berimbas positif bagi dunia pariwisata Indonesia.

Pemahaman Menpar Arief Yahya terhadap dunia digital, tidak terlepas dari latar belakangnya sebagai mantan Direktur Utama PT Telkom. Arief Yahya dikenal sebagai salah satu dirut PT Telkom yang sukses.

Arief Yahya membuat bisnis Telkom dan anak perusahaannya bermekaran keluar negeri. Salah satunya Telin yang sukses di Timor Leste dan telah mengembangkan sayap ke Australia,dan negara lainnya. Secara pribadi, ia mampu menorehkan sejumlah penghargaan saat memimpin Telkom. Di antaranya sebagai The CEO BUMN Inovatif Terbaik 2012. Penghargaan ini adalah imbas dari keberhasilannya menaikkan laba PT Telkom.

Keberhasilan tersebut menjalar ke pariwisata. Di bawah kepemimpinannya, sektor pariwisata menjelma menjadi penyumbang devisa terbesar kedua buat Indonesia. Devisa dari sektor pariwisata pada 2016 sebesar US$ 13,568 miliar. Berada di posisi kedua setelah CPO US$ 15,965 miliar. Padahal, pada 2015, devisa dari sektor pariwisata sebesar US$ 12,225 miliar atau berada di posisi keempat di bawah Migas US$ 18,574 miliar, CPO US$ 16,427 miliar, dan batu bara US$ 14,717 miliar.

Presiden Joko Widodo pun tidak ragu menetapkan pariwisata sebagai sektor unggulan untuk mengangkat perekonomian. [*/par]


Menpar Arief Yahya, Menteri Ber-DNA Digital
Baca Selanjutnya

Pertunjukan MAMMA MIA! Kisahkan Cinta Ibu dan Anak

INILAHCOM, Jakarta - Pertunjukan MAMMA MIA! membawakan lagu-lagu favorit dari musisi legendaris ABBA dan mengisahkan tentang cinta lintas generasi yang berpusat pada kehidupan sepasang Ibu dan Anak.

MAMMA MIA! sudah menjadi pertunjukkan yang dicintai di seluruh dunia dan memiliki pertunjukkan musikal dengan musik cerita dan nuansa Yunani yang cerah.

Beberapa lagu yang dibawakan seperti Dancing Queen dan I Have a Dream akan mengajak penonton untuk benyanyi bersama dan bernostalgia. Hingga kini, pertunjukan tersebut telah ditonton oleh lebih dari 60 juta orang di seluruh dunia dan dipentaskan melalui 60 produksi dalam 16 bahasa yang berbeda.

“Kami mewakili seluruh pemain dan kru MAMMA MIA! sangat bersemangat untuk tampil di Jakarta dan diberi kesempatan untuk menunjukan produksi yang luar biasa ke Indonesia untuk pertama kalinya," kata Lucy May Barker, Pemeran Sophie dalam MAMMA MIA!, Jakarta, Selasa, (28/08/2018).

Masih menurutnya, para pemeran MAMMA MIA akan memberikan waktu yang tidak terlupakan bagi para penonton melalui cerita dan musik yang riang yang dapat disaksikan dan dinyanyikan bersama mengikuti alur cerita.

Dimulai dari produksi musikal pertama dari West End London, MAMMA MIA! telah menjadi salah satu pertunjukan musikal legendaris di dunia. MAMMA MIA! merupakan salah satu dari lima pertunjukan musikal yang telah dimainkan lebih dari 10 tahun di Broadway (New York) dan West End London.

Pada tahun 2011 MAMMA MIA! menjadi satu-satunya pertunjukan musikal yang dimainkan dalam bahasa mandarin di Republik Rakyat Cina. Tur internasional MAMMA MIA! dimulai di Dublin pada September 2004 dan sudah mengunjungi 85 kota di 38 negara, dan menjual sekitar 5 juta tiket.

MAMMA MIA! merupakan hasil karya sensasional oleh Judy Craymer. MAMMA MIA!, ditulis oleh Catherine Johnson, disutradarai oleh Phyllida Lloyd, dikoreografikan oleh Anthony Van Laast, dengan musik dan lirik oleh Benny Andersson & Björn Ulvaeus. Produksi didesain oleh Mark Thompson, desain pencahayaan oleh Howard Harrison, desain suara oleh Andrew Bruce dan Bobby Aitken, sedangkan untuk supervisi musik, material tambahan, dan aransemen oleh Martin Koch.

Tur Internasional MAMMA MIA! diproduksi oleh Judy Craymer, Richard East & Björn Ulvaeus untuk Littlestar, bekerja sama dengan Universal, Stage Entertainment dan NGM.

Sorak Gemilang Entertainment (SGE) dengan bangga menghadirkan MAMMA MIA! sebagai salah satu pertunjukan musikal terlaris sepanjang masa ke Indonesia untuk pertama kalinya pada tanggal 28 Agustus – 9 September di Teater Jakarta – Taman Ismail Marzuki. (tka)


Pertunjukan MAMMA MIA! Kisahkan Cinta Ibu dan Anak
Baca Selanjutnya