Laman

Kamis, 05 April 2018

Candi Prambanan dan Borobudur Perlu Ada Ampiteater

INILAH.COM, Jakarta-Kawasan wisata candi Prambanan dan Borobudur disarankan untuk membangun ampiteater dengan daya tampung penonton yang besar. Mengingat destinasi wisata tersebut bernilai sejarah dan menjadi daya tarik kegiatan seni pertunjukkan berskala internasional.

Gagasan itu disampaikan oleh Anas Syahrul Alimi, pelaku industri showbis sekaligus promotor musik kelas dunia. Pria asal Yogayakarta, ini berpendapat sebagai situs warisan dunia yang telah diakui oleh lembaga United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNECCO), kedua candi itu punya pesona kuat untuk menarik banyak pihak.

"Membangun ampiteater itu hal yang sangat mungkin untuk dilakukan. Tinggal bagaimana merancang sinerginya saja," kata Anas dalam keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut Anas mengatakan, untuk membangun ampiteater di kawasan candi Prambanan itu bisa dilakukan di sekitar kawasan ring dua yang berjarak sekitar 200-300 meter dari titik candi. Posisinya, kata dia, bisa saja berada di dekat panggung Ramayana hingga kawasan hutan pinus di dekat candi.

"Dari sana pemandangan dengan 'background' candi Prambanan masih tetap menarik. Tentunya hal ini akan menjadi daya pikat bagi para penonton sekaligus para artis yang akan tampil di sana," urainya.

Ampiteater yang dibangun di kawasan ring dua itu, lanjut Anas, sebaiknya memiliki kapasitas dengan daya tampung mencapai 10 ribu penonton. Dengan kapasitas yang besar akan turut mendorong pemasukan bagi pengelola candi dari PT Taman Wisata Candi (TWC) sekaligus meningkatkan sektor pariwisata.

"Jika ampiteater ini bisa direalisasikan, tentunya akan sejalan dengan semangat Presiden Jokowi yang ingin mendorong sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi. Selain itu, dengan hadirnya ampiteater di candi Prambanan secara langsung akan bermanfaat juga bagi pengelolanya," kata pria yang sudah tiga kali menghelat Prambanan Jazz Festival ini.

Pembangunan ampiteater di kawasan bangunan cagar budaya bukanlah hal asing. Anas, mencontohkan bagaimana pengelola situs peninggalan sejarah Pompeii di dekat Kota Napoli, Italia. Pompeii merupakan kota dari peninggalan zaman Romawi kuno yang sempat hilang selama 1.600 tahun akibat letusan gunugn Vesuvius pada 79 masehi. Di lokasi tersebut, kata dia, band terkenal Pink Floyd pernah mengadakan pertunjukan di sebuah amfiteater yang kemudian dijadikan film. Hal serupa dilakukan juga oleh musisi Yanni di Acropolis, Athena, Yunani.

Contoh lainnya kata dia yang tak kalah elegan, adalah gedung pertunjukkan Royal Albert Hall di utara Kota Westminster, London, Inggris. Venue ini memiliki kapasitas hingga 5,272 kursi. Bangunan ini diresmikan oleh Ratu Victoria pada 1871. Hingga kini, kata dia, nilai sejarah dari Royal Albert Hall ini mampu dikolaborasi dengan seni budaya pop kontemporer yang menjadikannya sebagai kekuatan utama.

"Harusnya Prambanan dan Borobudur bisa melakukan hal serupa seperti yang sudah dilakukan di Acropolis, Pompeii atau Royal Abert Hall. Sekarang ini tinggal political will saja untuk mewujudkannya," demikian Anas Syahrul Alimi. [adc]


Candi Prambanan dan Borobudur Perlu Ada Ampiteater
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar