Laman

Senin, 31 Juli 2017

Perlindungan Kuat, Kunci Masalah Gigi Sensitif

MENJAGA agar gigi tak mengalami masalah gigi sensitif tentu bukan perkara mudah. Anda perlu memelihara gigi dengan cara yang tepat serta memberikan perlindungan yang kuat. Seperti apa? 

Gigi sensitif dapat timbul dengan berbagai sebab. Biasanya karena sering mengkonsumsi makanan panas, dingin, atau manis. Gigi sensitif dapat menyebabkan rasa ngilu yang hebat, dan harus segera diatasi dengan cepat agar tidak mengganggu kegiatan Anda seharian. Jangan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari atau suasana hati Anda ketika sedang menyantap makanan-minuman kesukaan. 

Untuk mengenali gejala gigi sensitif dan ngilu, perhatikan hal-hal berikut:

1. Terdapat Gigi Berlubang

Ini bisa Anda rasakan ketika gigi Anda tiba-tiba terasa ngilu. Kemungkinan ada kerusakan pada gigi Anda. Rasanya mungkin seperti ngilu dan sensitif, namun Anda tidak boleh mengabaikan kemungkinan lain yakni terdapat lubang-lubang kecil pada gigi Anda. Untuk mengetahui kepastiannya, Anda bisa melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis gigi agar masalah gigi Anda dapat teratasi dengan cepat.

2. Menggunakan Kosmetik Gigi

Anda termasuk orang yang kerap mengedepankan estetika gigi? Hal ini bisa jadi memungkinkan gigi terasa ngilu dan lebih sensitif. Anda harus memastikan, ketika melakukan tindakan estetik untuk gigi Anda kepada orang yang ahli dan tepat, misalnya ke dokter spesialis gigi.

Hal ini agar terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan pada gigi Anda. Karena gigi, mulut, dan gusi adalah sumber kesehatan yang utama. Melakukan perawatan gigi sangat penting, namun harus diperhatikan adalah jangan sampai perawatan tersebut merusak lapisan-lapisan gigi yang berfungsi sebagai pelindung gigi Anda.

3. Proses Menyikat Gigi

Sikat gigi dengan cara yang tepat dapat membuat gigi Anda bersih dan sehat. Namun apa jadinya ketika Anda salah menjalankan prosedur menyikat gigi setiap hari? Ini akan merusak elemen pada gigi Anda dan juga kesehatan gusi. Tidak jarang, dengan salah menyikat gigi, gigi Anda justru malah terasa ngilu, sensitif, dan tidak nyaman.

Karena itu, ketika menyikat gigi lebih baik mengikuti saran dokter dengan menggerakkan sikat gigi dari arah gusi ke atas gigi, kemudian memutarnya sikat gigi kebagian kanan dan kiri. Untuk bagian dalam, Anda bisa menyikat ke arah luar dan dengan proses yang sama, dari arah gusi ke atas untuk bagian bawah, dan dari arah gusi ke bawah gigi untuk bagian atas gigi.

Perlindungan yang kuat terhadap kesehatan gigi sangat penting. Mulai dari pemeriksaan gigi secara berkala setiap enam bulan sekali hingga melakukan perawatan rutin setiap hari dengan menyikat gigi tentunya menggunakan pasta gigi terbaik yang bisa mencegah gigi sensitif.

Berikan perlindungan lebih kuat pada gigi Anda agar terhindar dari rasa ngilu dan bebas dari gigi sensitif. Anda bisa menggunakan Sensodyne Repair and Protect dengan formula baru. Sensodyne Repair and Protect adalah solusi yang sangat tepat karena mengandung Novamin yang dapat membentuk ulang mineral alami dari gigi untuk melindungi gigi sensitif lebih kuat sekitar 60 persen dibandingkan lapisan gigi normal. Sensodyne sudah mendapat rekomendasi para dokter gigi sebagai pasta gigi terbaik untuk mencegah gigi sensitif.

Jadi tunggu apa lagi, lindungi segera gigi Anda dengan pasta gigi yang tepat yakni Sensodyne Repair and Protect untuk perawatan terbaik mencegah gigi sensitif. [adv]

          

 


Perlindungan Kuat, Kunci Masalah Gigi Sensitif
Baca Selanjutnya

Alasan Anak Harus Diberi Makanan Pendamping ASI

INILAHCOM, Jakarta - Air Susu Ibu (ASI) yang diberikan hingga 6 bulan ternyata tidak cukup lagi untuk buah hati Anda. Mengapa demikian?

Menurut Dr. dr. Damayanti R Sjarif Sp.A(K), Dokter spesialis anaksub-spesialisasi nutrisi dan penyakit metabolik, komposisi gizi dan vitamin dalam ASI semakin lama semakin berkurang. Karena itu, para ibu wajib memberikan makanan pendamping ASI pada usia anak memasuki enam bulan.

"Apa yang kurang ya harus dilengkapi dengan makanan pendamping ASI. Kalau 9 bulan makin banyak yang kurang tidak ada zat besinya. Pemecahan masalahnya adalah makanan pendamping ASI harus diberikan tepat pada waktunya," papar  Dr. dr. Damayanti R Sjarif Sp.A(K), Dokter spesialis anaksub-spesialisasi nutrisi dan penyakit metabolik saat ditemui di acara Philips Avent, Jakarta, Senin (31/07/2017).

Kemudian, kandungan nutrisi yang cukup, baik makro maupun mikro harus seimbang, aman, dan diberikan dengan cara yang benar," tambahnya.

Kandungan gizi yang baik untuk anak adalah terletak pada hati ayam. Ini juga bisa dikomninasikan dengan karbohidrat seperti tepung beras, nasi, kentang, dan sebagainya.

"Yang jelas jangan malas mengenalkan makanan pada anak. Pada dasarnya anak sudah merasakan segala macam makanan yang dikonsumsi oleh ibu dari dalam kandungan melalui air ketuban," ungkapnya.(tka)


Alasan Anak Harus Diberi Makanan Pendamping ASI
Baca Selanjutnya

Dampak Anak Kurang Gizi dari Dalam Kandungan

INILAHCOM, Jakarta - Dampak gizi kurang pada anak sejak dalam kandungan adalah terganggunya perkembangan otak.

Menurut Dr. dr. Damayanti R Sjarif Sp.A(K), Dokter spesialis anaksub-spesialisasi nutrisi dan penyakit metabolik, jika anak sudah terlanjur kurang gizi, maka pada perkembangan selanjutnya, tidak akan bisa memperbaiki tingkat IQ pada otak anak.

"Kalau IQ dibawah 90 hanya pintar sampai 3 SMP. Kalau IQ dibawah 70 hanya pintar sampai 1 SMP. Kalau seorang anak mengalami kurang gizi dan pendek, ini akan menghilangkan kemampuan bekerja 10 persen. kalau kerja kantoran pun tidak mampu. Kemudian jadi pekerja yang membutuhkan tenaga juga tidak kuat," papar Dr. dr. Damayanti R Sjarif Sp.A(K), Dokter spesialis anaksub-spesialisasi nutrisi dan penyakit metabolik saat ditemui di acara Philips Avent, Jakarta, Senin (31/07/2017).

Karena itu, masalah gizi pada anak adalah tanggungjawab seorang ibu. Karena sejak dalam kandungan, yang memutuskan untuk konsumsi makanan adalah para ibu. Jangan pernah takut untuk memberikan makanan kepada anak. Hal ini akan mudahkan anak dalam konsumsi makanan yang dia inginkan.

"Jangan malas untuk memperkenalkan jenis makanan apa saja kepada anak. Tapi perlu diperhatikan pula asupan makanan pada anak tidak boleh berlebihan. Karena akan terjadi lonjakan naiknya berat badan dan ini menimbulkan gangguan metabolisme pada tubuh," tambahnya.

Masih menurutnya, ada ciri - ciri perkembangan anak yang dapat Anda perhatikan. Pada awalnya, anak - anak bisa naik berat badan pada usia 2 tahun. Namun, bisa juga turun secara tiba - tiba jika dia kekurangan gizi.

"Kalau seorang bayi tiba - tiba naik beratnya sebelum 2 tahun. 50 persen pada 7 tahun akan menjadi gemuk dan terjadi komplikasi dari ujung rambut sampai ujung kaki," paparnya.

Lantas, kapan terjadinya mallnutrisi pada anak? Hal ini bisa dilihat dari turunnya berat badan pada anak sejak usia 3 bulan.

"Kalau dibiarkan saja, anak akan menjadi stunting. Kalau diberikan ASI esklusif, Pasti setiap orang berbeda - beda. Lihatlah anaknya, kalau dikasih ASI dan tidak naik berat badannya langsung ke dokter untuk mencari tahu solusinya. kalau tidak naik, mungkin ASI nya tidak cukup. Kalau usia 6 bulan cukup, harus didampingi dengan makanan pendamping ASI. Hal ini untuk melengkapi nutrisi yang kurang dan dibutuhkan oleh anak. Khususnya adalah kandungan zat besi," ungkapnya.(tka)


Dampak Anak Kurang Gizi dari Dalam Kandungan
Baca Selanjutnya

Ini Alasan Anak Usia 6 Bulan Tidak Boleh Sekolah

INILAHCOM, Jakarta - Tidak jarang orangtua kerap memasukkan buah hatinya ke sebuah sekolah pada usia enam bulan. Lantas, apa manfaatnya?

Menurut Dr. dr. Damayanti R Sjarif Sp.A(K), Dokter spesialis anak sub-spesialisasi nutrisi dan penyakit metabolik, ternyata anak usia enam bulan tidak perlu dimasukkan ke sekolah. Karena, perkembangan anak - anak belum sepenuhnya sempurna.

"Dalam 1000 hari kehidupan anak, semuanya kemampuan seperti melihat, bicara, kemampuan matematika, berkomunikasi, motorik, itu lebih ke arah 3 tahun pertama perkembangan. Karena itu anak - anak baru lahir seperti usia 6 bulan tidak boleh sekolah. Itu tidak ada manfaatnya, yang ada menularkan penyakit," papar  Dr. dr. Damayanti R Sjarif Sp.A(K), Dokter spesialis anaksub-spesialisasi nutrisi dan penyakit metabolik saat ditemui di acara Philipis Avent, Jakarta, Senin (31/07/2017).

Karena itu, pentingnya pemenuhan gizi dan nutrisi pada saat 1000 hari pertama kehidupan anak, benar - benar mendukung perkembangan kognitif anak. Ini juga sangat mempengaruhi tingkat IQ pada anak.

"Ternyata membuat anak sehat itu, waktu di perut ibu 9 bulan dan ditambah 2 tahun itu adalah 1000 hari pertama kehidupan. Ini menentukan seseorang anak untuk mendapatkan kesehatan dan terhindar dari penyakit degeneratif seperti penuakit diabetes, jantung dan lainnya," tambahnya.

Tahun 2010 ada sebuah penelitian, ternyata jika mau membuat orangtua tidak miskin harus mendapat pendidikan yang tepat. Karena untuk mendapatkan pendidikan, berarti harus memiliki IQ yang tinggi. Karena IQ itu berpengaruh pada tingkat kemiskinan setiap orang.(tka)


Ini Alasan Anak Usia 6 Bulan Tidak Boleh Sekolah
Baca Selanjutnya

Minggu, 30 Juli 2017

Dukung Anak Tetap Ceria dan Berkarya

INILAHCOM, Tanggerang - Juli sangat dikenal dengan peringatan Hari Anak Nasional. Karena itu, masyarakat harus tetap memperhatikan perkembangan anak untuk tetap ceria dan berkarya.

Pendiri Rumah Amalia, Muhammad Agus Syafii menjelaskan, anak yang terdapat di yayasan tersebut sekitar 80 orang yang meliputi anak yatim piatu dan kaum duafa serta korban bullying, juga harus mendapatkan hak mereka dalam bermain. Dengan begitu, anak - anak bisa tetap memiliki perasaan ceria dan lebih luas dalam berkarya.

"Setiap kegiatan yang kami adakan di rumah amalia ini  bersifat menstimulan, karena dalam proses alamiah seorang anak akan banyak belajar ketika dia mendapat kan cerita, nah seperti di kegiatan kita kali ini adalah mendongeng,manfaat nya sangat banyak tidak hanya mengembangkan kemampuan berbahasa anak dengan mendengarkan struktur kalimat ,tetapi juga dapat merangsang  imajinasi dan kreativitas serta dapat memperkenalkan ide -ide yang baru. Kemudian adalah mengaji bersama," papar Muhammad Agus Syafii saat ditemui di Rumah Amalia, Jakarta, Minggu (31/07/2017),

Tak hanya mendengarkan dongeng ,anak anak pun juga di ajak untuk menyaksikan pertunjukan Sulap yang sudah di persiapkan untuk menghibur anak  anak di kesempatan ini.

Dalam kesempatan ini pula, Agus menyampaikan penting nya menjaga buah hati kesayang kita dari tindakan bully yang semakin marak terjadi. Hal ini menjadi perhatian khusus  di rumah amalia sehingga terus berusaha mengadakan kegiatan yang bersifat positif dan mengajak anak - anak untuk bisa jauh dari prilaku bully tersebut.

"Dengan adanya kegiatan ini ,harapan kami kedepan nya dapat mewujudkan generasi yang sukses dan dapat menularkan ide - ide kreatif,positif, serta dapat memberkan sumbangsih kepada bangsa dan negara," tambahnya.(tka)


Dukung Anak Tetap Ceria dan Berkarya
Baca Selanjutnya

Orangtua Berperan Penting Cetak Masa Depan Anak

INILAHCOM, Jakarta - Setiap orangtua pasti mengharapkan anaknya berkesempatan untuk memiliki masa depan yang lebih baik. Untuk mencapai itu, orangtua berperan penting dalam mengembangkan kemampuan anak.

Untuk menjadi Anak Generasi Maju yang Supel, Kreatif dan Mandiri, orangtua harus memiliki pengetahuan yang tepat mengenai penerapan pola asuh serta pemenuhan nutrisi yang tepat sejak dini, agar si kecil bisa bersosialisasi dengan baik serta memiliki kreativitas dan kemandirian agar menjadi Anak Generasi Maju.

Setiap orangtua harus membangun dan mengembangkan keterampilan sosial si kecil sejak dini. Psikolog Anak dan Keluarga Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi. mengatakan, pada masa awal kehidupan inilah, orangtua harus selalu mendampingi si Kecil dengan melakukan berbagai aktivitas dan menerapkan pola asuh yang tepat.

"Orangtua harus ingat bahwa menjadi Anak Generasi Maju, maka ada 3 kondisi yang harus dipenuhi yaitu; Pertama si Kecil harus sehat dan kebutuhan nutrisinya tercukupi dengan baik. Kedua, ia perlu mengembangkan keterampilan berpikir dan kreativitasnya. Ketiga, perkembangan emosinya pun diharapkan baik, ia jadi percaya diri dan mandiri," papar Psikolog Anak dan Keluarga Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi saat ditemui di acara Parenting seminar Peran Orangtua dalam Mengembangkan Kemampuan si Kecil menjadi Anak Generasi Maju SGM Eksplor, Jakarta, Sabtu (31/07/2017).

Dalam memenuhi kebutuhan anak untuk menjadi Anak Generasi Maju, Anna Surti melihat bahwa orangtua harus mau menambah pengetahuan terkait dengan nutrisi dan pola asuh yang tepat bagi si Kecil.

Namun terkadang orangtua memiliki keterbatasan, untuk itu berbagai kegiatan yang dilakukan oleh SGM Ekplor adalah bentuk dukungan yang dibutuhkan oleh para orangtua.

“Orangtua bisa menambah pengetahuannya dengan datang dalam acara parenting seminar atau juga dapat mengakses website dan facebook yang telah disiapkan agar si Kecil menjadi Anak Generasi maju”, tambahnya.(tka)


Orangtua Berperan Penting Cetak Masa Depan Anak
Baca Selanjutnya

Jumat, 28 Juli 2017

Konsumsi Almond untuk Anak Sangat Bermanfaat

<B>INILAHCOM, New Delhi - Sebuah survei meemukan bahwa almond dapat meningkatkan kesehatan terutama untuk anak - anak. </B>

Mengutip dari zeenews, Sabtu (29/07/2017), almond memiliki kandungan nutrisi, vitamin, mineral. asam lemak, da serat makanan yang diperlukan untuk pikiran dan tubuh agar sehat.

Selain mempromosikan penurunan berat badan, almond dapat meningkatkan kesehatan otak dan menurunkan tekanan darah. Kemudian juga dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Karena itu, para orangtua mencoba untuk memberikan almond pada anak - anak sebelum berangkat ke sekolah dan survei telah menunjukkan bahwa banyak Ibu merasa, bahwa almond dapat menjadi makanan ringan yang sempurna untuk anak-anak mereka.

Berdasarkan survei, hampir 83 persen dari orang tua merasa bahwa mengonsumsi almond membuat anak-anak mereka tetap lebih energik sepanjang hari.

Orangtua percaya bahwa almond membantu meningkatkan perkembangan otak dan sangat penting untuk tulang yang sehat serta kuat. Selain itu dapat memberikan dosis harian energi.

"Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan kami menggabungkan kebiasaan ngemil sehat dengan mengunyah pada pilihan sehat seperti buah-buahan atau segenggam almond bergizi yang mempromosikan perasaan kenyang juga menjaga anak Anda berenergi sehari - hari," tambahnya.(tka)


Konsumsi Almond untuk Anak Sangat Bermanfaat
Baca Selanjutnya

Kurang Tidur Berisiko Diabetes dan Obesitas

<B>INILAHCOM, London - Sebuah penemuan menunjukkan bahwa orang - orang yang kurang tidur dapat menimbulkan kegemukan dan meningkatkan risiko diabetes. </B>

Mengutip dari zeenews, Sabtu (29/07/2017), orang yang hanya tidur 6 jam setiap malam telah diukur pinggagnya 3 cm lebih besar daripada orang yang mendapatkan tidur sekitar 9 jam setiap malam.

Anda termasuk orang yang kehilangan tidur pada malam hari? Hati-hati, Anda lebih cenderung menjadi kelebihan berat badan dan juga pada risiko mengembangkan diabetes. Orang-orang dengan lebih pendek tidur mereka juga lebih berat badannya.

Hasil memperkuat bukti-bukti yang kurang tidur dapat berkontribusi pada pengembangan metabolik penyakit seperti diabetes.

"Jumlah orang dengan obesitas di seluruh dunia memiliki lebih dari dua kali lipat sejak tahun 1980. Obesitas berkontribusi pada pengembangan berbagai penyakit, terutama diabetes tipe 2. Memahami mengapa orang mendapatkan berat badan memiliki implikasi penting bagi kesehatan masyarakat,"kata Greg Potter dari University of Leeds, UK.

Untuk penelitian ini, rinci dalam jurnal PLOS ONE, tim melibatkan 1,615 orang dewasa yang melaporkan berapa lama mereka tidur dan menyimpan catatan dari asupan makanan.

Lebih jauh, orang-orang dengan durasi tidur yang lebih pendek juga memiliki penurunan kadar kolesterol HDL--juga dikenal sebagai kolesterol baik--yang membantu menghilangkan lemak buruk dari sirkulasi dan melindungi terhadap kondisi seperti penyakit jantung.

"Karena kita menemukan bahwa orang dewasa yang dilaporkan tidur kurang dari rekan-rekan mereka yang lebih cenderung menjadi kelebihan berat badan atau obesitas, temuan kami menyoroti pentingnya mendapatkan cukup tidur. Berapa banyak tidur yang kita perlu berbeda antara masyarakat, tetapi saat ini konsensus adalah bahwa tujuh sampai sembilan jam adalah yang terbaik bagi kebanyakan orang dewasa," ujar Laura Hardie, seorang pembaca di Universitas.(tka)


Kurang Tidur Berisiko Diabetes dan Obesitas
Baca Selanjutnya

Sayuran Ini Dapat Mengatasi Kanker Kulit?

INILAHCOM, New Delhi - Sebuah penelitian menemukan bahwa senyawa mirip dengan salah satu yang ditemukan di brokoli dan bunga kubis dapat membunuh tumor di melanoma.

Mengutip dari zeenews, Sabtu (29/07/2017), para ilmuwan menemukan hal itu dapat menghambat pertumbuhan sel berpenyakit sekitar 69 persen pada tikus. Mereka berharap terobosa ini akan menjadi obat baru yang dapat merusak sel - sel ganas tanpa merugikan sel - sel yang sehat.

Melanoma, yang disebabkan oleh paparan sinar UV, adalah bentuk paling umum dan paling mematikan kanker kulit.

Melanoma, ketika terdeteksi dini dapat dengan mudah disembuhkan dengan operasi, tapi ketika itu metastasizes, menyebar ke hampir setiap bagian lain dari tubuh, sehingga hampir tidak dapat diobati.

Kemoterapi dan obat lain sangat tidak efektif dalam tahap lanjut melanoma dan bertanggung jawab untuk hampir tiga perempat dari kulit kematian terkait kanker.

Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Penn State College of Medicine disintesis senyawa berdasarkan alami isothiocyanates, yang dikenal memiliki sifat melawan kanker ditemukan di keluarga sayuran kubis seperti brokoli, kembang kol, kale, lobak, sawi, kubis Brussel, kubis dan lobak.

Peneliti digunakan beberapa pendekatan yang berbeda dan dimodifikasi obat dengan mengganti sulfur dengan selenium dan harapan bahwa itu akan meningkatkan efektivitas.

Para ahli mengatakan tidak ada cukup kompleks dalam sayuran untuk menghancurkan sel-sel kanker. Para peneliti berencana untuk menguji senyawa, yang mungkin juga bekerja pada bentuk lain dari kanker.(tka)


Sayuran Ini Dapat Mengatasi Kanker Kulit?
Baca Selanjutnya

Dominique Nadine Angkat Tema Dazzling Forest

<B>INILAHCOM, Serpong - Desainer muda, Dominique Nadine mengangkat tema busana untuk tahun 2017 adalah Dazzling Forest. Lantas, apa maknanya? </B>

Mmemasuki ajang pamerah wedding yang diselenggarakan The Bridestory market pada 27 - 30 Juli 2017 di ICE BSD Serpong, Dominique desainer yang terkenal dengan custom made itu, punya alasan tersendiri mengangkat tema tersebut khusus untuk calon pengantin wanita. Dia menjelaskan, tema pernikahan kali ini dekat dan kembali dengan alam yang bersifat natural.

Nadine menambahkan, dia mengekplorasi keindahan pesona hutan belantara beserta segenap isinya.

"Tema ini diambil agar gaun terkesan glamour. Jadi ranting atau daun yang layu bukan berarti jelek. Tetapi akan terlihat lebih mewah dengan tambahan cristal," papar Dominique Nadine, saat ditemui di acara The Bridestory market pada 27 - 30 Juli 2017 di ICE BSD Serpong, Kamis (27/07/2017).

Perlu diketahui, Dominique Nadine sangat konsisten dalam melahirkan karya mulai dari satu baju, kemudian 2 in 1, hingga saat ini 8 in 1. Hal ini untuk memudahkan calon pengantin wanita dalam berbusana yang berkesan saat pernikahan.

"Busana yang mudah dibongkar pasang, juga busana yang dapat dibolak balik sangat praktis dan tidak merepotkan bagi pengantin wanita. Ini yang menjadi icon dan ciri khas dari karyaku sejak awal," tambahnya.

Untuk menampilkan suasana alam yang hidup, Dominiquw memilih warna - warna yang elegan. Antara lain, Champagne, rose gold, light gold, cream, broken white, silver, brown, cooper, peach, dan baby pink, serta yellow pastel.(tka)


Dominique Nadine Angkat Tema Dazzling Forest
Baca Selanjutnya

Tingkatkan Kesadaran Tentang Penyakit Hepatitis

INILAHCOM, Jakarta - Hepatitis viral adalah masalah kesehatan besar di Asia Tenggara, dan setiap orang bisa turut mengendalikan dan mendukung terlaksananya eliminasi.

Setiap tahun hepatitis viral menjangkiti jutaan orang di kawasan ini, membunuh 410,000 orang, lebih dari jumlah total kematian karena HIV dan Malaria. Hepatitis juga menyebabkan kanker hati dan sirosis, kesakitan dan kematian dini, serta mempengaruhi perkembangan ekonomi dan pencapaian tingkat kesehatan yang baik.

Menurut Dr Poonam Khetrapal Singh, Direktur Regional WHO Asia Tenggara dikutip dari siaran pers yang diterima, Jumat (28/07/2017), meski beban penyakit ini besar, diperkirakan hanya satu dari sepuluh orang yang terinfeksi virus hepatitis mengetahui dirinya kondisi ini. Banyak yang belum tahu tersedianya pengobatan yang efektif dan upaya pencegahan, dari mengupayakan kebersihan hingga vaskin hepatitis B. Stigma dan diskriminasi penderita hepatitis masih umum ditemukan.

Untuk mengatasi tantangan dan agar hepatitis bisa dieliminasi di tahun 2030, sesuai target regional dan global, penting terjadi peningkatan kesadaran dan pemahaman tentang pencegahan, pengobatan dan pengelolaan penyakit ini.

Untuk mencapainya, pemangku kepentingan kesehatan di seluruh kawasan dapat meningkatkan penyebaran informasi dan advokasi. Pesan yang jelas, singkat dan akurat tentang bagaimana infeksi dapat dicegah, tanda dan gejala, pengobatan, semuanya dapat memberdayakan anggota masyarakat untuk melakukan sesuatu.

Upaya sederhana untuk menjaga kebersihan seperti cuci tangan serta konsumsi makanan dan minuman yang bersih dan aman adalah cara mencegah hepatitis A dan E. Edukasi pada kelompok berisiko tinggi seperti pengguna napza jarum suntik dan pekerja seks komersial dapat mendorong terjadinya perilaku mencegah risiko, sementara informasi bagi pemimpin politik dan donor dapat memperlihatkan kesenjangan sumberdaya dan meningkatkan dukungan.

Pihak kesehatan dapat terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan, dari perawat, bidan, dokter hingga teknisi, agar memiliki pengetahuan yang benar tentang tes, pengobatan dan perawatan hepatitis viral.
Hal ini bisa dilakukan dengan dimasukkannya pengetahuan ke dalam kurikulum pendidikan tenaga kesehatan, menciptakan dan menyebarkan panduan, menyediakan pelatihan khusus penatalaksanaan wabah.

Kejelasan arahan untuk menghindari suntikan yang tak perlu dan penggunaan jarum yang tak dapat digunakan ulang (ReUse Prevention) sangatlah berdampak besar dalam menurunkan angka hepatitis. Selain itu, diperlukan cakupan luas imunisasi hepatitis B pada kelahiran, yang diteruskan dengan 2-3 dosis dalam 6 bulan pertama.

Selain adanya intervensi kebijakan, sebenarnya kita, anggota masyarakat juga bisa berperan serta meningkatkan pengetahuan dan mendukung tercapainya eliminasi. Kita bisa berbagi pengalaman dan meniadakan stigma, bertenggang rasa terhadap mereka yang terinfeksi, menciptakan budaya empati dan peduli. Di India, bintang film terkenal Amitabh Bachchan menunjukkan infeksi hepatitis dapat terjadi pada siapapun, dan tak perlu malu atau merasa bersalah. Ini adalah penyakit yang biasa ditemui dan bisa diobati, inilah yang perlu diketahui kita semua.

WHO Asia Tenggara berkomitmen untuk melakukan hal ini, dan menerapkan rencana aksi strategis komprehensif bagi pengendalian hepatitis. Melalui upaya bersama kita bisa meningkatkan pengetahuan tentang hepatitis dan hal-hal yang berkaitan dengan penyakit ini, serta melakukan upaya, mengeliminasi penyakit yang merupakan ancaman kesehatan masyarakat ini di tahun 2030.(tka)


Tingkatkan Kesadaran Tentang Penyakit Hepatitis
Baca Selanjutnya

Ini Cara Atasi Kelainan Bibir dan Lelangit Sumbing

INILAHCOM, Jakarta - Kelainan bibir dan lelangit sumbing pada anak-anak masih menjadi masalah besar di Indonesia.

Bibir dan lelangit sumbing merupakan sebuah kondisi bawaan yang menyebabkan ketidaksempurnaan pada struktur bibir atau bagian lelangit mulut.
Menurut Kepala Divisi Bedah Plastik dan Rekonstruksi RSCM, FKUI Prof dr Chaula L Sukasih SpB, SpBB - RE (K), untuk mengatasi keadaan tersebut, disediakan fasilitas khusus. Hal ini agar penderita kelainan bibir dan lelangit sumbing dapat ditangani dengan cepat.

"Kami membuka fasilitas khusus untuk anak - anak yang menderita kelainan tersebut dengan teknologi canggih. Fasilitas tersebut disebut Cleft & Craniofacial Center (CCC) RSCM-FKUI," papar Kepala Divisi Bedah Plastik dan Rekonstruksi RSCM, FKUI Prof dr Chaula L Sukasih SpB, SpBB - RE (K), di RSCM, Jakarta, Kamis (27/07/2017).

Bibir sumbing terjadi akibat gagalnya proses penyatuan bibir pada masa perkembangan janin, sedangkan lelangit sumbing terjadi akibat lelangit mulut tidak menyatu pada saat perkembangan janin, sehingga terdapat celah antara rongga mulut dan rongga hidung.

Sumbing pada bibir dan lelangit merupakan kelainan bawaan lahir nomor empat tersering di dunia dan merupakan kelainan bawaan pada wajah tersering. Permasalahan anak yang menderita bibir sumbing pun masih menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia hingga saat ini dan menempati urutan ke 5 dari populasi anak yang menyandang kecacatan (Riskesdas 2013).

Di Indonesia, insidens bibir sumbing terjadi sekitar 2 di setiap 1000 kelahiran bayi. Kelainan bibir dan lelangit sumbing mayoritas diderita oleh anak laki-laki sementara kelainan sumbing yang hanya melibatkan lelangit mayoritas adalah anak perempuan.

Faktanya, dari 1000 kelahiran hidup, anak yang menderita kelainan hanya sumbing lelangit sekitar 0.47 persen - 0.66 persen, sedangkan anak yang menderita kelainan gabungan bibir dan lelangit sumbing sekitar 0.81 persen -1.162 persen.(tka)


Ini Cara Atasi Kelainan Bibir dan Lelangit Sumbing
Baca Selanjutnya

Keluarga Penderita Hepatitis Berisiko Tertular

INILAHCOM, Jakarta - Hepatitis adalah peradangan pada organ hati. Kondisi ini dapat sembuh sendiri atau dapat berkembang menjadi fibrosis (jar, parut), sirosis, atau kanker hati.

Menurut Dr. Olivia Ekaputri dari Medical Dept. PT. Kalbe Farma, Tbk, penyebab paling sering terjadi adalah virus. Namun penyebab lainnya bisa bermula dari infeksi, zat toksik seperti alkohol, beberapa obat, dan penyakit autoimun.

Terdapat 5 virus utama pada hepatitis yaitu A, B, C, D, dan E. Kelimanya merupakan yang menjadi perhatian besar karena beban penyakit serta kematian yang ditimbulkan berpotensi menjadi wabah dan menyebab.

"Virus B dan C menyebabkan penyakit kronik pada jutaan orang dan merupakan penyebab paling sering dari sirosis hati atau kanker hati," papar Dr. Olivia Ekaputri dari Medical Dept. PT. Kalbe Farma, Tbk, saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (27/07/2017).

Karena itu, orang - orang disekitar penderita hepatitis harus benar - benar waspada. Tidak hanya pasien hepatitis, para keluarga dari penderita hepatitis juga bisa tertular virus tersebut.

"Dibandingkan penyakit lain seperti malaria, TB, HIV, yang selalu menurun, ternyata penyakit hepatitis menjadi salah satu penyakit yang selalu meningkat penderitanya," tambahnya.(tka)


Keluarga Penderita Hepatitis Berisiko Tertular
Baca Selanjutnya

Perhatikan, Ini Gejala Penyakit Hepatitis

INILAHCOM, Jakarta - Ada beberapa gejala yang perlu Anda ketahui tentang penyakit hepatitis. Apa saja yang perlu Anda perhatikan?

Menurut Dr. Olivia Ekaputri dari Medical Dept. PT. Kalbe Farma, Tbk, pada dasarnya penyakit yang menyerang hati tersebut tidak bergejala. Hal itu karena hati adalah organ yang sangat tangguh. Namun, jika sudah parah atau terkena infeksi, hal ini dapat merusak hati yang bisa memperburuk fungsinya.

"Ada beberapa gejala yang perlu diperhatikan. Infeksi akut muncul dengan gejala terbatas atau tidak bergejala sama sekali. Gejala yang mungkin muncul adalah ikterus, kuning di bagian kulit dan mata. Kemudian urin yang terlihat gelap, lelah yang berlebihan, mual atau muntah, serta nyeri pada perut," papar Dr. Olivia Ekaputri dari Medical Dept. PT. Kalbe Farma, Tbk, saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (28/07/2017).

Perlu diketahui, penyakit hepatitis bisa timbul melalui virus, bakteri dan alkohol. Menurut data yang berasal dari WHO 2015, Sekitar 400 juta orang hidup dengan penyakit hepatitis.

"Kemudian, sekitar 6 - 10 juta orang per tahun menderita atau baru terinfeksi hepatitis. Akibatnya, baik hepatitis B atau C berujung pada penyakit kanker hati," tambahnya.(tka)


Perhatikan, Ini Gejala Penyakit Hepatitis
Baca Selanjutnya

Ini Diet yang Tepat untuk Penderita Hepatitis

INILAHCOM, Jakarta - Asupan nutrisi sangat penting untuk tubuh. Terutama untuk para penderita hepatitis. Karena itu, ada beberapa makanan yang dapat dikonsumsi.

Menurut Dr. Olivia Ekaputri dari Medical Dept. PT. Kalbe Farma, Tbk menjelaskan, jika dilihat dari segi nutrisi pada orang yang menderita sakit hepatitis, mereka cenderung tidak suka makan. Karena rasa perut yang mual dan sangat ingin muntah.

"Karena itu, lebih baik jangan makan sembarangan. Konsumsi karbohidrat tidak boleh terlalu banyak, dan tidak pula kekurangan protein. Banyak orang yang terlalu berlebihan konsumsi karbohidrat tapi tidak memperhatikan protein. Hal ini bisa dipilih makanan kurkuma," kata Dr. Olivia Ekaputri dari Medical Dept. PT. Kalbe Farma, Tbk saat ditemui di kawasan Jakarta, Kamis (27/07/2017).

Masih menurutnya, yang perlu diketahui oleh masyarakat adalah penyakit hepatitis sangat berisiko menularkan virus melalui, sikat gigi, alat cukur, gunting kuku, pemeriksaan gigi, alat pencabut alis, dan lainnya.

Karena itu, dibutuhkan kesadaran yang tinggi dari masyarakat agar penyebaran virus penyakit hepatitis tidak semakin tinggi.(tka)


Ini Diet yang Tepat untuk Penderita Hepatitis
Baca Selanjutnya

Kamis, 27 Juli 2017

Jangan Anggap Remeh Gigi Sensitif

GIGI sensitif merupakan masalah yang sangat mengganggu. Bayangkan ketika Anda makan makanan manis yang lezat seperti cokelat, menikmati kopi panas atau minum eskrim kesukaan harus terhenti gara-gara gigi sensitif. Jangan anggap remeh masalah gigi Anda.

Banyak orang tidak peduli dengan kesehatan giginya dan menganggap gigi sensitif sebagai hal yang sepele. Menurut penelitian IPSOS 2011, sekitar 45 persen orang Indonesia menderita gigi sensitif dan merasakan ngilu pada saat mengkonsumsi makanan panas, dingin, dan manis. Kemudian, sekitar 52 persen di antaranya, ternyata tidak menyadari bahwa gigi mereka sensitif dan tidak pernah melakukan konsultasi ke dokter gigi.

Artinya, walaupun mengalami rasa ngilu yang sangat mengganggu, namun orang Indonesia masih belum tergugah kesadarannya untuk berusaha mencari solusi atau berobat ke dokter gigi agar segera terhindar dari masalah gigi sensitif. Bahkan seringkali masalah pada gigi ini sudah terasa sejak masih anak-anak.

Gejala seperti ini tidak ditangani dengan baik sehingga bertambah parah ketika beranjak dewasa. Padahal di usia dewasa masalah gigi sensitif ini akan makin rentan karena struktur gigi juga mengalami perubahan. Jangan sampai aktivitas Anda yang makin produktif sesuai bertambahnya usia terganggu gara-gara masalah gigi.

Untuk mengatasi hal tersebut, Anda harus memperhatikan beberapa hal. Di antaranya hindari makanan asam dan kurangi cemilan di antara waktu makan, gunakan pula sikat gigi dengan bulu yang halus serta gunakan pasta gigi yang tepat. Jangan lupa, periksakan diri ke dokter gigi Anda.

Penggunaan pasta gigi yang tepat juga sangat membantu untuk mengurangi ketidaknyamanan Anda akibat gigi sensitif. Salah satu produk unggulannya yang bisa menjadi solusinya adalah Sensodyne yang menghadirkan Teknologi Novamin (formula kalsium) pada pasta gigi Sensodyne Repair dan Protect. Produk ini sudah teruji melindungi lapisan gigi berlubang yang menyebabkan gigi ngilu.

Kandungan Novamin dalam pasta gigi Sensodyne Repair and Protect akan melindungi lapisan gigi dari lubang-lubang sangat kecil yang menyebabkan gigi ngilu dengan membentuk ulang mineral alami dari gigi yang 60%  lebih kuat dibandingkan lapisan gigi normal. Sensodyne juga  pasta gigi nomor satu yang telah mendapat rekomendasi dari para dokter gigi.

Untuk menjawab rasa penasaran Anda tentang kesehatan gigi, Sensodyne Repair and Protection with New Formula dengan Stronger Protection hadir pada acara #StrongerSensodyne Experience pada 28-30 Juli 2017 di Main Atrium Gandaria City.

Beragam aktivitas dapat Anda nikmati. Mulai dari teknologi virtual reality terbaru, mendapatkan konsultasi gigi dengan dokter gigi gratis, minum dan makanan gratis serta hadiah lainnya dengan catatan sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. [*]


Jangan Anggap Remeh Gigi Sensitif
Baca Selanjutnya